Tekan Kusta Kemenkes RI Tingkatkan Surveilans di Tahun 2018

Oleh : Irawan Mohamad | Selasa, 30 Januari 2018 | 21:27 WIB


Direktur P2PML Kemenkes RI dr. Wiendra Waworuntu, M.Kes (Tengah), diapit oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski) Jakarta Dr. dr. Sri Linuwih Menaldi, Sp KK (Kanan), dan pihak Komunikasi Kemenkes RI, saat memeberikan keterangan persnya di hadapan awak media, Selasa (30/1/18). (wartakesehatan.com)

Wartakesehatan.com – Sudah sejak lama permasalahan akan penyakit Kusta atau kata lainnya Lepra, dibeberapa Negara salah satunya Indonesia, belum kunjung hilang dalam peradaban kesehatan manusia. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), dalam upayanya menekan penularan penyakit yang dalam kalangan masyarakat awam merupakan penyakit kutukan ini, terus dilakukan dengan memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat dan juga meningkatkan Surveilans, untuk memutus jarring penularannya.

Seperti halnya yang diungkapkan oleh Direktur P2PML Kemenkes RI dr. Wiendra Waworuntu, M.Kes, di tahun 2018 Kemenkes RI akan lebih intens menurunkan prevalensi. Artinya, Surveilans benar-benar ketat. Baik untuk yang endemisitas yang tinggi dan juga tidak mengurangi intensitas di daerah yang tidak ada kasus atau prevalensinya di bawah satu.

“Nah, itu Surveilans harus ketat. Artinya, setiap daerah harus melakukan deteksi dini pada penderita kusta. Tentunya juga (melakukan) pada pendekatan keluarga, dengan datang ke keluarga menanyakan dan temukan bercak. Kalau dapat kasus-kasus yang kontak serumah jauh lebih penting untuk di Surveilans,” terang dr. Wiendra, saat diskusi media di Ruang Kaca Adhiyatma Gedung Kemenkes RI, Selasa (30/1/18).

Lebih lanjut dr. Wiendra, menambahkan untuk penurunan prevalensi tingkat satu lebih banyak terjadi di wilayah barat. Ada sembilan provinsi di wilayah Timur yang belum masuk dalam kategori eliminasi. Antara lain, Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, Sulawesi, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Nusa Tenggara Timur, yang rata-rata prevalensinya di atas satu.

“Paling tinggi di Papua dan Papua barat. Makannya semakin ke Timur semakin tinggi. Sebenarnya dikerjakan secara bersamaan (menurunkan prevalensi), karena lama memang untuk menurunkan permasalahan ini, lebih banyak ke arah sosial. Jadi, penurunan dari pada kasus, mungkin penurunan kasus sedikit saja, tetapi juga ada penemuan kasus barua. Jadi kalau penurunan untuk kesembuhan lebih menurun, tetapi peningkatan kasus juga banyak. Seperti di wilayah DKI, dimana endemisitasnya rendah tetapi tetap kita Surveilans bahwa kasus-kasus itu harus kita cari dan deteksi seperti penemuan-penemuan bercak di masyarakat,” ungkapnya.

Upayakan Kader Kesehatan Berbasis Masyarakat

Menjawab upaya lintas sector dalam memutus penularan kusta, kader-kader kesehatan berbasis masyarakat, rekan-rekan di Posyandu maupun Kementrian SoSial, di bawah kabupaten kota diberdayakan karena, menurut hematnya penyampaian dalam mengenali ciri-ciri penderita kusta paling mudah dikenali dan kader-kader kesehatan berbasis masyarakat akan mempu menyampaikan informasi ini, untuk menemukan bercak dan di bawa ke dinas Kesehatan.

“Jadi, temen kader inilah yang diberdayakan berada di lini terdepan. Di sekolah-sekolah ada UKS, artinya anak-anak sekolah bisa diberdayakan,” katanya.

Kusta Dapat diobati

Sementara itu dalam kesempatan yang sama Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski) Jakarta Dr. dr. Sri Linuwih Menaldi, Sp KK, menjelaskan penyakit kusta kasus awalnya seperti panu, jamur, eksim yang menyebabkan penyakit ini tidak cepat ditangani.

“Selama penyakit terlambat diobati cacatnya muncul sehingga dapat menularkan ke orang lain sehingga kasus kusta terus berlangsung,” ujar dr. Sri.

Penyakit kusta disebabkan oleh kuman mycobacterium leprae. Kusta penyakit menular tetapi tidak mudah menularkan kepada orang lain. Menyerang terutama dikulit dan saraf dan bersifat menahun. Penularan terjadi pada kontak melalui kulit yang luka dan melalui saluran pernapasan.

“Kalau tidak diobati dengan obat-obatan lain, ini berpotensi tetap tidak menularkan pada orang lain. Yang sudah minum obat sekali pengobatan kuman banyak mati dan tidak menularkan lagi ke orang lain. Kusta dapat disembuhkan dalam waktu 6-12 bulan jika mengikuti pengobatan secara teratur. Tidak diobati bisa menimbulkan cacat menetap, kebutaan, mati rasa pada telapak tangan dan kaki. Jari bengkok, memendek atau lunglai,” pungkas dr. Sri.


loading...


#KEMENKES #Kusta #RI #Timur #Surveilans
Kontak Informasi Wartakesehatan
PT. SIBER MEDIA ABADI

Redaksi: redaksi[at]wartakesehatan.com
Tlp/Fax: 021-86610709 / 021-86610709
Iklan: marketing[at]wartakesehatan.com

Komentar






Warta Sehat - 22 jam yang lalu

Ketumbar Bisa Turunkan Gula Darah

Wartakesehatan.com - Gaya hidup alami menjadi salah satu alternatif yang dilakukan banyak pihak agar tubuh bisa tetap fit...
Mamin - 23 jam yang lalu

Gudeg memiliki Banyak Kandungan Gizi bagi Tubuh

Wartakesehatan.com - Bagi warga Yogyakarta, gudeg seperti sudah mendarah-daging dalam kehidupan. Eksistensi gudeg sudah..
Warta Sehat - 1 hari yang lalu

Perlunya Memahami Permasalahan Voice & Dysphagia

Wartakesehatan.com - Batuk merupakan mekanisme yang terpenting diantara fungsi proteksi jalan napas lainnya untuk mengeluarkan..
Liputan Khusus - 1 hari yang lalu

Memahami Kaitan Suara & Kesehatan di JakVodic 2018

Wartakesehatan.com – Saat berbicara ataupun bernyanyi, tentu setiap orang pernah mengalami permasalahan-permasalahan,..
1 hari yang lalu

Sirup Jagung Ternyata Berefek Buruk

Wartakesehatan.com - Penelitian mengungkap bahaya konsumsi sirup jagung dalam jangka panjang, bukan cuma menyebabkan kegemukan..
1 hari yang lalu

Makanan yang Membahayakan Kesehatan Rambutmu

Wartakesehatan.com - Padahal, merawat kesehatan rambut tidak sesulit yang kamu pikirkan, lho. Cukup dengan keramas teratur..
Obat & Penyakit - 1 hari yang lalu

5 Penyebab Munculnya Bau Badan

Wartakesehatan.com - Terkadang mandi dan menggunakan deodoran tak serta merta membebaskan seseorang dari bau..
Warta Sehat - 1 hari yang lalu

Jaga Kadar Kolesterol dengan Beras Hitam

Wartakesehatan.com - Meskipun beras merah dan beras hitam selalu dijadikan alternatif makanan untuk diet, beras hitam..
1 hari yang lalu

Bahaya Saat Tubuh Kekurangan Vitamin D

Wartakesehatan.com - Vitamin D memainkan peran kunci dalam memastikan berfungsinya otot, jantung, paru-paru dan fungsi otak...
1 hari yang lalu

Buah Kiwi Tingkqtkan Kesehatan Jantung

Wartakesehatan.com - Dikutip dari Boldsky, Sabtu (17/2/2018), selain dapat meningkatkan kesehatan jantung, kiwi juga mengurangi..
1 hari yang lalu

Efek Samping Minum Teh Hijau

Wartakesehatan.com - Sejumlah hasil penelitian menyebut teh hijau mampu mencegah kanker, memaksimalkan fungsi otak, mengatasi..
1 hari yang lalu

Sebagian Besar Nilai Gizi Buah Kiwi

Wartakesehatan.com - Terlepas dari tekstur lembut, kiwi memiliki beberapa khasiat kesehatan, seperti membantu memperbaiki..
1 hari yang lalu

Ini Dia Hal yang Membuat Wanita Susah Hamil

Wartakesehatan.com - Para ahli mengungkapkan bahwa ada banyak hal yang menjadi penyebab kenapa seorang wanita..
2 hari yang lalu

Manfaat Kesehatan Dibalik Tidur Siang

Wartakesehatan.com - Tidur siang memulihkan tenaga selepas beraktivitas, ternyata memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh..
2 hari yang lalu

Kebiasaan Sebelum Tidur Ini Bikin Kulitmu Rusak

Wartakesehatan.com - Bila Anda sudah memastikan waktu Anda untuk tidur tercukupi, Anda juga harus memperhatikan berbagai..
Warta Sehat - 2 hari yang lalu

Wow, Tidur Siang Tingkatkan Sistem Kerja Otak

Wartakesehatan.com - Bagi para pekerja yang memiliki ritme beraktivitas mulai pagi hingga malam hari, tidur siang..
Obat & Penyakit - 2 hari yang lalu

Awas!! Jangan Sepelekan Penyakit Maag

Wartakesehatan - Penyakit asam lambung atau yang sering disebut penyakit maag merupakan penyakit yang banyak diderita,..
Tekhnologi - 2 hari yang lalu

Waspada, Sering Bermain Smartphone picu Kanker Otak

Wartakesehatan - Smartphone pada saat ini sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari aktivitas keseharian sebagian..
Obat & Penyakit - 2 hari yang lalu

Kenali Perbedaan Flu dan Pilek

Wartakesehatan - Common cold atau biasa diebut pilek dan flu memang memiliki gejala yang sangat mirip. Sehingga..
Warta Sehat - 2 hari yang lalu

Manfaat Sehat Olahraga Bulu Tangkis

Wartakesehatan - Bulu tangkis adalah salah satu olahraga yang cukup terkenal di Indonesia. Hal ini karena sejumlah atlet..
Mamin - 2 hari yang lalu

Minum Air Hangat Sangat Bermanfaat

Wartakesehatan.com - Meminum air hangat juga dapat memberikan beberapa manfaat yang baik bagi tubuh salah satunya yakni..
Warta Sehat - 2 hari yang lalu

Anggur Bermanfaat atasi Berbagai Penyakit

Wartakesehatan.com - Di wilayah Eropa sudah dibudidayakan anggur sekitar 6000 tahun yang lalu. Tanaman perdu ini, biasa..
Obat & Penyakit - 2 hari yang lalu

5 Tips Kontrol Kadar Kolesterol

Wartakesehatan.com - Kolesterol dalam tubuh perlu dijaga agar dapat membantu sistem percernaan tetap lancar. Namun,..
3 hari yang lalu

Bahaya Bermain Gadget Hanya Satu Tangan

Wartakesehatan.com - Sebagai alat untuk memudahkan semua orang mengakses berbagai informasi dan melakukan komunikasi, tak heran..
3 hari yang lalu

Ini Dia Menu Sarapan Sehat

Wartakesehatan.com -Sarapan bergizi modal untuk menjalankan segudang aktivitas. Berbagai manfaat yang bisa dirasakan, mulai..
Obat & Penyakit - 3 hari yang lalu

Sembelit Sering Menyerang ini Penyebabnya!

Wartakesehatan.com - Sembelit atau susah buang air besar (BAB) tentu dapat membuat perut terasa sangat tidak nyaman. Tak..
Mamin - 3 hari yang lalu

Terung bisa bantu Turunkan Kolesterol

Wartakesehatan.com - Selain vitamin kompleks, terung adalah sayur yang tinggi akan zat antioksidan seperti cafeeic, asam..
Ibu & Anak - 3 hari yang lalu

Wanita Alami Keguguran ini Ciri-cirinya!

Wartakesehatan.com - Usia satu hingga empat bulan pertama, wanita hamil rawan terjadi keguguran. Setidaknya dalam kurun..
Warta Sehat - 3 hari yang lalu

Makan Sekali Sehari miliki Dampak Buruk

Wartakesehatan.com - Ungkapan makan sehari sekali akan membuat berat badan menurun dan tubuh menjadi sehat merupakan sebuah..
Warta Sehat - 3 hari yang lalu

Wow, Ternyata Stres Jangka Pendek miliki Manfaat Sehat

Wartakesehatan.com - Seseorang yang mengalami stres dalam jangka pendek justru merasakan manfaat yang baik. Seperti..

+Indeks