RS Pusat Otak Nasional Modern dan Pengabdian

Oleh : icha Abdillah | Senin, 18 Januari 2016 | 21:41 WIB


Direktur Utama RS Pusat Otak Nasional Dr Mursyid Bustami, Sp.S (K), KIC

Wartakesehatan.com - Modernisasi alat-alat kesehatan di Rumah Sakit Pemerintah harus menjadi yang terdepan termasuk Rumah Sakit Pusat Otak Nasional dibilangan Jalan MT Haryono, Jakarta Timur.

Banyak orang awam masih belum mengetahui secara detail Rumah Sakit Pusat Otak Nasional ini , berikut hasil wawancara tim redaksi kesehatan dengan Direktur Utama RS Pusat Otak Nasional Dr Mursyid Bustami, Sp.S (K), KIC, baik mengenai peralatan canggih serta penanganan khusus.

Susilo Bambang Yudhoyono mantan Presiden ke 6 Republik Indonesia menjadikan ide penamaan Rumah Sakit ini sebagai pusat penangangan Otak Nasional, karena di Indonesia nama rumah sakit dengan penanganan khusus seperti rumah sakit jantung, rumah sakit kanker, rumah sakit mata, sudah ada namun belum yang mengkhususkan dengan otak.

Dengan tingkat kesakitan karena stroke (serangan otak) yang mencapai 12,3/1.000 penduduk, maka diperlukan rumah sakit yang khusus dan secara komprehensif menangani masalah kesehatan otak dan syaraf (neurologi). Stroke juga menjadi penyebab kematian terbanyak di rumah-ruma sakit di Indonesia. “Untuk itulah pemerintah membangun Rumah Sakit Pusat Otak Nasional,” kata Dr Mursyid Bustami, Sp.S (K), KIC, Direktur Utama Rumah Sakit (RS) Pusat Otak Nasional kepada wartakesehatan.com diruang kerjanya.

Sebagai penyebab kematian terbesar masalah stroke tentu saja jadi persoalan besar juga. Penderita stroke yang tercatat di RS Pusat Otak Nasional rata-rata berumur di atas 45 tahun yang tersebar di seluruh Indonesia bahkan saat ini sudah beranjak diusia muda."Yang namanya syaraf itu dari ujung kaki hingga kepala dan disini kita menangani.Bahkan kita pernah menangani operasi pengangkatan tumor di kepala tanpa pembiusan,"ujarnya.

Pengakuan Luar Negeri Pemerintah, di era Presiden SBY, melihat stroke sebagai ancaman bagi kesehatan masyarakat yang akut sehingga diperlukan rumah sakit yang khusus. Selain itu, menurut dr Mursyid, rumah sakit otak pun menjadi bagian dari upaya menghemat devisa karena banyak penderita stroke yang berobat ke luar negeri.

Di kawasan Asean rumah sakit neuroscience ada di Bangkok, Thailand. Persoalan besar yang dihadapi sektor kesehatan di dalam negeri adalah sumber daya manusia, terutama tenaga medis dan paramedis. “Saat ini ada 100 tenaga spesialis mulai tingkat profesor dan terbanyak para dokter muda, Kita siap dan melayani pasien untuk operasi tak perlu ke luar negeri lagi"tambahnya.

Ada hal yang menarik yakni para dokter-dokter dari Jepang dan Finlandia sudah bekerja sama dalam operasi (bedah) otak di RS Pusat Otak Nasional. Bahkan, dokter-dokter dari Finlandia sudah menyatakan tidak perlu dibayar. Mereka hanya minta tiket kapal terbang dan akomodasi. “Kalau ada lima pasien yang akan dibedah, kami akan datang,” kata dr Mursyid yang senang dengan itikad baik dokter asing dalam transformasi ilmu kedokteran bedah ini.

RS Pusat Otak Nasional merupakan rumah sakit pemerintah di kelas A Paripurna dengan kemampuan memberikan layanan kedokteran spesialis dan subspesialis terbatas.

Rumah sakit ini merupakan tempat rujukan dari rumah sakit kabupaten seluruh Indonesia. Saat ini ada 138 tempat tidur yang siap digunakan, Nanti ada 446 tempat tidur inap dengan puluhan dokter spesialis. Dari 446 tempat tidur ada 44 tempat tidur di rumah sakit ini dengan kelas VIP bahkan President suite di lantai 11."Saat ini banyak rujukan dari wilayah Jakarta Timur, Jabotabek dan beberapa daerah di Indonesia,"jelasnya.

Persoalan yang dihadapi Indonesia dalam kesehatan otak yang terkait dengan syaraf adalah penyebaran dokter ahli syaraf. Di Indonesia ada 1.400 dokter ahli syaraf, tapi, “Penyebarannya yang tidak merata,” ujar dr Mursyid. Di wilayah Jakarta dan sekitarnya saja ada 200 dokter ahli syarat. Tentu saja hal itu terkait dengan penghasilan. Apalagi sejak pemerintah menjalankan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang bernaung di bawah BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) insentif dokter spesialis sangat kecil.

Dokter di rumah sakit pemerintah meski gajinya kecil namun pengabdian yang dicari tidak seperti rumah-rumah sakit swasta di Jakarta dan sekitarnya, misalnya, menawarkan gaji Rp 40 juta/bulan dengan durasi kerja pada jam kerja. Itu artinya dokter masih bisa mencari tambahan melalui praktek sendiri. Ini menggiurkan bagi sebagian dokter karena jauh lebih baik daripada hanya terima gaji sebagai PNS."Malah ada yang mebanding-bandingkan dokter dengan sopir busway,"kilasnya.

Doker ahli bedah syaraf lebih sedikit lagi. Tapi, pengalaman dr Mursyid menujukkan penderita stroke yang membutuhkan operasi (bedah) hanya 5 persen. Ruang lingkup atau cakupan RS Pusat Otak Nasional adalah stroke, infeksi otak, trauma kepala atau cidera kepala, syaraf dan epilepsi. Sebagai pusat rujukan rumah sakit ini pun menerima pasien BPJS."Yang lebih dari kita adalah pelayanan, karena kita bisa merawat pasien kondisi perlu penanganan waktu yang lama bahkan mencapai bulanan dan ini tetap bisa di cover BPJS. Nah ini kita tidak mencari profit melainkan pelayanan yang utama untuk masyarakat,"jelansya.

Satu lagi program unggulan dari RS Pusat Otak Nasional adalah dengan pelayanan Home Care."Kita melakukan perawatan ke rumah pasien dengan program home care ini diharapkan meningkatkan dan mempercepat tingkat kesembuhan,"jelasnya.

Dalam kaitan itulah diperlukan penyuluhan. Di masa-masa awal pendirian puskesmas (pusat kesehatan masyarakta) fungsinya adalah preventif (pencegahan) melalui promosi kesehatan. "Tenaga-tenaga dari kami juga melakukan pelatihan ke Puskesmas yang ada di Jakarta Timur agar bisa mengetahui dan memberikan tindakan yang tepat untuk pasien khusus,"tambahnya.

RS Pusat Otak Nasional ini memiliki alat-alat modern seperti MRI 3 T, CT Scan 256 slice."Di awal berdiri hanya ada dua rumah sakit yang memiliki alat-alat modern itu salah satunya kita seperti CT Scan 256 slice yang memiliki keakurasian yang canggih,"ucapnya.

Lebih dari itu RS Pusat Otak Nasional akan memiliki bangunan menginap untuk para keluarga pasien."Saat ini gedung parkir dan ruangan menginap keluarga juga akan dibangun tahun ini agar para keluarga pasien bisa tenang menunggu pasien,"katanta.

Untuk memberikan kecepatan dalam menangani pasien stroke RS Pusat Otak Nasional, dilengkap dengan helipad.




Fokus : RS Pusat Otak Nasional


#Rsotak
Kontak Informasi Wartakesehatan
PT. SIBER MEDIA ABADI

Redaksi: redaksi[at]wartakesehatan.com
Tlp/Fax: 021-86610709 / 021-86610709
Iklan: marketing[at]wartakesehatan.com

Komentar






Warta Sehat - 1 hari yang lalu

Pembagian Sembako untuk Kaum Dhuafa Bekasi oleh Ezy Pratama Foundation dan INTI

 Wartakesehatan.com.- Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) bersama yayasan ezy pratama foundation mengadakan bakti..
Alkes & Lab - 4 hari yang lalu

Confidence Persembahkan Adult Pants Gender untuk Pria dan Wanita

Jakarta, WartaKesehatan.com - Confidence, merek popok dewasa nomor 1 di Indonesia kembali meluncurkan produk terbarunya,..
Warta Sehat - 5 hari yang lalu

Donasi Dexa Group Agar Tenaga Medis Miliki Imun Kuat

Wartakesehatan.com - Derasnya dukungan penanganan Covid -19 dengan menyumbang Donasi 20.000 kapsul Stimuno Forte dan 50 goodie..
Warta Sehat - 6 hari yang lalu

CFD Jangan jadi Cluster Baru, Konsisten Jaga Imun Tubuh

  Wartakesehatan.com, JAKARTA - Pelonggaran PSBB sudah dilakukan di beberapa daerah, namun sayangnya tidak semua..
Warta Sehat - 1 minggu yang lalu

Komnas Anak Tuding Gubernur DKI Hilangkan Hak Anak

Wartakesehatan.com - Hilangnya hak anak atas pendidikan di DKI Jakarta dan bahkan di Indonesia tahun ajaran baru 2020/2021..
Warta Sehat - 1 minggu yang lalu

Jadikan Sumatera Bebas Asap, Kapolda Sumsel dan Jambi Bangun Posko Karhutla Bersama

Wartakesehatan.com -  Guna mengantisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) pada masa kemarau tahun ini, Kepala..
Warta Sehat - 1 minggu yang lalu

Baksos Ezy Pratama Foundation dan Yayasan INTI ke Kaum Dhuafa Klender

Wartakesehatan.com - Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) bersama yayasan ezy pratama foundation mengadakan bakti sosial di..
Obat & Penyakit - 2 minggu yang lalu

New Normal: Menjaga Imunitas dengan Imunomodulator Herbal

JAKARTA - Kita tahu, wabah korona belum kunjung usai di dunia dan negara kita, Indonesia. Apalagi sampai saat ini vaksin untuk..
Warta Sehat - 3 minggu yang lalu

Hasanuddin Minta Pemerintah Daerah Tak Asal Terapkan New Normal

JAKARTA,- Pemerintah menerapkan kenormalan baru atau new normal di tengah pandemi covid-19. Langkah ini mendapat sorotan dari..
Obat & Penyakit - 3 minggu yang lalu

WFH Bikin Sakit Kepala Ini Obatnya

JAKARTA - Sejak bulan Maret 2020, sebagian besar kantor sudah menerapkan kebijakan kerja dari rumah (WFH) akibat penularan..

+Indeks