RS Persahabatan Hadir Untuk Permasalahan Paru di Tanah Air

Indonesia belum terlepas dari masalah penyakit Paru yang masih terus terjadi di tanah air. Kondisi alam Indonesia yang tropis, menjadi surga bagi penyakit ini untuk tinggal berlama-lama di bumi nusantara. Sebagai negara yang masih tinggi untuk penderita paru, perlu adanya tempat khusus yang diperuntukkan membantu masyarakat dalam mengobati hingga memberantas penyakit paru ke depan.

Oleh : Irawan Mohamad | Kamis, 21 Januari 2016 | 17:14 WIB



Wartakesehatan.com - Tuberkulosis (TBC) merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah sangat serius di masyarakat hingga saat ini. TBC juga cukup dikenal dengan TB Paru, di mana penyakit ini merupakan salah satu jenis penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I), dan menjadi salah satu prioritas dalam program pencegahan dan pemberantasan penyakit menular.

Jika melihat dari penyebab dari TBC adalah merupakan penyakit infeksi yang terjadi pada manusia yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Sebagian besar kuman TB menyerang paru, tetapi dapat juga menyerang organ tubuh lainnya. Sumber penularan adalah pasien TB BTA positif, pada waktu batuk atau bersin, pasien meyebarkan kuman ke udara dalam bentuk percikan dahak (droplet nuclei) sekali batuk dapat menghasilkan sekitar 3000 percikan dahak. Umumnya penularan terjadi dalam ruangan dimana percikan dahak berada dalam waktu yang lama.

Melihat hal di atas, penyakit paru perlu dilakukan penanggulangan yang seintensif mungkin. Pemerintah dalam hal ini sejatinya telah melakukan berbagai upaya dalam menanggulangi pertumbuhan penyakit paru di tanah air dengan menyediakan rumah sakit yang khusus berkonsentrasi dalam penanggulangan penyakit paru.

Rumah Sakit Persahabatan (RS Persahabatan), yang terletak di wilayah Timur Ibukota Jakarta, didirikan oleh pemerintah dengan bertujuan memerangi paru di tanah air. Saat menyambangi RS Persahabatan, tim wartakesehatan.com di terima oleh Direktur Utama RS Persahabatan, dr. Muhammad Ali Toha, MARS, di ruang kerjanya. Berikut petikan wawancara :

Wartakesehatan.com            : Bisa anda ceritakan, sejarah berdirinya RS Persahabatan dan bagaimana perkembangannya hingga saat ini ?

Dirut RS Persahabatan        : Rumah Sakit Persahabatan adalah Rumah Sakit milik Kementerian Kesehatan (Rumah Sakit Vertikal) yang memiliki 600 tempat tidur dari 17 gedung, dengan luas tanah 13,7 hektar dan luas bangunan 7,4 hektar yang terhitung termasuk dari semua lantai.

Awal mula berdirinya Rumah Sakit ini atas pemberian atau hibah dari Pemerintah Rusia. Rumah Sakit yang merupakan hadiah dari Pemerintah Rusia ini dahulu telah diresmikan oleh Persiden Soekarno. Jadi disebut Rumah Sakit Persahabatan dikarenakan atas dasar persahabatan Indonesia dengan Rusia. Sampai saat ini persahabatan tersebut masih berjalan dengan baik, hal itu dapat dilihat dengan kerapnya kunjungan Kedutaan Besar Rusia ke Rumah Sakit Persahabatan.

Pada awalnya Rumah Sakit ini dijadikan batalion RSCM. Sampai kemudian dengan berkembangnya penanganan pasien penyakit paru, maka diputuskan bahwa Rumah Sakit ini berdiri sendiri. Kerena yang paling berkembang adalah paru, Rumah Sakit ini merupakan pendidikan kelas A dengan ekselensi to monologi yang berarti paru.

Rumah Sakit Persahabatan mulai didirikan pada tahun 1961 dan diserahkan ke pemerintah tepatnya pada tanggal 7 November 1963. Dalam perkembangannya yang selalu berubah bentuk, mulai dari Rumah Sakit battalion RSCM menjadi Rumah Sakit tersendiri sebagai UPT biasa, sampai kemudian meningkat menjadi Rumah Sakit BLU (Badan Layanan Umum) yang memiliki keistimewaan pengelolaan yang lebih fleksible. Karena sebenarnya pemerintah menginginkan agar Rumah Sakit memiliki kemandirian financial, yang berarti dapat membiayai diri sendiri. Sekarang ini semua Rumah Sakit sudah diharuskan menjadi Rumah Sakit BLU. Rumah Sakit Persahabatan termasuk dalam 13 Rumah Sakit di seluruh Indonesia yang mula-mulanya dijadikan BLU.

RS Persahabatan sedang melakukan perubahan untuk menjawab tantangan.

Pada tahun 2015 kami mempunyai 3 program strategis yaitu:

- Penerapan remunerasi berbasis kinerja yang adil

- Meraih Akreditasi RS KARS Paripurna

- Meletakkan landasan Transformasi Budaya

Untuk di Indonesia, saat ini RS Persahabatan menjadi kiblat untuk penyakit paru dan sejak tahun 2011 telah dikembangkan lagi tidak hanya untuk penyakit paru, tetapi juga untuk penyakit-penyakit respirasi.

Setelah mencapai target lulus Akreditasi langsung dari Paripurna di tahun 2015 lalu, Persahabatan memiliki target suatu saat nanti juga akan menjadi pusat THT.

 

Wartakesehatan.com            : Bagaimana dengan tantangan ke depan ?

Dirut RS Persahabatan        : Untuk tahun 2016, RS Persahabatan memiliki empat program strategis. Pertama, Good Governance, bagaimna para karyawan di sini bekerja secara organisasi modern. Kedua, menyiapkan IT Governance, di mana saya berharap pada tahun 2018 layanannya paper lest. Di mana setiap orang yang membutuhkan data-data bisa langsung melihat secara on line. Ketiga, melanjutkan transformasi budaya tentunya. Keempat, Good Clinical Governance, di mana dokter melayani pasien dengan filosofi patient centre. Filosofi ini berdasarkan dari budaya yang berbeda dari setiap pasien, di mana cara menghadapinya secara individual. Artinya tujuannya memberikan layanan yang berfokus kepada pasien atau merunut kepentingan pasien, bukan kepada dokternya. Saya ingin perubahan di sini tidak menjadi tekanan, jadi berubahnya secara bertahap.

Wartakesehatan.com            : Bisa anda jelaskan terkait respirasi ?

Dirut RS Persahabatan        : Respirasi merupakan proses pernafasan mulai dari menghirup sampai mengeluarkan. Kalau berbicara masalah paru, diperuntukkan bagi para pasien paru dewasa. Dokter spesialis paru identik dengan paru dewasa, namun di sini terdapat juga paru anak, hal itu termasuk dalam kelompok respirasi dari pengembangan paru dengan THT. Kami juga berharap suatu saat RSUP juga menjadi pusat untuk THT. Karena jika disebut respirasi, penyakit paru termasuk juga di dalamnya THT.

Wartakesehatan.com    : Dalam program strategis RS Persahabatan anda sampaikan meletakkan landasan Transformasi Budaya. Bisa anda jelaskan ?

Dirut RS Persahabatan  : Berbicara standart internasional, kita harus bisa melakukan transpormasi budaya. Transpormasi budaya dalam hal ini seruapa dengan revolusi mental. Untuk realisasi program tersebut adalah kami membentuk tim untuk transpormasi budaya, setelah itu kami adakan pertemuan untuk tokoh-tokoh RS Persahabatan dan saya sampaikan bagaimana tantangan ke depan dan kondisi RS Persahabatan saat ini. Walaupun pada awalnya timbul perdepan, namun akhirnya melahirkan sesuatu yang positif untuk RS Persahabatan. Di mana dari hasil Transformasi budaya ini, pada tahun 2016 kami mensosialisasi panduan prilaku terhadap nilai-nilai rumah sakit dan di lakukan pit stop kepada seluruh karyawan rumah sakit dari tingkat atasan sampai bawahan.

Kita sebelumnya sudah melakukan pit stop tahun lalu untuk mencapai akriditasi rumah sakit dengan lulus paripurna.

Wartakesehatan.com        : Terkait dengan Rumah sakit pendidikan, bagaimana RS Persahabatan melihat hal ini ?

Dirut RS Persahabatan  : Meski tidak menyelenggarakan pendidikan sendiri, sebagai Rumah Sakit pendidikan, RS Persahabatan memiliki kerja sama dengan beberapa universitas perguruan tinggi. Pendidikan tersebut mulai dari spesialis paru, calon dokter, sampai pendidikan perawat.

Wartakesehatan.com          : Bagaimana anda melihat kondisi kesehatan paru di tanah air sampai saat ini..?

Dirut RS Persahabatan        : Masih memprihatinkan. Indonesia negara dengan prevalensi penderita TB terbesar kedua di dunia. Jumlah kasus kanker paru meningkat dari hari ke hari. Sementara angka putus berobat penderita TB masih tinggi. Kasus TB MDR meningkat dari hari ke hari. Prevalensi penderita asthma dan penyakit paru obstruktif menahun meningkat terus, akibat polusi udara dan rokok. Untuk kasus paru dewasa sebagian besar kasusnya sudah diketahui, di mana kasus penyebab paru cukup banyak. Untuk permasalahan paru terhadap anak memang belum terlalu populer, namun RS Persahabatan bisa menjadi pilihan untuk penanganannya, karena di sini ada dokternya yang spesialis anak yang sekaligus mengambil paru anak.

Wartakesehatan.com    : Menurut anda apa yang mesti dilakukan dalam meningkatkan pelayanan kesehatan paru di tanah air ?

Dirut RS Persahabatan  : Kita harus punya rumah sakit yang concern mengembangkan pelayanan, pendidikan dan penelitian respirasi dan di Indonesia saya lihat belum ada institusi yang demikian. Oleh karena itu RS Persahabatan bertekad untuk mewujudkannya.

Wartakesehatan.com     : Setujukah Bapak dengan rencananya CSR Industry rokok bagi penderita paru-paru ?

Dirut RS Persahabatan  : Setuju sekali, mengingat kita tidak akan bisa mencegah industri rokok untuk berhenti berkembang, perokok makin banyak sementara akibat dari merokok menyebabkan penderitaan yang besar bagi penggunanya maka perusahaan rokok harus ikut bertanggung jawab mengatasi masalah akibat bisnis mereka itu. Kita tidak akan secara instan merubah kebiasaan orang. Walaupun saya dikritik tentang ini, buat saya ini yang memang harusnya dijalankan.

 

Wartakesehatan.com            : Apa yang menjadi strategi, sehingga apa yang menjadi visi misi RS Persahabatan di 2016 bisa terealisasi dan bersinergi dengan apa yang di visikan oleh Kementerian Kesehatan ?

Dirut RS Persahabatan        : Pertama saya mengajak semua teman-teman ini merubah visi menjadi visi baru, di mana visi baru ini harus jelas. Kalau sebelumnya menjadi rumah sakit yang bersahat, menurut saya visi tersebut tidak tajam. Di mana saat ini visi yang diusung adalah Menjadi Rumah Sakit Pusat Respirasi Terkemuka di Asia Fasifik. Terkemuka artinya menjadi salah satu yang diperhitungkan.

Secara spesifik, RS Persahabatan akan melakukan :

- menetapkan visi baru yang lebih tajam sasarannya.

- memperbaiki rencana strategik RS Persahabatan

- mengembangkan layanan berbasis IT

- melanjutkan transformasi budaya

- mengimplementasikan good governance dengan program cost eficiency, debirokratisasi, dan

  standarisasi

- melanjutkan Good Clinical Governance

Wartakesehatan.com : Bagaimana Cara RS Persahabatan menginformasikan kepada masyarakat mengenai fasilitas kesehatan modern yang ada di RS Persahabatan ?

Dirut RS Persahabatan        : Kami terus menerus menyelenggarakan pendidikan untuk awam, melakukan kampanye hidup sehat melalui media, dan mengadakan kegiatan-kegiatan untuk menarik perhatian. Kami juga melakukan lobby2 dengan para pemangku kepentingan karena keterbatasan dana pengembangan RS perlu didukung oleh stakeholders.

Wartakesehatan.com            : Selain paru, penyakit serta penderita apa yang banyak ditangani di rumah sakit ini & berapa jumlah dokter spesialisnya ?

Dirut RS Persahabatan        : Kasus penyakit dalam, kandungan, THT, anak, kulit. Untuk dokter spesialis yang dimiliki oleh RS Persahabatan  ada 100 dokter.

Wartakesehatan.com            : Bisa bapak paparkan secara terperinci, peralatan modern yang ada di RS Persahabatan ini ?

Dirut RS Persahabatan        : Untuk peralatan  penunjang kinerja dokter yang kami miliki antara lain, sleep lab, Cath lab, CT scan, CPX, dan banyak peralatan penanganan kasus kardio respirasi.

Wartakesehatan.com            : Kendala apa saja yang kadang menjadi sangat berat dalam mengelola RS Persahabatan ?

Dirutama RS Persahabatan  : Kendala utama adalah masalah pendanaan. Kami memiliki inovasi-inovasi banyak di kepala, namun pendanaan untuk merealisasikan hal itu sampai saat ini masih sulit, terutama ketersediaan dana untuk pengembangan layanan.

Wartakesehatan.com            : Bangsa ini memerlukan informasi kesehatan terutama mengenai penyakit dan tips agar bangsa ini bisa menjadi bangsa sehat dan kuat disegani, apa saran bapak ?

Dirut RS Persahabatan        : Perlu ada TV kesehatan yang hanya mengarahkan acaranya pada bagaimana hidup sehat dan bagaimana mengatasi masalah kesehatan. Jika belajar dari luar negeri, ada salah satu stasiun televisi yang konsentrasi di kesehatan. Kesehatan bahasannya cukup luas. Sepanjang masyarakat membutuhkan informasi kesehatan walaupun ada diselipkan pesan layanan, masyarakat tentunya akan membutuhkan.




Kontak Informasi Wartakesehatan
PT. SIBER MEDIA ABADI

Redaksi: redaksi[at]wartakesehatan.com
Tlp/Fax: 021-86610709 / 021-86610709
Iklan: marketing[at]wartakesehatan.com

Komentar






Warta Sehat - 2 jam yang lalu

Konsumsi Oatmeal Terbukti Baik bagi Jantung

Wartakesehatan.com - Terkadang makanan yang dianggap enak, justru punya bahaya kesehatan yang mengintai. Sebut saja memicu..
Warta Sehat - 3 jam yang lalu

Sarapan dulu atau Olahraga Dulu ?

Wartakesehatan - Olahraga pagi diakui mampu mampu meningkatkan kebugaran tubuh saat beraktivitas. Namun ada sebuh..
Warta Sehat - 4 jam yang lalu

Roti Tawar Biasa Tidak Baik untuk Kesehatan Tubuh?

Wartakesehatan - Hampir sebagaian besar orang mempunyai kebiasaan mengonsumsi roti tawar dipagi hari, memang benar sarapan..
Warta Sehat - 5 jam yang lalu

Sereal Menu Sarapan yang Menyehatkan

Wartakesehatan.com - Victoria Taylor, seorang ahli diet British Heart Foundation menyatakan, sarapan yang sehat dapat..
Warta Sehat - 22 jam yang lalu

Diet Tinggi Gula Dapat Memengaruhi Kualitas Sperma

Wartakesehatatan.com - Tak hanya gula darah, tetapi makanan dan minuman manis bisa berpengaruh pada kesehatan..
Warta Sehat - 23 jam yang lalu

Kondisi Kaki yang Bisa Mengungkap Masalah Kesehatan

Wartakesehatan.com - Mulai sekarang jangan sepelekan kondisi kakimu. Seperti diktuip dari everyday health, kondisi kaki bisa..
Warta Sehat - 1 hari yang lalu

Tips Pulihkan Rasa Lelah Usai Pulang Kerja

Wartakesehatan.com-Kelelahan setelah pulang bekerja merupakan hal yang tidak bisa dihindari, karenanya Anda perlu mencari cara..
1 hari yang lalu

Cara Mengatasi Alergi Yang Kumat

Wartakesehatan.com-Alergi terjadi karena sistem imun Anda salah mengira zat yang pada dasarnya tidak berbahaya sebagai ancaman..
Warta Sehat - 1 hari yang lalu

Stres Berat Bisa Sebabkan Gangguan Jiwa

Wartakesehatan.com-Pada dasarnya, stress merupakan cara tubuh melindungi diri dari bahaya sehingga membuat kita tetap fokus,..
Warta Sehat - 1 hari yang lalu

Tips Mengatasi Bornout Saat Bekerja

Wartakesehatan.com-Bornout synndrome adalah sebuah kondisi stres kronis yang berhubungan dengan pekerjaan...

+Indeks