Kejaksaan Selidiki Korupsi Alkes Dinkes Bandung Barat

Oleh : pprm/red | Senin, 11 Mei 2015 | 12:30 WIB


ilustrasi

Wartakesehatan.com - Pengadaan alat-alat kesehatan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat tahun anggaran 2014 tengah diselidiki oleh Kejaksaan Negeri Bale Bandung.

Dalam pengadaan alkes tersebut, terdapat potensi kerugian negara sebesar Rp 5,5 miliar karena pemenang lelang justru perusahaan yang mengajukan penawaran termahal.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Bale Bandung Andri Juliansyah menuturkan, Kejari Bale Bandung masih melakukan pemeriksaan untuk mengumpulkan alat bukti. Pada pekan lalu, ungkap dia, Kejari Bale Bandung pun mendatangi Kantor Dinkes KBB untuk memeriksa berkas-berkas.

"Tidak ada penggeledahan, kami hanya melakukan pengecekan terhadap barang yang dikirim oleh rekanan, dalam perkara adanya dugaan penyalahgunaan pengadaan alat kesehatan tahun 2014. Pengecekan terhadap barang itu dilakukan, sesuai enggak dengan mereknya, tipenya, dan segala macam," kata Andri, Minggu (10/5/2015).

Menurut dia, penggeledahan belum bisa dilakukan karena kasus tersebut belum dinaikkan ke tahap penyidikan. "Jadi sekarang masih tahap penyelidikan, tapi upaya pengusutan terus dilakukan. Doakan saja, mudah-mudahan bisa selesai dan ditingkatkan ke tahap penyidikan," tuturnya.

Penyelidikan dugaan penyelewengan alkes, kata dia, didasari oleh laporan masyarakat dan laporan Forum Indonesia untuk Transparasi Anggaran (Fitra). "Kami menindaklanjutinya, sekarang masih dalam proses pemeriksaan dan kami berupaya mencari alat bukti," ujarnya.

Koordinator Investigasi dan Advokasi Fitra, Ucok Sky Khadafi mengungkapkan, pengadaan alkes di Dinkes KBB berupa alat kedokteran umum dan alat labolatorium kesehatan.

Menurut dia, proses lelang yang dimenangkan oleh perusahaan pemberi penawaran tertinggi telah mengindikasikan adanya dugaan penggelembungan harga (mark up).

"Pemenang lelang yang dimenangkan itu yang mengajukan penawaran paling tinggi dan mahal. Ada perusahaan yang menawar lebih rendah, tapi kalah. Di situlah yang memunculkan dugaan mark up, karena speknya kan sama-sama saja," kata Ucok.

Dari total anggaran pengadaan alkes KBB tahun 2014 sebesar Rp 9,945 miliar, dia memaparkan, potensi kerugian negara karena dugaan mark up itu disinyalir berjumlah Rp 5,5 miliar. Potensi kerugian negara itu terdiri atas alat kedokteran umum sebesar Rp 4,6 miliar, dan alat labolatorium kesehatan sebesar Rp 895 juta.

"Potensi kerugian negara diperoleh dari dimenangkannya pemenang lelang yang tinggi dan mahal. Di mana-mana, harga yang harus diambil itu paling rendah dan murah, agar kelebihaan duitnya bisa dikembalikankan lagi ke kas daerah. Dua kasus pengadaan alat kesehatan di KBB itu tidak masuk akal," katanya.

Dia menjelaskan, Dinkes KBB menentukan harga perkiraan sendiri (HPS) untuk pengadaan alat kedokteran umum sebesar Rp 8,149 miliar. Pemenang lelang yang dipilih ialah PT Cipta Sukses Medika, yang mengajukan penawaran sebesar Rp 7,96 miliar. Padahal, ada perusahaan yang mengajukan penawaran Rp 3,5 miliar.

Sementara dalam pengadaan alat labolatorium kesehatan, HPS ditentukan sebesar Rp 1,795 miliar. Pemenang lelang adalah PT Guna Bhakti Utama, yang memberikan harga penawaran sebesar Rp 1,781 miliar. Padahal, ada perusahaan yang memberikan penawaran Rp 900 juta.

"Kejaksaan selanjutnya tinggal memangil pihak yang terkait dalam lelang ini, seperti perusahaan pemenang lelang dan kepala dinas untuk mengumpulkan informasi sebagai bagian dari tugas kejaksaan. Kalau perlu, bupati juga harus diperiksa, karena ini menyangkut pertanggungjawaban uang negara," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes KBB Pupu Sari Rohayati mengatakan, kedatangan Kejari Bale Bandung ke Kantor Dinkes bukanlah melakukan penggeledahan, melainkan untuk meminta bukti pengiriman alkes ke puskesmas-puskesmas.

"Saya enggak merasa digeledah. Mereka hanya melihat bukti alat yang diberikan ke puskesmas. Mereka meminta surat tanda pengiriman barangnya. Kan kalau mengirimkan barang itu pakai surat. Enggak ada masalah apa-apa," katanya.

Menurut dia, permintaan bukti pengiriman alkes tersebut merupakan hal yang wajar. Kejari Bale Bandung, kata dia, juga tidak menyampaikan hal yang penting berkaitan dengan adanya dugaan penyelewengan alkes.

"Kan hampir semua di Jawa Barat, dari bantuan gubernur itu semua barang juga harus ada buktinya. Mereka hanya mengobrol biasa, termasuk dengan saya. Mereka datang, meminta suratnya, lalu kami fotocopy dan memberikannya. Itu saja, tidak ada korupsi apa-apa. Percaya sama saya," tukasnya.
- See more at: http://humas.polri.go.id/berita/Pages/Kejaksaan-Selidiki-Pengadaan-Alkes-di-KBB----.aspx#sthash.Gis8jFC0.dpuf




Kontak Informasi Wartakesehatan
PT. SIBER MEDIA ABADI

Redaksi: redaksi[at]wartakesehatan.com
Tlp/Fax: 021-86610709 / 021-86610709
Iklan: marketing[at]wartakesehatan.com

Komentar






Obat & Penyakit - 3 hari yang lalu

Penuhi Kebutuhan Nutrisi Anak Agar Imunitas Kuat dengan Lytacur

Wartakesehatan.com - Semua orang bisa terinfeksi virus corona Covid-19. Karena virus menyerang dan menginfeksi siapa saja tanpa..
Obat & Penyakit - 4 hari yang lalu

Demam dan Batuk Kering Belum Tentu Corona, Ini Strategi Terapi Alaminya!

Wartakesehatan.com - Kasus positif COVID-19 terus berkembang, berdasarkan data Kementerian Kesehatan kasus positif Covid-19..
Warta Sehat - 1 minggu yang lalu

TB. Hasanuddin: Penerapan New Normal Tanpa Persiapan Matang Akan Timbulkan Kematian Massal

Wartakesehatan.com - Indonesia bersiap memasuki fase New Normal atau penormalan baru ditengah pandemi covid-19. Sejumlah..
Tekhnologi - 2 minggu yang lalu

Helm Cerdas Deteksi Corona Sangat Penting dan Perlu

Wartakesehatan.com -  Polda Riau memberikan contoh inisiatif dan inovasi dalam perjuangannya melawan pandemi coronavirus...
Warta Sehat - 2 minggu yang lalu

Di Tengah Pandemi, Hasanuddin Kunjungi Dapil dan Bagikan Ribuan Masker dan Sembako 

Wartakesehatan.com - Di tengah pandemi covid-19 dan jelang Hari Raya Idul Fitri ini, anggota Komisi I DPR RI Fraksi PDI..
Warta Sehat - 2 minggu yang lalu

Covid-19, Sunan Kalijaga Gandeng Nikita Mirzani Baksos ke Markas TNI

Wartakesehatan.com - Ditengah pandemi Covid-19, Pengacara Sunan Kalijaga Bersama Artis dan Forum Kader Bela Negara (FKBN)..
Obat & Penyakit - 3 minggu yang lalu

BPOM: Biasakan Minum Obat Herbal dan Suplemen Kesehatan untuk Daya Tahan Tubuh Menghadapi Pandemi COVID-19

Wartakesehatan.com -  Pandemi COVID-19 membuat sebagian besar masyarakat lebih sadar pentingnya menjaga kesehatan. Salah..
Obat & Penyakit - 3 minggu yang lalu

Studi: Sistem Imun Krusial dalam Melawan Infeksi Virus Corona

Wartakesehat.com - Sebuah penelitian di Australia dalam jurnal Nature Medicine menyimpulkan, sistem imun..
Warta Sehat - 3 minggu yang lalu

8 Cara Jaga Imun tetap Sehat Lawan Virus Corona

Wartakesehatan.com - Untuk melindungi diri dari paparan virus corona, masyarakat dunia telah banyak menjalankan langkah..
Obat & Penyakit - 3 minggu yang lalu

Imunomodulator untuk Cegah Virus Masuk Tubuh

Wartakesehatan.com - Membekali diri dengan cara cegah infeksi virus, dapat “membentengi” tubuh Anda dari berbagai..

+Indeks