Awas, Penyakit Seksual Hantui Anak Muda

Oleh : Dirk/sindo | Selasa, 12 Januari 2016 | 18:30 WIB


(Ist)

Wartakesehatan - Sebuah survei nasional yang dilakukan Yonsei University terkait anak muda di Korea Selatan (Korsel) mengungkapkan, bahwa seks usia dini memicu risiko tinggi terkena penyakit seksual. Survei ini dilakukan terhadap anak berusia 13-18 tahun. 

Survei online ini melibatkan lebih dari 525.000 siswa kelas 7-12 dan dilakukan dari tahun 2007-013. Hasilnya, 4% dari responden siswa mengaku pernah melakukanhubungan seksual.

Mereka mengaku sudah melakukannya sejak sekolah dasar dan ada juga yang berhubungan seksual saat kelas 12. Selain itu, 7% responden mengaku pernah terserang penyakit menular seksual, seperti gonorrhea atau kencing nanah, sifilis,chlamydia dan infeksi HIV.

Dilansir dari Reuters, jika dibandingkan dengan usia responden, maka peneliti menemukan bahwa semakin dini usia responden melakukan hubungan seksual pertama kali, maka semakin besar risiko terserang penyakit seksual. "Dibandingkan anak-anak yang baru berhubungan di kelas 12, mereka yang pertama kali melakukannya di kelas 7 berpeluang tiga kali lebih besar untuk terkena penyakit seksual, terutama untuk remaja pria," papar salah satu peneliti, Seo Yoon Lee.

Meski demikian, Lee menilai, 4% responden tersebut relatif kecil untuk ukuran populasi muda di Korea. "Makin dini usia seksnya untuk pertama kali juga berarti remaja ini memiliki masa seksual aktif yang lebih panjang, sehingga ada kemungkinan bergonta-ganti pasangan juga," kata dia. 

Selain itu, internet juga menjadi salah satu penyebab seks usia dini di Korsel. Pasalnya, materi-materi seksual bisa diakses melalui internet. Beberapa orang tua di Korsel pun menilai, seks dan sistem reproduksi merupakan hal yang tabu. Tak heran jika edukasi seks belum diterapkan dengan baik.




Fokus : Seksual


#Anak #Penyakit Seksual
Kontak Informasi Wartakesehatan
PT. SIBER MEDIA ABADI

Redaksi: redaksi[at]wartakesehatan.com
Tlp/Fax: 021-86610709 / 021-86610709
Iklan: marketing[at]wartakesehatan.com

Komentar






Warta Sehat - 5 hari yang lalu

Pembagian Sembako untuk Kaum Dhuafa Bekasi oleh Ezy Pratama Foundation dan INTI

 Wartakesehatan.com.- Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) bersama yayasan ezy pratama foundation mengadakan bakti..
Alkes & Lab - 1 minggu yang lalu

Confidence Persembahkan Adult Pants Gender untuk Pria dan Wanita

Jakarta, WartaKesehatan.com - Confidence, merek popok dewasa nomor 1 di Indonesia kembali meluncurkan produk terbarunya,..
Warta Sehat - 1 minggu yang lalu

Donasi Dexa Group Agar Tenaga Medis Miliki Imun Kuat

Wartakesehatan.com - Derasnya dukungan penanganan Covid -19 dengan menyumbang Donasi 20.000 kapsul Stimuno Forte dan 50 goodie..
Warta Sehat - 1 minggu yang lalu

CFD Jangan jadi Cluster Baru, Konsisten Jaga Imun Tubuh

  Wartakesehatan.com, JAKARTA - Pelonggaran PSBB sudah dilakukan di beberapa daerah, namun sayangnya tidak semua..
Obat & Penyakit - 1 minggu yang lalu

Menkes: Masyarakat Jangan Ragu untuk Konsumsi OMAI

Jakarta - Tak pernah bosan Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto mengimbau agar masyarakat tak perlu ragu untuk..
Warta Sehat - 1 minggu yang lalu

Komnas Anak Tuding Gubernur DKI Hilangkan Hak Anak

Wartakesehatan.com - Hilangnya hak anak atas pendidikan di DKI Jakarta dan bahkan di Indonesia tahun ajaran baru 2020/2021..
Warta Sehat - 1 minggu yang lalu

Jadikan Sumatera Bebas Asap, Kapolda Sumsel dan Jambi Bangun Posko Karhutla Bersama

Wartakesehatan.com -  Guna mengantisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) pada masa kemarau tahun ini, Kepala..
Warta Sehat - 1 minggu yang lalu

Baksos Ezy Pratama Foundation dan Yayasan INTI ke Kaum Dhuafa Klender

Wartakesehatan.com - Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) bersama yayasan ezy pratama foundation mengadakan bakti sosial di..
Obat & Penyakit - 3 minggu yang lalu

New Normal: Menjaga Imunitas dengan Imunomodulator Herbal

JAKARTA - Kita tahu, wabah korona belum kunjung usai di dunia dan negara kita, Indonesia. Apalagi sampai saat ini vaksin untuk..
Warta Sehat - 3 minggu yang lalu

Hasanuddin Minta Pemerintah Daerah Tak Asal Terapkan New Normal

JAKARTA,- Pemerintah menerapkan kenormalan baru atau new normal di tengah pandemi covid-19. Langkah ini mendapat sorotan dari..

+Indeks