Earlysense Monitoring System, Pemantauan Kerja Jantung dan Pernafasan

Oleh : ibrahim romending | Sabtu, 23 Desember 2017 | 11:30 WIB


(IST)

Wartakesehatan.com - Dalam mengurangi angka mortality di Rumah Sakit (RS), berbagai macam cara dan metode mulai dari di evaluasinya laporan angka mortalitas, angka kejadian code blue, analisis laporan-laporan tersebut dan sistem deteksi dini mulai dikembangkan untuk mencegah terjadinya peningkatan morbiditas pasien yang beresiko terhadap ancaman kematian. Salah satu dari metode pencegahan kematian adalah alat EarlySense for Heart and Respiratory Monitoring. EarlySense (ES) ini diharapkan membantu deteksi dini gangguan pada jantung dan Respirasi serta gerakan tubuh pasien, dapat mencegah kejadian yang tidak diharapkan dan mengurangi angka kejadian Code Blue. Penggunaan ES adalah di ruang rawat inap , bangsal umum atau medical surgical non-ICU. Dengan adanya ES membantu perawat dalam menghitung skor Early Warning Scoring (EWS) dan mempercepat aktivasi Rapid Response Team (RRT) di RS sehingga dapat mempercepat tatalaksana segera dalam upaya pencegahan kondisi morbiditas dan mortalitas, meningkatkan keselamatan pasien serta meningkatkan kenyamanan bagi pasien, keluarga dan petugas kesehatan.

Code Blue dan Early Warning Scoring System (EWSS)

Berbagai upaya dilakukan untuk menekan angka mortalitas dengan upaya pencegahan terhadap penurunan kondisi pasien. Penurunan kondisi pasien hingga terjadinya cardiac arrest dapat disebut sebagai Code Blue. Keadaan yang mungkin terjadi sebelum pasien mengalami Code Blue, adalah gangguan pada beberapa kondisi vital pasien seperti Frekuensi Nadi, Respirasi dan perubahan kesadaran. Suatu Penelitian pada era 1990 an, mengungkapkan bahwa pasien di unit rawat umum yang mengalami keterlambatan dalam tatalaksana akan terjadi gangguan klinis dan perubahan tanda-tanda vital serta fungsi mental sehingga seringkali terlambat untuk diselamatkan. Observasi ini membuat dikembangkannya suatu cara untuk mengaktivasi RRT manakala ditemukannya pasien yang memenuhi kriteria terjadinya gangguan klinis seperti, perubahan status mental, perubahan tanda-tanda vital, penurunan Saturasi Oksigen, penurunan jumlah haluaran urin, pasien sesak, sulit bernafas, dan penilaian subyektifitas perawat bahwa pasien tersebut perlu diobservasi lebih ketat. Instrument penghitungan skor untuk mencegah kondisi pasien yang mengalami perburukan di buat dalam beberapa metode seperti EWS, Modified EWS (MEWS) dan National EWS (NEWS).

Pada tahun 2014, suatu Studi di Department of Veterans Affairs Veterans Health Administration Quality Enhancement Research Initiative Health Services Research & Development Service, Washington USA membuat sistematika Review terhadap EWS/NEWS dimana instrument ini memiliki kekuatan untuk memprediksi Cardiac Arrest dan kematian pasien, tetapi efek penggunaan instrument EWS/NEWS tersebut tidak pasti dalam mencegah mortalitas pasien, penilaian untuk pasien ditransfer ke ICU atau menentukan lama rawat karena kemampuan perawat atau petugas medic dalam memprediksi terjadinya gangguan-gangguan terhadap perubahan status mental, respirasi dan lain-lainnya terbatas. Keterbatasan ini disebabkan tidak adanya data yang membantu untuk dapat memprediksi terjadinya gangguan-gangguan tersebut lebih awal, sehingga di kembanglah suatu teknologi monitor pre-ICU untuk membantu adanya data yang dapat memberikan informasi terhadap gangguan-gangguan vital pada pasien.


EarlySense Monitoring
Tahun 2004, Avner Halperin seorang CEO di Perusahaan Earlysense Proactive Medical care Israel mengembangkan suatu alat sensor yang dapat memonitor fungsi tanda-tanda vital dan pergerakan tubuh pasien tanpa mneggunakan kabel sensor yang diletakkan di tubuh pasien. Alat ini dinamakan EarlySense Monitoring yang didisain untuk meningkatkan keselamatan pasien dan mengurangi resiko terjadinya penurunan kondisi untuk pasien di bangsal rawat inap. ES membantu deteksi dini perubahan atau gangguan-gangguan pada kondisi vital pasien. Pemantauan dua prediktor yang vital yaitu , jantung dan respirasi serta mencegah resiko pasien jatuh dan pencegahan terjadinya luka tekan (decubitus). ES dikembangkan untuk perawatan di unit medical surgical, bangsal umum yang mana biasanya perawat hanya mengukur tanda-tanda vital setiap empat atau enam jam sekali pada satu shift. Sistem ini memberikan notifikasi bagi perawat di layar besar nurse station atau bahkan di smartphone perawat. Dengan memantau Pasien secara kontinyu menggunakan ES memungkinkan kesempatan untuk intervensi lebih cepat jika ditemukan masalah-masalah yang beresiko terhadap terjadinya code blue.


Cara Kerja ES
Sistem ES didasarkan pada sensor piezoelektrik yang diintegrasikan ke dalam piring membran (lebar 300mm × 210mm tinggi × 2.5mm dalam), yang diletakkan di bawah kasur pasien untuk mendeteksi getaran mekanis. Sensor mengumpulkan sinyal dan algoritma sistem menganalisisnya untuk mengekstrak kondisi berikut : (1) Heart Rate (HR): Mengidentifikasi sinyal gerak yang ditransmisikan ke permukaan tubuh akibat pelepasan darah yang tiba-tiba dari jantung dengan masing-masing denyut (2) Respiration Rate (RR) ; Mengidentifikasi sinyal gerak yang dihasilkan oleh gerakan dada selama respirasi (3) Sistemnya dengan komponen tambahan, juga dapat menganalisa pergerakan pasien, pasien keluar dari area tempat tidur dan saturasi oksigen kapiler perifer (SpO2).

Sensor terhubung ke unit tempat tidur di dinding (lebar 260mm × 250mm tinggi × 110mm) dengan layar sentuh, yang menggunakan perangkat lunak untuk menampilkan bacaan dari sensor dan memungkinkan konfigurasi sistem. Sistem ini dapat menampilkan nilai numerik atau data grafis untuk melihat tren. Perangkat lunak ini juga dapat diinstal pada 'komputer gateway', yang mengalihkan lansiran ke pager atau perangkat genggam lainnya (seperti ponsel) dan bertindak sebagai server file untuk pengarsipan laporan. Perangkat lunak ini tersedia dalam 3 kemasan, yang masing-masing memiliki fitur spesifik: All-in-One (deteksi dini kemunduran pasien, pencegahan jatuh dan pencegahan tekanan ulkus), Keselamatan (pencegahan jatuh dan pencegahan tekanan ulkus) dan Vitals (deteksi dini kemunduran pasien ). Yang terakhir Vitals, terus memantau detak jantung dan pernapasan dan menampilkan tingkat yang telah dirata-ratakan pada menit sebelumnya. Perangkat lunak ini menghasilkan tren yang dapat digunakan untuk mendeteksi kemunduran pasien. ES memiliki alarm yang terlihat dan terdengar dengan ambang tinggi dan rendah masing-masing parameter dapat disesuaikan untuk setiap pasien. Jika terjadi perubahan status pasien, sistem memberi peringatan kepada perawat di Central Display Station (CDS), di layar besar dan perangkat genggam.

Evaluasi terkait penggunaan ES
Helfand et. Al, 2016 membuat studi penggunaan ES di Department of Veterans Affairs Veterans Health Administration Quality Enhancement Research Initiative Health Services Research & Development Service, Washington, USA. Adapun studi tersebut menjelaskan kemampuan ES dalam memprediksi gangguan pasien di eksplorasi dalam satu non-interventional feasibility study pada 149 pasien yang mengalami kondisi masalah respirasi akut. 36 pasien dikeluarkan dari kriteria studi karena durasi monitor kurang dari 30 jam. Dari 113 pasien pasien yang tersisa, 9 pasien mengalami gangguan dan pasien-pasien tersebut akhirnya ada yang ditransfer ke ICU, ada yang di intubasi dan menggunakan Ventilasi mekanik serta mengalami cardiac arrest. Data dianalisa secara restrospektif untuk menseleksi kriteria terhadap ambang potensial dan trend alert untuk memprediksi gangguan dalam 24 jam. Untuk trend alert, sensitivitas dan spesifisitas sistem ES dalam memprediksi penurunan kondisi klinis adalah baik. Sedangkan evaluasi lainnya terkait penggunaan ES seperti di California Hospital Medical Center adalah (1) pasien tidak perlu di restrain (2) pasien, keluarga dan dokter puas (3) kemampuan berpikir kritis perawat secara signifikan meningkat (4) lama rawat pasien berkurang (5) dokter merasa aman dirawat di ruangan yang terpantau.

Meskipun ES ini dinilai banyak memberikan kegunaan untuk deteksi dini perubahan kondisi pasien, akan tetapi ada penilaian yang berbeda dari beberapa studi terkait penggunaan ES ini. Boise Veteran Affairs Medical Center (VAMC) 2016 menjelaskan tentang respon perawat dalam penggunaan ES ini, yaitu bahwa dalam mengoperasionalkan ES perlu lebih diberikan pelatihan dan informasi agar penggunaan ES dapat lebih efisien, adanya miskomunikasi antara perawat dan petugas lainnya akibat ‘alarm palsu’, pasien yang di rawat inap menjadi di anggap kondisinya lebih serius.
Penggunaan ES di Indonesia.

Penulis mencoba mencari informasi penggunaan ES di Indonesia, akan tetapi belum penulis dapatkan data tentang RS di Indonesia yang menggunakan sistem monitor ES ini. Penulis dapat mengunduh aplikasi Live EarlySense di Google Play Store dan dapat di lihat di smartphone, namun penulis belum dapat mengoperasionalkan alat ES karena tidak/belum tersedia di Indonesia.
Betapapun banyak alat monitor yang disediakan untuk membantu tugas perawat, hal yang paling penting adalah perawat harus dapat berpikir kritis menganalisa suatu kondisi perubahan klinis pasien dan bertindak cekatan melakukan upaya-upaya untuk mencegah terjadinya kejadian yang tidak diharapkan demi meningkatkan keselamatan pasien.

 


Penulis :

Dede Wirdah Budiastuti
Program Magister Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia
Bekerja di ICU Dewasa RSUP Nasional dr. Cipto Mangunkusumo
Email : [email protected]

 


loading...


Kontak Informasi Wartakesehatan
PT. SIBER MEDIA ABADI

Redaksi: redaksi[at]wartakesehatan.com
Tlp/Fax: 021-86610709 / 021-86610709
Iklan: marketing[at]wartakesehatan.com

Komentar






Obat & Penyakit - 8 jam yang lalu

10 Tips Gaya Hidup untuk Jantung Sehat

Wartakesehatan.com - Apa yang akan kita makan, apa yang akan kita minum, hingga aktivitas apa yang akan kita lakukan,..
Warta Sehat - 9 jam yang lalu

Buah Mangga Baik bagi Kesehatan Kulit

Wartakesehatan.com - Buah terbukti secara ilmiah memiliki manfaat bagi kesehatan dan kecantikan kulit.Kandungan vitamin..
Obat & Penyakit - 10 jam yang lalu

Jarang Ganti CD Awas Berbahaya!

Wartakesehatan.com - CD berperan penting dalam menjaga kesehatan, kebersihan serta kenyamanan miss V atau organ intim. Tapi,..
Obat & Penyakit - 11 jam yang lalu

Bahaya jika Duduk Terlalu Lama

Wartakesehatan.com - Duduk terlalu lama berkaitan erat dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular, kanker, diabetes..
Warta Sehat - 12 jam yang lalu

5 Teh Ini bisa bikin Langsing

Wartakesehatan.com -  Teh merupakan minuman yang sangat bermanfaat bagi tubuh. Tidak hanya sebagai penangkal berbagai..
Warta Sehat - 14 jam yang lalu

Kandungan Keju miliki Banyak Keajaiban

Wartakesehatan.com - Menurut penenlitian makan keju memiliki kebaikan pula. Sebuah studi dari University of Copenhagen..
Warta Sehat - 2 hari yang lalu

Ketumbar Bisa Turunkan Gula Darah

Wartakesehatan.com - Gaya hidup alami menjadi salah satu alternatif yang dilakukan banyak pihak agar tubuh bisa tetap fit...
Mamin - 2 hari yang lalu

Gudeg memiliki Banyak Kandungan Gizi bagi Tubuh

Wartakesehatan.com - Bagi warga Yogyakarta, gudeg seperti sudah mendarah-daging dalam kehidupan. Eksistensi gudeg sudah..
Warta Sehat - 2 hari yang lalu

Perlunya Memahami Permasalahan Voice & Dysphagia

Wartakesehatan.com - Batuk merupakan mekanisme yang terpenting diantara fungsi proteksi jalan napas lainnya untuk mengeluarkan..
Liputan Khusus - 2 hari yang lalu

Memahami Kaitan Suara & Kesehatan di JakVodic 2018

Wartakesehatan.com – Saat berbicara ataupun bernyanyi, tentu setiap orang pernah mengalami permasalahan-permasalahan,..
2 hari yang lalu

Sirup Jagung Ternyata Berefek Buruk

Wartakesehatan.com - Penelitian mengungkap bahaya konsumsi sirup jagung dalam jangka panjang, bukan cuma menyebabkan kegemukan..
2 hari yang lalu

Makanan yang Membahayakan Kesehatan Rambutmu

Wartakesehatan.com - Padahal, merawat kesehatan rambut tidak sesulit yang kamu pikirkan, lho. Cukup dengan keramas teratur..
Obat & Penyakit - 2 hari yang lalu

5 Penyebab Munculnya Bau Badan

Wartakesehatan.com - Terkadang mandi dan menggunakan deodoran tak serta merta membebaskan seseorang dari bau..
Warta Sehat - 2 hari yang lalu

Jaga Kadar Kolesterol dengan Beras Hitam

Wartakesehatan.com - Meskipun beras merah dan beras hitam selalu dijadikan alternatif makanan untuk diet, beras hitam..
2 hari yang lalu

Bahaya Saat Tubuh Kekurangan Vitamin D

Wartakesehatan.com - Vitamin D memainkan peran kunci dalam memastikan berfungsinya otot, jantung, paru-paru dan fungsi otak...
2 hari yang lalu

Buah Kiwi Tingkqtkan Kesehatan Jantung

Wartakesehatan.com - Dikutip dari Boldsky, Sabtu (17/2/2018), selain dapat meningkatkan kesehatan jantung, kiwi juga mengurangi..
2 hari yang lalu

Efek Samping Minum Teh Hijau

Wartakesehatan.com - Sejumlah hasil penelitian menyebut teh hijau mampu mencegah kanker, memaksimalkan fungsi otak, mengatasi..
3 hari yang lalu

Sebagian Besar Nilai Gizi Buah Kiwi

Wartakesehatan.com - Terlepas dari tekstur lembut, kiwi memiliki beberapa khasiat kesehatan, seperti membantu memperbaiki..
3 hari yang lalu

Ini Dia Hal yang Membuat Wanita Susah Hamil

Wartakesehatan.com - Para ahli mengungkapkan bahwa ada banyak hal yang menjadi penyebab kenapa seorang wanita..
3 hari yang lalu

Manfaat Kesehatan Dibalik Tidur Siang

Wartakesehatan.com - Tidur siang memulihkan tenaga selepas beraktivitas, ternyata memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh..
3 hari yang lalu

Kebiasaan Sebelum Tidur Ini Bikin Kulitmu Rusak

Wartakesehatan.com - Bila Anda sudah memastikan waktu Anda untuk tidur tercukupi, Anda juga harus memperhatikan berbagai..
Warta Sehat - 3 hari yang lalu

Wow, Tidur Siang Tingkatkan Sistem Kerja Otak

Wartakesehatan.com - Bagi para pekerja yang memiliki ritme beraktivitas mulai pagi hingga malam hari, tidur siang..
Obat & Penyakit - 3 hari yang lalu

Awas!! Jangan Sepelekan Penyakit Maag

Wartakesehatan - Penyakit asam lambung atau yang sering disebut penyakit maag merupakan penyakit yang banyak diderita,..
Tekhnologi - 3 hari yang lalu

Waspada, Sering Bermain Smartphone picu Kanker Otak

Wartakesehatan - Smartphone pada saat ini sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari aktivitas keseharian sebagian..
Obat & Penyakit - 3 hari yang lalu

Kenali Perbedaan Flu dan Pilek

Wartakesehatan - Common cold atau biasa diebut pilek dan flu memang memiliki gejala yang sangat mirip. Sehingga..
Warta Sehat - 3 hari yang lalu

Manfaat Sehat Olahraga Bulu Tangkis

Wartakesehatan - Bulu tangkis adalah salah satu olahraga yang cukup terkenal di Indonesia. Hal ini karena sejumlah atlet..
Mamin - 3 hari yang lalu

Minum Air Hangat Sangat Bermanfaat

Wartakesehatan.com - Meminum air hangat juga dapat memberikan beberapa manfaat yang baik bagi tubuh salah satunya yakni..
Warta Sehat - 3 hari yang lalu

Anggur Bermanfaat atasi Berbagai Penyakit

Wartakesehatan.com - Di wilayah Eropa sudah dibudidayakan anggur sekitar 6000 tahun yang lalu. Tanaman perdu ini, biasa..
Obat & Penyakit - 3 hari yang lalu

5 Tips Kontrol Kadar Kolesterol

Wartakesehatan.com - Kolesterol dalam tubuh perlu dijaga agar dapat membantu sistem percernaan tetap lancar. Namun,..
4 hari yang lalu

Bahaya Bermain Gadget Hanya Satu Tangan

Wartakesehatan.com - Sebagai alat untuk memudahkan semua orang mengakses berbagai informasi dan melakukan komunikasi, tak heran..

+Indeks