dr. J. Leimena Bikin Tokoh RMS Insyaf

Oleh : Gunawan | Rabu, 12 Agustus 2015 | 03:03 WIB



Di Indonesia para dokter juga mempunyai peranan penting dalam perjuangan kemerdekaan, antara lain dr. SUtomo, dr. Cipto Mangunsusumo dan dr. J. Leimena. Yang akan kita bahas adalah dr. J. Leimena salah seorang pendiri Partai Kristen Indonesia yang mempunyai rekor menjadi menteri selama 21 tahun berturut-turut tanpa terputus. Sebuah prestasi yang menjukkan bahwa ia bukan orang yang biasa-biasa saja.  Bahkan saat itu ada ungkapan, “Siapapun yang jadi Perdana Menteri nya, menterinya pasti Leimena”.


Pada tanggal 10 November 2010 ia diberi gelar pahlawan Nasional oleh Pemerintah Republik Indonesia.


Leimena sudah aktif di pergerakan ketika masih sekolah menengah di MULO di mana ia menjadi  ketua Pergerakan PEMUDA Kristen Indonesia. Kemudian ketika ia sekolah di STOVIA (sekolah tinggi kedokteran) ia menjadi angggota Pergerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (Christen Studenten Vereniging – CSV).  Iapun menjadi anggota Jong Ambon dan ikut dalam Kongres Pemuda kedua yang melahirkan SUmpah Pemuda serta menjadi panitia Kongres itu.  Pada saat itu orang Maluku lebih bangga kalau dicap sebagai Belanda, tapi Leimena memilih menjadi Bangsa Indonesia dan melahirkan Sumpah Pemuda.



Ketika mengecap pendidikan di STOVIA ini, Leimena mulai mengenal isu nasionalisme. Karena kurangnya keprihatinan kalangan Kristen terhadap nasib bangsa, membuat Leimena terdorong untuk aktif di "Gerakan Oikumene” dan memasyarakatkan nasionalisme Indonesia di gerakan Kristen ini.  Ia ingin mengubah pandangan orang Kristen yang tidak mau aktif dalam perjuangan memerdekakan Indonesia, ia ingin orang-orang Kristen aktif memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.


Asvi Warman Adam, seorang sejarawan LIPI menulis, “Leimena menganjurkan agar orang-orang Kristen menjadi warga negara yang bertanggung jawab, menjadi “garam” dan “terang dunia”. Dalam makalahnya “Kewarganegaraan yang bertanggung jawab”(1955), Leimena mengutip pendapat Evanston yang mengatakan, “Masyarakat yang bertanggung jawab ialah masyarakat di mana kemerdekaan adalah kemerdekaan dari orang-orang yang mengakui bertanggung jawab kepada keadilan dan ketertiban umum dan di mana mereka yang memegang kekuasaan politik dan ekonomi bertanggung jawab dalam menjalankan kekuasaan itu kepada Tuhan dan kepada rakyat.”
Leimena terkenal sebagai orang yang selalu memikirkan orang lain. Dalam Perang Kemerdekaan Ruslam ABdulgani yang ditahan Belanda dalam keadaan luka pernah bertemu Leimena yang juga ditahan, langsung Leimena berteriak-teriak kepada dr. Belanda utk memberikan suntikan tetanus kepada Ruslan, Leimena lalu dibentak oleh tentara Belanda, tapi dokter Belanda kemudian memberikan suntikan tetanus kepada Ruslan.



Ketika istana dikepung tentara tak dikenal tgl 11 Maret 1966 dan Bung Karno pergi dengan helikopter ke Istana Bogor, Subandrio pergi juga mengikuti Bung Karno, Leimena tetap tinggal dan memimpin rapat kabinet karena menurutnya harus ada yang bertanggung jawab meneruskan rapat walaupun resikonya kalau tentara itu menyerbu adalah nyawa.



Ali Sadikin terpilih sebagai gubernur DKI karena saran Leimena kepada Bung Karno dan Jakarta mengalami kemajuan pesat di bawah kepemimpinan Ali Sadikin.


Leimena juga berperan membuat tokoh-tokoh RMS (Republik Maluku Selatan)  menjadi insyaf. Dalam pemberontakan separatis RMS Leimena diutus untuk menginsafkan rakyat bahwa Republik Indonesia juga milik rakyat Maluku. Dr Pattiradjawane yang menjadi menteri kesehatan RMS kemudian kembali ke pangkuan ibu pertiwi dan kemudian membantu nDinas Kesehatan Angkatan Darat di Rumah Sakit Tentara, Ambon.


Sebelum meninggal tanggal 29 Maret 1977, Leimena sebagai seorang yang pernah menjadi Menteri kesehatan 8 kali dan Menteri Muda kesehatan 2 kali, duduk dalam Panitia Sejarah Kesehatan Indonesia 1945-1975. Ia ditunjuk oleh Menteri kesehatan saat itu, Siwabessy sebagai ketua Panitia Penyusunan Sejarah Kesehatan Indonesia.



Keteladanan Leimena adalah orang yang teguh memegang prinsip walaupun ia harus menentang arus.




Kontak Informasi Wartakesehatan
PT. SIBER MEDIA ABADI

Redaksi: redaksi[at]wartakesehatan.com
Tlp/Fax: 021-86610709 / 021-86610709
Iklan: marketing[at]wartakesehatan.com

Komentar






Warta Sehat - 9 menit yang lalu

Normalkah Mencium Celana Dalam Pasangan ?

Wartakesehatan.com – Masih banyak orang yang masih mempunyai kebiasaan mencium celana dalam lawan jenis. Kebiasaan..
Warta Sehat - 51 menit yang lalu

Jaga Kosentrasi Penuh dengan Sarapan Pagi

Wartakesehatan.com - Menurut ahli gizi sarapan tidak seharusnya dilewatkan oleh mereka yang tengah diet..
Warta Sehat - 3 jam yang lalu

Konsumsi Oatmeal Terbukti Baik bagi Jantung

Wartakesehatan.com - Terkadang makanan yang dianggap enak, justru punya bahaya kesehatan yang mengintai. Sebut saja memicu..
Warta Sehat - 3 jam yang lalu

Sarapan dulu atau Olahraga Dulu ?

Wartakesehatan - Olahraga pagi diakui mampu mampu meningkatkan kebugaran tubuh saat beraktivitas. Namun ada sebuh..
Warta Sehat - 5 jam yang lalu

Roti Tawar Biasa Tidak Baik untuk Kesehatan Tubuh?

Wartakesehatan - Hampir sebagaian besar orang mempunyai kebiasaan mengonsumsi roti tawar dipagi hari, memang benar sarapan..
Warta Sehat - 6 jam yang lalu

Sereal Menu Sarapan yang Menyehatkan

Wartakesehatan.com - Victoria Taylor, seorang ahli diet British Heart Foundation menyatakan, sarapan yang sehat dapat..
Warta Sehat - 23 jam yang lalu

Diet Tinggi Gula Dapat Memengaruhi Kualitas Sperma

Wartakesehatatan.com - Tak hanya gula darah, tetapi makanan dan minuman manis bisa berpengaruh pada kesehatan..
Warta Sehat - 1 hari yang lalu

Kondisi Kaki yang Bisa Mengungkap Masalah Kesehatan

Wartakesehatan.com - Mulai sekarang jangan sepelekan kondisi kakimu. Seperti diktuip dari everyday health, kondisi kaki bisa..
Warta Sehat - 1 hari yang lalu

Tips Pulihkan Rasa Lelah Usai Pulang Kerja

Wartakesehatan.com-Kelelahan setelah pulang bekerja merupakan hal yang tidak bisa dihindari, karenanya Anda perlu mencari cara..
1 hari yang lalu

Cara Mengatasi Alergi Yang Kumat

Wartakesehatan.com-Alergi terjadi karena sistem imun Anda salah mengira zat yang pada dasarnya tidak berbahaya sebagai ancaman..

+Indeks