Hebat, 2 Alat Ini Untuk Mengukur Kepadatan Mineral Tulang

Oleh : Philip_efr/majalahkesehatan | Sabtu, 01 Agustus 2015 | 02:00 WIB


Wartakesehatan.com - Pemeriksaan untuk mengukur kepadatan mineral tulang dikenal sebagai densitometri, alatnya disebut densitometer. Kepadatan mineral tulang ditentukan oleh jumlah kalsium dan mineral tulang lainnya (dalam mg) yang terkumpul dalam setiap satuan luas (cm2) bagian tulang. Semakin tinggi kandungan mineralnya, semakin padat massa tulang dan semakin kuat tulang Anda.  Perkembangan teknologi kedokteran yang pesat telah menghasilkan teknik-teknik non-invasif untuk mengukur kepadatan mineral tulang.

Di Indonesia dikenal dua cara untuk mengukur kepadatan mineral tulang yaitu dengan densitometer DEXA (Dual Energy X-ray Absorptiometry) dan densitometer USG.

1. DEXA Scan

Tulang belakang dan pinggul dikelilingi oleh sejumlah jaringan lunak, termasuk lemak, otot, pembuluh darah, dan organ-organ perut. Densitometer DEXA memungkinkan kita untuk mengukur massa tulang yang tersembunyi itu dengan memanfaatkan perbedaan atenuasi sinar-X energi rendah dan energi tinggi oleh mineral tulang dan jaringan lunak.

DEXA Scan atau pemindaian DEXA adalah standar emas untuk diagnosis osteoporosis karena memberikan keakuratan yang sangat tinggi, mencapai 98-99%. Pengujian ini dilakukan dengan mesin DEXA pada tulang yang berisiko patah karena osteoporosis. Bagian ini meliputi tulang belakang lumbal yang merupakan bagian punggung bawah, bagian tulang paha yang bergabung dengan pinggul, tulang pergelangan tangan dan lengan bawah.

Pemindaian memakan waktu beberapa menit, tanpa pembiusan, tanpa suntikan, tidak menimbulkan rasa sakit, dan hanya memaparkan radiasi dalam kadar terbatas (jauh di bawah kadar sinar-X untuk rontgen dada). Namun demikian, menurut rekomendasi International Society of Clinical Densitometry (ISCD), pemindaian dengan DEXA untuk skiring dan diagnosis sebaiknya tidak lebih sering dari dua tahun sekali.

Versi portabel dari mesin ini kadang-kadang digunakan untuk skrining kepadatan tulang di klinik-klinik dan pameran kesehatan, tetapi karena hanya memindai tulang yang lebih kecil, misalnya tumit atau jari, dengan hasil tidak seakurat mesin DEXA standar.

Gambar hasil pemindaian digunakan untuk menghitung kepadatan mineral tulang dalam mg/cm2, yang kemudian dibandingkan dengan kepadatan tulang pada kelompok pembanding:

Nilai T

Nilai T (T-score) merupakan unit angka (standar deviasi) di mana kepadatan massa tulang di atas atau di bawah kepadatan mineral tulang orang dewasa muda yang sehat, tanpa memadang ras atau jenis kelamin. Jika Anda mengalami keropos tulang, nilai T Anda negatif karena Anda memiliki kepadatan mineral tulang yang kurang dari standar. Intepretasi nilai T adalah sebagai berikut:

Nilai T

Arti

Di atas -1

Kepadatan massa tulang normal.

Antara -1 dan -2.5

Nilai menunjukkan tanda osteopenia, kondisi di mana kepadatan massa tulang di bawah normal dan dapat berakibat pada osteoporosis.

Di bawah -2.5

Kepadatan massa tulang mengindikasikan osteoporosis.

Setiap penurunan satu poin nilai T menunjukkan kehilangan tulang antara 10 sampai 15 persen yang berarti meningkatkan risiko patah tulang pinggul 3 kali dan patah tulang belakang 2,5 kali.

Dokter mungkin akan menyarankan rontgen sinar-X tradisional untuk memeriksa lebih lanjut bila ada tulang yang patah atau rusak. Sinar-X saja tidak dapat mendiagnosa osteoporosis sampai terjadi patah tulang yang serius (lebih dari 30 persen).

Nilai Z (Z-Score)

Nilai Z adalah angka perbandingan kepadatan tulang Anda dengan kepadatan tulang pada kelompok referensi yang memiliki usia dan jenis kelamin sama dengan Anda. Ras dan berat badan kadang-kadang juga ikut disertakan. Nilai Z dihitung menurut persentil, yaitu persen orang dalam populasi yang memiliki kepadatan tulang lebih rendah. Berikut adalah daftar lengkap nilai Z dan persentilnya. Bila Anda memiliki nilai Z nol maka Anda berada pada persentil 50%. Bila nilai Z Anda adalah -0.84 maka 20% orang lain memiliki kepadatan tulang yang lebih rendah dari Anda. Semakin besar nilai negatif Z, semakin keropos tulang Anda.






Kontak Informasi Wartakesehatan
PT. SIBER MEDIA ABADI

Redaksi: redaksi[at]wartakesehatan.com
Tlp/Fax: 021-86610709 / 021-86610709
Iklan: marketing[at]wartakesehatan.com

Komentar






Warta Sehat - 2 jam yang lalu

Buah dan Sayuran Mentah Menjaga Kesehatan Tubuh Anda

Wartakesehatan.com - Bukan hanya menunjang kesehatan tubuh, buah dan sayurpun dapat memberi manfaat kesehatan untuk mental..
Warta Sehat - 3 jam yang lalu

Ubi Ungu Cocok untuk Diet dan Penderita Diabetes

Wartakesehatan.com - Ubi jalar adalah sesuatu yang sudah familiar ditelinga masyarakat khususnya Indonesia. Hal ini karena ada..
Warta Sehat - 4 jam yang lalu

Nutrisi Dalam Terong Membuatnya Banyak Manfaat

Wartakesehatan.com - Secara teknis terong sebenarnya adalah buah-buahan karena tumbuh dari tanaman berbunga dan mengandung..
Warta Sehat - 5 jam yang lalu

Makanan Kaya Serat untuk Menjaga Berat Badan

Wartakesehatan.com - Dengan bertambahnya umur, maka tak mustahil kalau lemak mulai memenuhi perut dan membuat tubuh terlihat..
Warta Sehat - 6 jam yang lalu

Hindari Hal Kecil Ini Agar Jantung Anda Sehat

Wartakesehatan.com - Secara garis besar, faktor resiko penyakit jantung dapat dikategorikan dalam dua jenis, yaitu faktor..
Warta Sehat - 7 jam yang lalu

Kopi dan Teh Mana yang Baik?

Wartakesehatan.com - Kopi dan Teh adalah minuman yang di gemari masyarakat.  Nutrisionis dari Pritikin Longevity..
Warta Sehat - 7 jam yang lalu

Tips yang Mampu Mencerahkan Puting Payudara

Wartakesehatan.com - Banyak cara yang perempuan lakukan agar penampilan mereka menjadi “sempurna”. Sekalipun bukan..
Warta Sehat - 8 jam yang lalu

Hidup Lebih Sehat dan Berat Badan Bisa Turun

Wartakesehatan.com - Konsisten adalah hal tersulit, baik untuk memperbaiki pola makan, atau berolahraga teratur. Akan lebih..
Warta Sehat - 9 jam yang lalu

Ini Tanda Saat Tubuh Anda Alami Penurunan Zat Besi

Wartakesehatan.com - Wanita ternyata lebih rentan terhadap kekurangan zat besi. Apalagi disaat wanita mengalami menstruasi dan..
Warta Sehat - 10 jam yang lalu

Minuman Ini Memiliki Manfaat yang Sama Dengan Kopi

Wartakesehatan.com - Tak sekadar minuman biasa, menurut penelitian, kopi dapat membantu mencegah kemunculan penyakit saraf..

+Indeks