Suasana Simposium PIPKRA 2018 di Jakarta, 9-10 Februari 2018. (ibrahim romending)

PIPKRA 2018, Sharing Kemajuan Teknologi Kedokteran Respirasi, Menuju Kualitas Hidup Sehat

Oleh : ibrahim romending
Jumat, 09 Pebruari 2018 | 20:35 WIB


loading...

Wartakesehatan.com -  Melihat perkembangan ilmu kedokteran dari masa ke masa selalu ada perubahan. Perkembangan penyakit tertentu di masyarakat perlu mendapatkan solusi yang tepat agar pengobatan dan penyembuhan lebih efektif. Metode yang dilakukan beragam cara supaya keilmuan yang terbarukan dapat diterima oleh praktisi tenaga kesehatan. Tentunya dengan kemampuan lebih dan rasa kepedulian yang tinggi untuk mengatasi penyakit tertentu akan memberi manfaat yang lebih dalam bidang kesehatan.    

Departemen Pulmonogi dan Kedoteran Respirasi (DPKR), Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) - RS Persahabatan mangadakan Pertemuan Ilmiah Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi (PIPKRA) yang ke 15.  Melalui simposium ini diharapkan dapat memberikan hal yang terbaru dalam menangani masalah respirasi selain turut membantu program Indonesia sehat.

“Ini acara pertemuan ilmiah dibidang respirasi, diselenggarakan oleh Departemen Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi RS. Persahabatan. Jadi kita memberikan sharing ilmu dan pengalaman bagi spesialis paru, dan spesialis yang berkaitan dengan respirasi juga dokter-dokter umum yang berminat. Kita adakan pula 8 workshop yang diikuti oleh 200 dokter dan simposium diikuti 878 dokter jadi kalau digabung kurang lebih seluruhnya hampir 1.000 dokter,” ucap DR. Dr. Erlina Burhan, MSc, Sp.P(K) saat presscon di Hotel Borobudur Jakarta, Indonesia, Jum’at  (09/02/2018).   

Ketua Divisi Infeksi Paru dan juga Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Cabang DKI Jakarta ini  mengharapkan kegiatan akan memberikan manfaat bagi peserta disamping meningkatkan derajat kesehatan. “Tentu saja kita menginginkan para peserta mendapatkan manfaat dari apa yang kita sharing sehingga pengetahuan dan skill mereka meningkat dan tujuan utamanya adalah meningkatkan Quality of Care untuk pasien sebetulnya, ujung-ujungnya meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia” kata Erlina yang juga dipercaya sebagai Ketua Panitia PIPKRA 2018.  

PIPKRA diadakan setiap tahun terkecuali pada tahun 2015, yang kemudian mendapatkan reputasi tinggi di skala nasional dan internasional. PIPKRA menjadi event ilmiah terbesar Departemen Pulmo FKUI.

Berbagai perkembangan mutakhir dunia dalam kedokteran respirasi juga dibahas di PIPKRA diantaranya :

  1. Penanganan tuberkulosis kebal obat dan mengatasi efek sampingnya
  2. Penanganan kanker baru dengan terapi target terkini secara molekular dan berdasar mutasi
  3. Penanganan PPOK dengan obat-obat hisap terbaru
  4. Penyakit paru interstisial yang merupakan rising star di bidang kedokteran paru saat ini
  5. Sertifikasi klasifikasi ILO pneumokoniosis (penyakit paru akibat timbunan debu)
  6. Pengambilan sampel dari tumor paru di lokasi yang sulit dengan teknik-teknik mutakhir tanpa operasi, melalui advanced bronchoscopy dan pleuroscopy.

Kegiatan PIPKRA yang diselenggarakan selama dua hari (9-10 Februari) bekerja sama juga dengan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) sehingga menjamin bahwa bahwa muatannya sesuai dengan kebutuhan kalangan profesional serta praktisi lapangan.

Para dokter yang tertarik dengan bidang respirasi dapat memperbaharui wawasannya sesuai perkembangan terbaru dunia di event ini. Selain topik menarik dan perkembangan terbaru, sejawat juga bisa berlatih bersama dalam 8 workshop dan post-graduate courses yang sangat berbobot.

loading...
loading...

Kontak Informasi Wartakesehatan
PT. SIBER MEDIA ABADI

Redaksi: redaksi[at]wartakesehatan.com
Tlp/Fax: 021-86610709 / 021-86610709
Iklan: marketing[at]wartakesehatan.com

Terkini

loading...