Ilmuwan Pertama Penemu Skala Pengukur Kepedasan Cabai

Oleh : Ilham Moestavi | health.liputan6.com | Jumat, 22 Januari 2016 | 16:00 WIB


IST

Wartakesehatan - Skala Scoville adalah ukuran tentang tingkat kepedasan cabai. Nama Skala Scoville berasal dari Wilbur Scoville, yang mengembangkan Tes Organoleptic Scoville pada 1912. Dan pada hari ini, tampilan Google terlihat menarik dengan gambar seorang pria berbaju putih yang sedang memegang cabai. Dialah orang yang disebut-sebut Wilbur Scoville, ilmuwan yang pertama kali menemukan skala pengukur tingkat kepedasan cabai.

Sebagai suatu penghormatan dan untuk mengenang jasa besarnya, pada hari ini, pada 22 Januari 2016 mesin pencari terbesar ini merayakan hari ulang tahun Wilbur ke-151 lewat Google Doodle.

Tentu semua orang sudah tahu, bahwa cabai itu pedas. Namun dahulu tak ada yang tahu seberapa pedas aneka cabai yang ada di sekitar mereka. Berkat ilmuwan asal Amerika Serikat ditemukan "Scoville organoleptic test". Ini adalah semacam skala untuk mengukur kepedasan cabai yang telah digunakan lebih dari 100 tahun.

Satuan yang digunakan untuk menentukan kepedasan pada cabai menggunakan tanda SHU Scoville Heats Units. Cara mengukurnya dengan menghitung konsentrasi capsaicin yakni komponen pada cabai yang memberi sensasi pedas seperti dikutip laman Telegraph, Jumat (22/1/2016).

Hingga saat ini cabai terpedas yakni jenis Carolina Reaper dan Trinidad Moruga. Kepedasannya bisa capai dua juta SHU. Lalu sembilan tahun lalu ditemukan cabai pedas lain yakni Bhut Jolokia yang mencapai satu juta SHU.

Bagi Anda pecinta saus tabasco, pedasnya mencapai 1200-1500 SHU, jalapeno hanya sekitar 2.500-5000. Hingga kini yang tak terpedas yakni bell pepper yang kepedasannya nol SHU.




Fokus : Ilmuwan


#Makanan Pedas
Kontak Informasi Wartakesehatan
PT. SIBER MEDIA ABADI

Redaksi: redaksi[at]wartakesehatan.com
Tlp/Fax: 021-86610709 / 021-86610709
Iklan: marketing[at]wartakesehatan.com

Komentar






Warta Sehat - 1 hari yang lalu

Pembagian Sembako untuk Kaum Dhuafa Bekasi oleh Ezy Pratama Foundation dan INTI

 Wartakesehatan.com.- Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) bersama yayasan ezy pratama foundation mengadakan bakti..
Alkes & Lab - 4 hari yang lalu

Confidence Persembahkan Adult Pants Gender untuk Pria dan Wanita

Jakarta, WartaKesehatan.com - Confidence, merek popok dewasa nomor 1 di Indonesia kembali meluncurkan produk terbarunya,..
Warta Sehat - 5 hari yang lalu

Donasi Dexa Group Agar Tenaga Medis Miliki Imun Kuat

Wartakesehatan.com - Derasnya dukungan penanganan Covid -19 dengan menyumbang Donasi 20.000 kapsul Stimuno Forte dan 50 goodie..
Warta Sehat - 6 hari yang lalu

CFD Jangan jadi Cluster Baru, Konsisten Jaga Imun Tubuh

  Wartakesehatan.com, JAKARTA - Pelonggaran PSBB sudah dilakukan di beberapa daerah, namun sayangnya tidak semua..
Warta Sehat - 1 minggu yang lalu

Komnas Anak Tuding Gubernur DKI Hilangkan Hak Anak

Wartakesehatan.com - Hilangnya hak anak atas pendidikan di DKI Jakarta dan bahkan di Indonesia tahun ajaran baru 2020/2021..
Warta Sehat - 1 minggu yang lalu

Jadikan Sumatera Bebas Asap, Kapolda Sumsel dan Jambi Bangun Posko Karhutla Bersama

Wartakesehatan.com -  Guna mengantisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) pada masa kemarau tahun ini, Kepala..
Warta Sehat - 1 minggu yang lalu

Baksos Ezy Pratama Foundation dan Yayasan INTI ke Kaum Dhuafa Klender

Wartakesehatan.com - Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) bersama yayasan ezy pratama foundation mengadakan bakti sosial di..
Obat & Penyakit - 2 minggu yang lalu

New Normal: Menjaga Imunitas dengan Imunomodulator Herbal

JAKARTA - Kita tahu, wabah korona belum kunjung usai di dunia dan negara kita, Indonesia. Apalagi sampai saat ini vaksin untuk..
Warta Sehat - 3 minggu yang lalu

Hasanuddin Minta Pemerintah Daerah Tak Asal Terapkan New Normal

JAKARTA,- Pemerintah menerapkan kenormalan baru atau new normal di tengah pandemi covid-19. Langkah ini mendapat sorotan dari..
Obat & Penyakit - 3 minggu yang lalu

WFH Bikin Sakit Kepala Ini Obatnya

JAKARTA - Sejak bulan Maret 2020, sebagian besar kantor sudah menerapkan kebijakan kerja dari rumah (WFH) akibat penularan..

+Indeks