Penyakit Jantung Bisa Terjadi Karena Patah Hati?

Oleh : Ilham Moestavi | meetdoctor.com | Kamis, 11 Pebruari 2016 | 22:33 WIB


IST

Wartakesehatan - Tidak selamanya hubungan percintaan berakhir dengan indah. Ada kalanya seseorang akan merasakan pahitnya patah hati. Namun jika hal ini terus diratapi terlalu lama, bisa meyebabkan adanya masalah pada jantung. maka faktanya secara medis patah hati -atau broken heart- merupakan penyakit jantung yang nyata dan benar terjadi. Terdapat keterkaitan antara kondisi depresi, kesehatan mental serta penyakit jantung yang mempengaruhi kondisi broken heart yang benar-benar menyebabkan penyakit jantung.

Sindrom broken heart dikenal juga sebagai kondisi cardiomyopathy akibat stres, dan dapat dialami oleh mereka yang ada dalam kondisi sehat sekalipun. Kondisi ini lebih umum dialami oleh wanita daripada pria, ditandai dengan rasa sakit pada dada yang mendadak dan intens karena adanya peningkatan pada hormon stres.

Peningkatan hormon stres ini dapat diakibatkan oleh adanya kejadian yang membuat emosi seseorang tertekan secara hebat, seperti adanya kematian atau peceraian, putus hubungan, pengkhianatan maupun penolakan, pendek kata, hal-hal yang membuat hati (jantung) serasa patah, entah karena kesedihan atau karena terkejut.

Sindrom broken heart ini dapat disalahartikan sebagai serangan jantung karena gejala dan hasil tesnya yang hampir sama. Hasil tes kondisi ini biasanya menunjukkan adanya perubahan dalam ritme jantung yang disertai bukti penyumbatan pembuluh arteri pada jantung.

Dalam sindrom broken heart, yang terjadi adalah adanya bagian jantung yang mendadak membesar untuk sementara waktu dan tidak memompa dengan baik, sementara sisa jantung lainnya berfungsi secara normal dengan kontraksi yang lebih dipaksakan lagi.

Sindrom broken heart sendiri dapat menuntun kepada kondisi gagal otot jantung yang serius, meski dapat segera ditangani dengan kesembuhan total bagi orang yang mengalaminya dengan risiko kecil adanya kekambuhan kondisi.

Gejala yang paling umum dan dapat diamati dari sindrom ini adalah adanya rasa sakit pada dada (angina) dan sesak napas yang dapat timbul tanpa didahului oleh adanya riwayat penyakit jantung sebelumnya. Terkadang, kondisi detak jantung yang tidak beraturan atau aritmia juga dapat dijumpai pada sindrom broken heart ini.

Beberapa hal yang membedakan gejala sindrom broken heart dengan serangan jantung meliputi:

  • Gejala sindrom broken heart secara khas timbul mendadak setelah adanya tekanan fisik atau emosional yang ekstrem.
  • EKG atau tes yang merekam aktivitas elektrik jantung pada orang yang mengalami sindrom broken heart akan menunjukkan gambaran aktivitas listrik jantung yang berbeda dengan gambaran khas EKG pada penderita serangan jantung.
  • Hasil pemeriksaan darah menunjukkan ketiadaan kerusakan otot jantung pada penderita sindrom broken heart.
  • Tidak terbukti adanya penyumbatan arteri koroner pada penderita sindrom broken heart.
  • Tes menunjukkan adanya pembengkakan dan gerakan yang tidak biasa pada kamar jantung bagian kiri bawah atau left ventricle.
  • Waktu pemulihan pada penderita sindrom broken heart relatif cepat, hanya dalam beberapa hari atau minggu. Waktu pemulihan pada sindrom broken heart tergoologn lebih cepat bila dibandingkan dengan waktu pemulihan yang dibutuhkan pada penderita jantung.



Fokus : Penyakit Jantung


#Penyakit Jantung
Kontak Informasi Wartakesehatan
PT. SIBER MEDIA ABADI

Redaksi: redaksi[at]wartakesehatan.com
Tlp/Fax: 021-86610709 / 021-86610709
Iklan: marketing[at]wartakesehatan.com

Komentar






Obat & Penyakit - 4 hari yang lalu

Penuhi Kebutuhan Nutrisi Anak Agar Imunitas Kuat dengan Lytacur

Wartakesehatan.com - Semua orang bisa terinfeksi virus corona Covid-19. Karena virus menyerang dan menginfeksi siapa saja tanpa..
Obat & Penyakit - 5 hari yang lalu

Demam dan Batuk Kering Belum Tentu Corona, Ini Strategi Terapi Alaminya!

Wartakesehatan.com - Kasus positif COVID-19 terus berkembang, berdasarkan data Kementerian Kesehatan kasus positif Covid-19..
Warta Sehat - 1 minggu yang lalu

TB. Hasanuddin: Penerapan New Normal Tanpa Persiapan Matang Akan Timbulkan Kematian Massal

Wartakesehatan.com - Indonesia bersiap memasuki fase New Normal atau penormalan baru ditengah pandemi covid-19. Sejumlah..
Tekhnologi - 2 minggu yang lalu

Helm Cerdas Deteksi Corona Sangat Penting dan Perlu

Wartakesehatan.com -  Polda Riau memberikan contoh inisiatif dan inovasi dalam perjuangannya melawan pandemi coronavirus...
Warta Sehat - 2 minggu yang lalu

Di Tengah Pandemi, Hasanuddin Kunjungi Dapil dan Bagikan Ribuan Masker dan Sembako 

Wartakesehatan.com - Di tengah pandemi covid-19 dan jelang Hari Raya Idul Fitri ini, anggota Komisi I DPR RI Fraksi PDI..
Warta Sehat - 3 minggu yang lalu

Covid-19, Sunan Kalijaga Gandeng Nikita Mirzani Baksos ke Markas TNI

Wartakesehatan.com - Ditengah pandemi Covid-19, Pengacara Sunan Kalijaga Bersama Artis dan Forum Kader Bela Negara (FKBN)..
Obat & Penyakit - 3 minggu yang lalu

BPOM: Biasakan Minum Obat Herbal dan Suplemen Kesehatan untuk Daya Tahan Tubuh Menghadapi Pandemi COVID-19

Wartakesehatan.com -  Pandemi COVID-19 membuat sebagian besar masyarakat lebih sadar pentingnya menjaga kesehatan. Salah..
Obat & Penyakit - 3 minggu yang lalu

Studi: Sistem Imun Krusial dalam Melawan Infeksi Virus Corona

Wartakesehat.com - Sebuah penelitian di Australia dalam jurnal Nature Medicine menyimpulkan, sistem imun..
Warta Sehat - 3 minggu yang lalu

8 Cara Jaga Imun tetap Sehat Lawan Virus Corona

Wartakesehatan.com - Untuk melindungi diri dari paparan virus corona, masyarakat dunia telah banyak menjalankan langkah..
Obat & Penyakit - 3 minggu yang lalu

Imunomodulator untuk Cegah Virus Masuk Tubuh

Wartakesehatan.com - Membekali diri dengan cara cegah infeksi virus, dapat “membentengi” tubuh Anda dari berbagai..

+Indeks