ECCT Revolusi Penyembuhan Kanker

Oleh : icha Abdillah | Selasa, 29 September 2015 | 11:42 WIB



Wartakesehatan.com - Seorang dokter spesialis bedah kepala leher menyatakan temuan alat terapi "Electro Capacitive Cancer Treatment/ECCT" terbukti secara ilmiah bisa membunuh atau mematikan sel kanker.

"Dengan adanya temuan ini maka merombak pemahaman pengobatan kanker hanya bisa dilakukan melalui operasi, radioterapi, maupun kemoterapi yang dinilai sangat membutuhkan biaya yang besar," kata Dr dr Sahudi Salim, SpB(K)KL usai sidang disertasi di Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (Unair) di Surabaya, Senin (28/9).

Ia mengatakan, hasil ECCT yang berbasis biofisika itu membuktikan bahwa medan listrik dapat membunuh sel kanker lewat penggunaan medan magnet relatif yang tidak menimbulkan efek samping jika dibanding kemoterapi, radioterapi, maupun operasi.

"Penelitian itu juga mengubah paradigma yang sudah bertahan hampir 100 tahun di dunia kedokteran yang selalu ditopang pengobatan biokimia. Dengan menggunakan medan listrik 20 volt selama 24 jam kemudian jumlah sel hidup dan mati dihitung," ungkapnya.

Sementara itu, dosen penguji disertasi, Prof Dr David S Perdanakusuma, dr Sp.BP(K) mengungkapkan bahwa alat terapi ECCT sudah digunakan secara luas di seluruh dunia, namun masih belum ada sisi ilmiahnya, sehinnga jenis terapi tersebut masih dipertanyakan keabsahannya.

"Dari sisi profesi masih banyak yang mempertanyakan alat ECCT karena dianggap jenis terapi yang menyesatkan, namun ternyata setelah ada penelitian dari Dr Sahudi, maka ditarik benang merah yang menemukan bahwa sel-sel dengan pajanan listrik bisa mati," ungkapnya.

Ia berharap bahwa penelitian ECCT itu ke depannya bisa digunakan ke pasien karena selama ini masih dalam tahapan in vitro atau hanya dilakukan di laboratorium yaitu menggunakan sel Hela, sel Kanker Rongga Mulut, dan sel Mesenkim Sumsum Tulang.




Kontak Informasi Wartakesehatan
PT. SIBER MEDIA ABADI

Redaksi: redaksi[at]wartakesehatan.com
Tlp/Fax: 021-86610709 / 021-86610709
Iklan: marketing[at]wartakesehatan.com

Komentar






Warta Sehat - 14 jam yang lalu

Cek Tanda-Tanda Penyakit Lewat Kondisi dan Kesehatan Mulut

Wartakesehatan.com - Kesehatan mulut penting untuk dijaga mengingat bahwa segala macam penyakit dari kuman dan bakteri..
Liputan Khusus - 1 hari yang lalu

IndoHCF Siap Fasilitasi Produk Inovasi Anak Bangsa

Wartakesehatan.com – Teknologi anak bangsa selama ini dipandang sebelah mata. Dari produk yang katanya kurang matang,..
Warta Sehat - 1 hari yang lalu

Awas, Ngemil di Malam Hari Bisa Merusak Otak!

Wartakesehatan.com - Sering menunda-nunda makan hingga larut malam atau selalu ngemil saat malam hari? Awas, negemil di..
Psikolog - 1 hari yang lalu

Begini Sikap Orang Tua yang Tepat Jika Melihat Anak Masturbasi

Wartakesehatan.com - Belum lama ini ramai dibicarakan tentang Buku “Aku Berani Tidur Sendiri” dimana salah..
Mamin - 1 hari yang lalu

Fakta Soal Minuman Berenergi yang Wajib Anda Tahu

Wartakesehatan.com - Banyak dari Anda yang pasti sudah tahu minuman berenergi tak baik untuk kesehatan. Tetapi, ada..
Warta Sehat - 1 hari yang lalu

5 Cara Ampuh Mengatasi Tidur Mendengkur

Wartakesehatan.com - Mendengkur adalah salah satu gangguan tidur yang dialami oleh sedikitnya 45 persen penduduk di dunia...
Warta Sehat - 1 hari yang lalu

Bakar Lemak Dengan Aktivitas Ini di Rumah

Wartakesehatan.com - Pernahkah terpikir olah Anda, bahwa aktivitas sehari-hari di rumah ternyata efektif untuk membakar lemak?..
Warta Sehat - 1 tahun yang lalu

Labu Kuning Mencegah Penuaan Dini

Wartakesehatan.com - Labu kuning kaya akan vitamin dan mineral, namun sangat rendah kalori. Fakta tersebut membuat labu menjadi..
Warta Sehat - 1 tahun yang lalu

Cara Mudah Jaga Kesehatan Mata

Wartakesehatan.com - Setiap orang pasti ingin kondisi matanya selalu dalam keadaan sehat sampai usia telah lanjut. Mata..
Liputan Khusus - 1 tahun yang lalu

HUT ke 16 BPOM Serempak Kampanyekan Peduli Obat & Pangan di 34 Kota

Wartakesehatan.com – Sebagai lembaga Negara yang dipercaya menjadi badan pengawasan terhadap peredaran produk obat dan..

+Indeks