Studi: Status Jomblo pengaruhi Pola Makan

Oleh : Dirk/Metro | Rabu, 20 Januari 2016 | 20:33 WIB


(ilustrasi)

Wartakesehatan - Percaya atau tidak penelitian terbaru mengatakan status lajang dan makanan yang dikonsumsi berkaitan dan berpengaruh pada tubuh.

Salah satu penelitian menemukan bahwa seorang lajang memiliki tubuh lebih kurus bila dibandingkan dengan mereka yang memiliki pasangan. Sementara, penelitian lain menemukan, mereka yang hidup bersama orang lain cenderung mengonsumsi makan lebih sehat daripada para lajang.

Laporan pertama, diterbitkan baru-baru ini dalam Journal of Family Issues, melihat pada data 20 tahun yang lalu dari National Longitudinal Survey of Youth tahun 1979, sebuah studi federal Amerika.

Hasilnya, mereka yang berusia 14 hingga 22 yang tinggal sendiri dikaitkan dengan berat badan seimbang yang lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang tinggal bersama orang lain.

Penulis studi tersebut, Jay D. Teachman, seorang profesor sosiologi di Western Washington University, menduga pasangan yang sudah menikah telah memiliki rutinitas.

Namun, seorang lajang juga mungkin lebih insentif untuk tetap sehat dan langsing karena masih berkencan.

"Tanpa menghakimi, kebanyakan lajang Lebih sering membuka kulkas dan mengambil yogurt dan berpendapat makanan itu baik," ungkapnya dalam perumpamaan.

Pada studi lain, yang diterbitkan pada Agustus dalam Nutrition Reviews, para peneliti dari Queensland University of Technology melihat 41 studi berbahasa Inggris yang meneliti hubungan antara asupan makanan dan hidup sendiri.

Mereka menemukan bahwa pada umumnya, orang-orang yang hidup sendiri memiliki keragaman yang lebih rendah dalam apa yang mereka makan. Mereka makan buah-buahan dan sayuran lebih sedikit dan kurang ikan dari orang-orang yang berpasangan.

Katherine L. Hanna, peneliti utama pada studi dan dosen di School of Exercise and Nutrition di universitas, mencatat bahwa ada "inkonsistensi" antara studi individu, dan bahwa temuan kelompok adalah titik awal untuk penelitian masa depan.

Tapi, dia berspekulasi bahwa faktor ekonomi mungkin menjadi salah satu alasan bahwa mereka yang lajang cenderung makan makanan kurang bergizi.

"Semua tergantung pada individu masing-masing. Seberapa pentingnya mereka menempatkan makan sehat, tanpa memandang status hidup?"  kata Katherine W. Bauer, seorang asisten profesor ilmu gizi di University of Michigan School of Public Health.




Fokus : Pola Makan


#Jomblo
Kontak Informasi Wartakesehatan
PT. SIBER MEDIA ABADI

Redaksi: redaksi[at]wartakesehatan.com
Tlp/Fax: 021-86610709 / 021-86610709
Iklan: marketing[at]wartakesehatan.com

Komentar






Warta Sehat - 4 hari yang lalu

Pembagian Sembako untuk Kaum Dhuafa Bekasi oleh Ezy Pratama Foundation dan INTI

 Wartakesehatan.com.- Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) bersama yayasan ezy pratama foundation mengadakan bakti..
Alkes & Lab - 1 minggu yang lalu

Confidence Persembahkan Adult Pants Gender untuk Pria dan Wanita

Jakarta, WartaKesehatan.com - Confidence, merek popok dewasa nomor 1 di Indonesia kembali meluncurkan produk terbarunya,..
Warta Sehat - 1 minggu yang lalu

Donasi Dexa Group Agar Tenaga Medis Miliki Imun Kuat

Wartakesehatan.com - Derasnya dukungan penanganan Covid -19 dengan menyumbang Donasi 20.000 kapsul Stimuno Forte dan 50 goodie..
Warta Sehat - 1 minggu yang lalu

CFD Jangan jadi Cluster Baru, Konsisten Jaga Imun Tubuh

  Wartakesehatan.com, JAKARTA - Pelonggaran PSBB sudah dilakukan di beberapa daerah, namun sayangnya tidak semua..
Obat & Penyakit - 1 minggu yang lalu

Menkes: Masyarakat Jangan Ragu untuk Konsumsi OMAI

Jakarta - Tak pernah bosan Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto mengimbau agar masyarakat tak perlu ragu untuk..
Warta Sehat - 1 minggu yang lalu

Komnas Anak Tuding Gubernur DKI Hilangkan Hak Anak

Wartakesehatan.com - Hilangnya hak anak atas pendidikan di DKI Jakarta dan bahkan di Indonesia tahun ajaran baru 2020/2021..
Warta Sehat - 1 minggu yang lalu

Jadikan Sumatera Bebas Asap, Kapolda Sumsel dan Jambi Bangun Posko Karhutla Bersama

Wartakesehatan.com -  Guna mengantisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) pada masa kemarau tahun ini, Kepala..
Warta Sehat - 1 minggu yang lalu

Baksos Ezy Pratama Foundation dan Yayasan INTI ke Kaum Dhuafa Klender

Wartakesehatan.com - Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) bersama yayasan ezy pratama foundation mengadakan bakti sosial di..
Obat & Penyakit - 3 minggu yang lalu

New Normal: Menjaga Imunitas dengan Imunomodulator Herbal

JAKARTA - Kita tahu, wabah korona belum kunjung usai di dunia dan negara kita, Indonesia. Apalagi sampai saat ini vaksin untuk..
Warta Sehat - 3 minggu yang lalu

Hasanuddin Minta Pemerintah Daerah Tak Asal Terapkan New Normal

JAKARTA,- Pemerintah menerapkan kenormalan baru atau new normal di tengah pandemi covid-19. Langkah ini mendapat sorotan dari..

+Indeks