Detektor Pasien Jatuh

Oleh : ibrahim romending | Sabtu, 23 Desember 2017 | 14:00 WIB


(IST)

Wartakesehatan.com - Penilaian pasien resiko jatuh merupakan hal yang dikaji oleh seorang perawat dalam pengkajian awal pasien baru. Pasien dewasa menggunakan skala Morse, lansia dengan skala Tinetti Balance and Gait sedangkan untuk anak (pediatrik) menggunakan skala Humpty Dumpty (Grant, Rockwood, & Stennes, 2014). Dari hasil penelusuran literatur ternyata ditemukan banyak penelitian tentang alat pendeteksi jatuh di luar negeri dimana banyak respondennya dari usia lansia (Howcroft, Kofman, & Lemaire, 2013). Jatuh sering kali dialami oleh lanjut usia karena faktor intrinsik (gangguan gaya berjalan, kelemahan otot ekstremitas bawah, kekakuan sendi dan lain-lain) dan ekstrinsik (lantai licin, tersandung, penglihatan kurang dan lainnya) (Howcroft et al., 2013).

Tujuan kajian ini adalah untuk mengeksplorasi literatur terkini mengenai perkembangan teknologi terkait pencegahan dini terhadap jatuh pasien di rumah sakit maupun pelayanan kesehatan lainnya. Kebutuhan rasa aman dari jatuh mendorong perkembangan teknologi sistem penilaian resiko jatuh yang lebih akurat, mudah dan efisien dalam hal waktu dan penggunaannya sehingga diharapkan melalui penggunaan sistem ini dapat meningkatkan kualitas pelayanan terhadap klien.

Teknologi detektor jatuh dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu teknologi yang bertujuan untuk mencegah terjadinya jatuh dan teknologi yang bertujuan untuk mengelola sedini mungkin saat jatuh terjadi. Perkembangan teknologi pendeteksi resiko jatuh atau detektor jatuh dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok yaitu sistem generasi pertama yang mengandalkan pengguna untuk mendeteksi kejadian jatuh dirinya; sistem generasi kedua yang berbasis pada sistem generasi pertama namun memiliki kecerdasan yang tertanam dalam sistem; dan sistem generasi ketiga dengan menggunakan data untuk mendeteksi perubahan yang dapat meningkatkan resiko jatuh (Ward et al., 2012).

Sistem Generasi Pertama. Sistem pada generasi pertama adalah Alarm komunitas, yaitu suatu perangkat umum yang bergantung pada pengguna. Alarm ini tidak memiliki perangkat cerdas, untuk mendeteksi kejadian jatuh hanya dengan menarik kabel atau menekan tombol pada liontin yang terpasang pada leher. Kekurangan sistem ini adalah tidak dapat bekerja jika pengguna jatuh dan lalu tidak sadarkan diri atau alarm berada jauh dari jangkauan pengguna(Ward et al., 2012). Sistem ini mengalami perkembangan, yaitu liontin yang bisa dipencet saat membutuhkan pertolongan dan dihubungkan dengan smartphone (Grant et al., 2014).

Sistem Generasi Kedua. Generasi kedua mencakup perangkat deteksi kejadian jatuh secara otomatis dan pemantauan gaya jalan/keseimbangan. Sistem ini perangkatnya dalam bentuk accelerometer yang dikenakan pada tubuh. Accelerometer adalah alat untuk mengukur percepatan dan gaya induksi gravitasi. Perangkat berbasis akselerometer tri-aksial menggunakan data pada kecepatan, benturan dan postur tubuh. Accelerometer ini bergantung pada dua hal, yaitu penggunaan jaringan akselerometer keseluruhan yang memperoleh data 3 D dari semua anggota tubuh dan aplikasi komputer. Akan tetapi kelemahannya adalah kurang efisien karena sensor belum memakai tehnologi wireless, sehingga masih dibutuhkan pengembangan tehnologi agar lebih ringkas dan lebih mudah penggunaannya (Caby, Kieffer, de Saint Hubert, Cremer, & Macq, 2011; Liu & Lockhart, 2014).

Sistem generasi kedua lainnya dalam rentang waktu antara tahun 2001 sampai dengan 2010 yang dilaporkan namun belum dapat berkembang karena mengalami kendala atau tingkat penerimaan masyarakat lemah yaitu antara lain deteksi jatuh “karpet pintar” yang dipasang sebagai penutup lantai, deteksi jatuh dengan pencitraan termal dan berbasis video serta deteksi jatuh dengan sistem video tanpa dihubungkan dengan sensor atau perangkat pintar lainnya (serupa dengan CCTV) (De Backere et al., 2015; Ferrari et al., 2012; Ward et al., 2012).

Sistem Generasi Ketiga. Pada awalnya dirancang bagi penderita demensia, teknologi Lifestyle Monitoring Systems (LMS) sebagai sistem generasi ketiga merupakan kombinasi dari algoritma accelerometer (generasi kedua) dan pola perilaku yang dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap jatuh. Pada generasi ketiga ini, kekurangan pada algoritma generasi kedua tersebut disempurnakan dengan memasang jaringan sensor di rumah seseorang. Jaringan Sensor ini berfungsi mendeteksi gerakan-gerakan dan perilaku kebiasaan seseorang, kemudian dianalisa apakah ada pola perilaku yang abnormal atau tidak. contohnya sensor ini dapat membedakan gerakan jatuh tertidur di sofa dengan jatuh terlentang di lantai. Sistem ini sudah tersedia dalam aplikasi ADLife ( Tunstall, 2011) yang dirancang sebagai sebuah sistem peringatan dini untuk memberikan informasi tentang aktifitas orang sehari-hari dengan manfaat sistem telecare.

Pengembangan Accelerometer dan Sistem Pengukuran Posturografik. Literatur selanjutnya melengkapi penelitian sebelumnya yakni jatuh dapat diprediksi tidak hanya dengan analisis gaya berjalan saja, tetapi dapat juga dengan mengkombinasikan dengan sistem pengukuran posturagrafik. Metode penelitian ini adalah dengan mengumpulkan data menggunakan sistem berbasis sensor inersia seluler ( RehaWatch) dan regulasi postural diukur dengan Interactive Balance System. Dari penelitian ini diperoleh bahwa pengukuran gangguan keseimbangan melalui analisis gaya berjalan dan variabilitas regulasi postur, dapat memprediksi subjek yang beresiko tinggi jatuh. Sehingga peneliti merekomendasikan pelatihan gaya berjalan dengan menggunakan optik (tanda pada jalur jalan kaki) dan akustik (irama yang ditentukan) sebagai intervensi resiko jatuh yang efektif (Aziz et al., 2017; Schwesig et al., 2013).

Proyek FARSEEING Eropa, yang dimulai pada bulan Januari 2012, bertujuan untuk membangun kemampuan analisis dari data perilaku dan fisiologis yang dikumpulkan menggunakan ponsel cerdas, perangkat genggam dan sensor lingkungan. Proyek ini dapat menyediakan data yang diperlukan untuk merancang detektor jatuh yang akurat, portabel, dan berkinerja tinggi serta lebih valid (Ferrari et al., 2012). He et al.(2012) memanfaatkan sensor accelerometer yang terdapat pada smartphone. He mengklasifikasikan pergerakan badan menjadi lima perbedaan pola, seperti aktifitas dengan posisi vertikal, berbaring, duduk atau berdiri, aktivitas secara horizontal dan jatuh.

Kesimpulan
Berbagai metode telah dikembangkan selama dekade terakhir untuk mendeteksi jatuh secara otomatis, diantaranya mulai dari kamera video, akustik atau inersia sampai dengan telepon seluler. Algoritma deteksi jatuh berbasis sensor inertial dapat dirancang tidak hanya untuk mendeteksi jatuh secara otomatis namun juga memberikan informasi tambahan mengenai arah jatuh dan menawarkan intervensi pencegahan. Diharapkan dengan perkembangan teknologi, dapat ditemukan sistem tanggap darurat ketika jatuh bagi pasien atau individu yg beresiko jatuh. Sehingga dapat meningkatkan rasa aman dan mengurangi beberapa konsekuensi negatif dari jatuh seperti luka serius, patah tulang pinggul, rawat inap hingga kematian.

Rekomendasi
Ditujukan kepada peneliti terkait kesehatan khususnya perawat dapat bekerja sama dengan peneliti teknologi di indonesia untuk dapat mengembangkan teknologi detektor jatuh yang aplikatif sehingga akan sangat membantu perawat dalam asuhan keperawatan bagi pasien-pasien dengan resiko jatuh terutama pasien lansia.

Penulis : Purnama Christina Simamora
Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia
Email : [email protected]


loading...


Kontak Informasi Wartakesehatan
PT. SIBER MEDIA ABADI

Redaksi: redaksi[at]wartakesehatan.com
Tlp/Fax: 021-86610709 / 021-86610709
Iklan: marketing[at]wartakesehatan.com

Komentar






Obat & Penyakit - 8 jam yang lalu

10 Tips Gaya Hidup untuk Jantung Sehat

Wartakesehatan.com - Apa yang akan kita makan, apa yang akan kita minum, hingga aktivitas apa yang akan kita lakukan,..
Warta Sehat - 9 jam yang lalu

Buah Mangga Baik bagi Kesehatan Kulit

Wartakesehatan.com - Buah terbukti secara ilmiah memiliki manfaat bagi kesehatan dan kecantikan kulit.Kandungan vitamin..
Obat & Penyakit - 10 jam yang lalu

Jarang Ganti CD Awas Berbahaya!

Wartakesehatan.com - CD berperan penting dalam menjaga kesehatan, kebersihan serta kenyamanan miss V atau organ intim. Tapi,..
Obat & Penyakit - 11 jam yang lalu

Bahaya jika Duduk Terlalu Lama

Wartakesehatan.com - Duduk terlalu lama berkaitan erat dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular, kanker, diabetes..
Warta Sehat - 12 jam yang lalu

5 Teh Ini bisa bikin Langsing

Wartakesehatan.com -  Teh merupakan minuman yang sangat bermanfaat bagi tubuh. Tidak hanya sebagai penangkal berbagai..
Warta Sehat - 14 jam yang lalu

Kandungan Keju miliki Banyak Keajaiban

Wartakesehatan.com - Menurut penenlitian makan keju memiliki kebaikan pula. Sebuah studi dari University of Copenhagen..
Warta Sehat - 2 hari yang lalu

Ketumbar Bisa Turunkan Gula Darah

Wartakesehatan.com - Gaya hidup alami menjadi salah satu alternatif yang dilakukan banyak pihak agar tubuh bisa tetap fit...
Mamin - 2 hari yang lalu

Gudeg memiliki Banyak Kandungan Gizi bagi Tubuh

Wartakesehatan.com - Bagi warga Yogyakarta, gudeg seperti sudah mendarah-daging dalam kehidupan. Eksistensi gudeg sudah..
Warta Sehat - 2 hari yang lalu

Perlunya Memahami Permasalahan Voice & Dysphagia

Wartakesehatan.com - Batuk merupakan mekanisme yang terpenting diantara fungsi proteksi jalan napas lainnya untuk mengeluarkan..
Liputan Khusus - 2 hari yang lalu

Memahami Kaitan Suara & Kesehatan di JakVodic 2018

Wartakesehatan.com – Saat berbicara ataupun bernyanyi, tentu setiap orang pernah mengalami permasalahan-permasalahan,..
2 hari yang lalu

Sirup Jagung Ternyata Berefek Buruk

Wartakesehatan.com - Penelitian mengungkap bahaya konsumsi sirup jagung dalam jangka panjang, bukan cuma menyebabkan kegemukan..
2 hari yang lalu

Makanan yang Membahayakan Kesehatan Rambutmu

Wartakesehatan.com - Padahal, merawat kesehatan rambut tidak sesulit yang kamu pikirkan, lho. Cukup dengan keramas teratur..
Obat & Penyakit - 2 hari yang lalu

5 Penyebab Munculnya Bau Badan

Wartakesehatan.com - Terkadang mandi dan menggunakan deodoran tak serta merta membebaskan seseorang dari bau..
Warta Sehat - 2 hari yang lalu

Jaga Kadar Kolesterol dengan Beras Hitam

Wartakesehatan.com - Meskipun beras merah dan beras hitam selalu dijadikan alternatif makanan untuk diet, beras hitam..
2 hari yang lalu

Bahaya Saat Tubuh Kekurangan Vitamin D

Wartakesehatan.com - Vitamin D memainkan peran kunci dalam memastikan berfungsinya otot, jantung, paru-paru dan fungsi otak...
2 hari yang lalu

Buah Kiwi Tingkqtkan Kesehatan Jantung

Wartakesehatan.com - Dikutip dari Boldsky, Sabtu (17/2/2018), selain dapat meningkatkan kesehatan jantung, kiwi juga mengurangi..
2 hari yang lalu

Efek Samping Minum Teh Hijau

Wartakesehatan.com - Sejumlah hasil penelitian menyebut teh hijau mampu mencegah kanker, memaksimalkan fungsi otak, mengatasi..
3 hari yang lalu

Sebagian Besar Nilai Gizi Buah Kiwi

Wartakesehatan.com - Terlepas dari tekstur lembut, kiwi memiliki beberapa khasiat kesehatan, seperti membantu memperbaiki..
3 hari yang lalu

Ini Dia Hal yang Membuat Wanita Susah Hamil

Wartakesehatan.com - Para ahli mengungkapkan bahwa ada banyak hal yang menjadi penyebab kenapa seorang wanita..
3 hari yang lalu

Manfaat Kesehatan Dibalik Tidur Siang

Wartakesehatan.com - Tidur siang memulihkan tenaga selepas beraktivitas, ternyata memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh..
3 hari yang lalu

Kebiasaan Sebelum Tidur Ini Bikin Kulitmu Rusak

Wartakesehatan.com - Bila Anda sudah memastikan waktu Anda untuk tidur tercukupi, Anda juga harus memperhatikan berbagai..
Warta Sehat - 3 hari yang lalu

Wow, Tidur Siang Tingkatkan Sistem Kerja Otak

Wartakesehatan.com - Bagi para pekerja yang memiliki ritme beraktivitas mulai pagi hingga malam hari, tidur siang..
Obat & Penyakit - 3 hari yang lalu

Awas!! Jangan Sepelekan Penyakit Maag

Wartakesehatan - Penyakit asam lambung atau yang sering disebut penyakit maag merupakan penyakit yang banyak diderita,..
Tekhnologi - 3 hari yang lalu

Waspada, Sering Bermain Smartphone picu Kanker Otak

Wartakesehatan - Smartphone pada saat ini sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari aktivitas keseharian sebagian..
Obat & Penyakit - 3 hari yang lalu

Kenali Perbedaan Flu dan Pilek

Wartakesehatan - Common cold atau biasa diebut pilek dan flu memang memiliki gejala yang sangat mirip. Sehingga..
Warta Sehat - 3 hari yang lalu

Manfaat Sehat Olahraga Bulu Tangkis

Wartakesehatan - Bulu tangkis adalah salah satu olahraga yang cukup terkenal di Indonesia. Hal ini karena sejumlah atlet..
Mamin - 3 hari yang lalu

Minum Air Hangat Sangat Bermanfaat

Wartakesehatan.com - Meminum air hangat juga dapat memberikan beberapa manfaat yang baik bagi tubuh salah satunya yakni..
Warta Sehat - 3 hari yang lalu

Anggur Bermanfaat atasi Berbagai Penyakit

Wartakesehatan.com - Di wilayah Eropa sudah dibudidayakan anggur sekitar 6000 tahun yang lalu. Tanaman perdu ini, biasa..
Obat & Penyakit - 3 hari yang lalu

5 Tips Kontrol Kadar Kolesterol

Wartakesehatan.com - Kolesterol dalam tubuh perlu dijaga agar dapat membantu sistem percernaan tetap lancar. Namun,..
4 hari yang lalu

Bahaya Bermain Gadget Hanya Satu Tangan

Wartakesehatan.com - Sebagai alat untuk memudahkan semua orang mengakses berbagai informasi dan melakukan komunikasi, tak heran..

+Indeks