Ketahui Risiko Mewarnai Rambut Saat Hamil

Oleh : Ilham Moestavi | alodokter.com | Kamis, 14 Januari 2016 | 16:00 WIB


IST

Wartakesehatan - Pewarna rambut pada umumnya dibuat dari bahan kimia, yang mungkin dapat terserap oleh kulit kepala dan rambut, lalu masuk ke dalam tubuh serta membahayakan janin. Mengenai dosis pada pewarna rambut permanen atau semi permanen, keduanya sama saja. Salah satu kondisi yang harus diperhatikan saat mewarnai rambut adalah adanya kontak langsung antara kulit kepala dengan bahan kimia dari pewarna rambut. Hal ini harus dihindari jika Anda ingin mewarnai rambut saat hamil untuk meminimalisasi potensi buruk yang mungkin timbul.

Jika terjadi kontak, bahan kimia dalam pewarna rambut mungkin saja akan masuk melalui kulit kepala dan akan diteruskan ke janin. Makin sedikit bahan kimia yang terserap kulit kepala, makin aman Anda dan janin Anda. Untuk menambah kepastian dari segi keamanan, hindari mewarnai rambut saat kulit kepala mengalami iritasi.

Alternatif yang bisa dilakukan untuk meminimalisasi kontak langsung antara bahan kimia dan kulit kepala adalah dengan melakukan highlighting rambut. Pewarna yang diaplikasikan pada rambut hanya akan diserap oleh rambut, bukan kulit kepala Anda.

Pikirkan juga mengenai paparan bahan kimia yang mungkin Anda terima terutama jika melakukan pewarnaan rambut secara mandiri. Sebaiknya gunakan sarung tangan untuk meminimalisasi kontak bahan kimia dengan kulit tangan. Pilih tempat dengan struktur ventilasi yang baik saat melakukan pewarnaan sehingga paparan bahan kimia yang mengenai tubuh bisa dikurangi.

Jangan lupa untuk memeriksa label pewarna rambut dan perhatikan bahan kimia yang terkandung di dalamnya. Jangan mudah tertipu dengan embel-embel terbuat dari tanaman herba atau bahan-bahan ‘alami’ lainnya yang tertera di kemasan. Karena meski mengandung pewarna rambut alami, produsen mungkin menyelipkan senyawa kimia sintetis yang sama dengan yang hendak dihindari.

Salah satu pewarna rambut alami yang berasal dari tumbuhan dan aman digunakan adalah henna atau pacar. Pewarna ini bersifat semipermanen dan telah digunakan sebagai pewarna sejak jaman dahulu. Sayangnya, pemakaiannya yang relatif tidak rapi dan lama sering menjadi kendala. Selain itu, warna yang dihasilkan tidak bisa dipilih selayaknya pewarna rambut buatan pabrik.

Jika terdapat jenis henna yang mampu menghasilkan warna lain dan waktu pemakaian yang cepat, patut diduga bahwa produk tersebut telah dicampur dengan bahan kimia sintetis. Selain itu, henna yang semacam itu bisa telah dicampurkan dengan senyawa logam juga. Campuran keduanya mengandung risiko buruk untuk kesehatan Anda dan janin.

Yang pasti, selalu ikuti petunjuk pemakaian yang tertera di dalam kemasan. Salah satu yang sering diabaikan adalah berlama-lama dengan proses pewarnaan rambut. Tidak lupa, basuhlah kepala Anda secara menyeluruh setelah mewarnai rambut.




Fokus : Hamil


#Hamil
Kontak Informasi Wartakesehatan
PT. SIBER MEDIA ABADI

Redaksi: redaksi[at]wartakesehatan.com
Tlp/Fax: 021-86610709 / 021-86610709
Iklan: marketing[at]wartakesehatan.com

Komentar






Warta Sehat - 4 hari yang lalu

Pembagian Sembako untuk Kaum Dhuafa Bekasi oleh Ezy Pratama Foundation dan INTI

 Wartakesehatan.com.- Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) bersama yayasan ezy pratama foundation mengadakan bakti..
Alkes & Lab - 1 minggu yang lalu

Confidence Persembahkan Adult Pants Gender untuk Pria dan Wanita

Jakarta, WartaKesehatan.com - Confidence, merek popok dewasa nomor 1 di Indonesia kembali meluncurkan produk terbarunya,..
Warta Sehat - 1 minggu yang lalu

Donasi Dexa Group Agar Tenaga Medis Miliki Imun Kuat

Wartakesehatan.com - Derasnya dukungan penanganan Covid -19 dengan menyumbang Donasi 20.000 kapsul Stimuno Forte dan 50 goodie..
Warta Sehat - 1 minggu yang lalu

CFD Jangan jadi Cluster Baru, Konsisten Jaga Imun Tubuh

  Wartakesehatan.com, JAKARTA - Pelonggaran PSBB sudah dilakukan di beberapa daerah, namun sayangnya tidak semua..
Obat & Penyakit - 1 minggu yang lalu

Menkes: Masyarakat Jangan Ragu untuk Konsumsi OMAI

Jakarta - Tak pernah bosan Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto mengimbau agar masyarakat tak perlu ragu untuk..
Warta Sehat - 1 minggu yang lalu

Komnas Anak Tuding Gubernur DKI Hilangkan Hak Anak

Wartakesehatan.com - Hilangnya hak anak atas pendidikan di DKI Jakarta dan bahkan di Indonesia tahun ajaran baru 2020/2021..
Warta Sehat - 1 minggu yang lalu

Jadikan Sumatera Bebas Asap, Kapolda Sumsel dan Jambi Bangun Posko Karhutla Bersama

Wartakesehatan.com -  Guna mengantisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) pada masa kemarau tahun ini, Kepala..
Warta Sehat - 1 minggu yang lalu

Baksos Ezy Pratama Foundation dan Yayasan INTI ke Kaum Dhuafa Klender

Wartakesehatan.com - Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) bersama yayasan ezy pratama foundation mengadakan bakti sosial di..
Obat & Penyakit - 3 minggu yang lalu

New Normal: Menjaga Imunitas dengan Imunomodulator Herbal

JAKARTA - Kita tahu, wabah korona belum kunjung usai di dunia dan negara kita, Indonesia. Apalagi sampai saat ini vaksin untuk..
Warta Sehat - 3 minggu yang lalu

Hasanuddin Minta Pemerintah Daerah Tak Asal Terapkan New Normal

JAKARTA,- Pemerintah menerapkan kenormalan baru atau new normal di tengah pandemi covid-19. Langkah ini mendapat sorotan dari..

+Indeks