IMS Jadi Faktor Terbaru Meningkatnya Risiko Diabetes

Oleh : Ilham Moestavi | health.detik.com | Rabu, 17 Pebruari 2016 | 13:01 WIB


IST

Wartakesehatan - Infeksi menular seksual (IMS), pada umumnya ditularkan melalui hubungan seksual pria dan wanita. Kondisi tersebut dapat terjadi dari orang ke orang melalui darah, air mani, atau vagina dan cairan tubuh lainnya saat terjadi orgasme. Buruknya lagi, saat ini sebuah penelitian terbaru telah membuktikan bahwa IMS juga bisa meningkatkan risiko diabetes melitus hingga 82 persen.

Para ilmuwan dari University of California di Los Angeles menyebut IMS sebagai faktor risiko terbaru untuk diabetes melitus. Sebelumnya, tidak ada yang menyangka infeksi tersebut bisa meningkatkan risiko sakit gula.

Dalam penelitiannya, para ilmuwan tersebut mengamati rekam medis 9.948 orang dari 50 negara bagian di Amerika Serikat. Separuh dari rekam medis digunakan untuk mengembangkan algoritma yang bisa memprediksi risiko diabetes pada seseorang.

Hasilnya, para ilmuwan mengungkap bahwa seseorang dengan diagnosis gangguan identitas gender dan seksual punya peningkatan risiko hampir 130 persen untuk kena diabetes. Seseorang dengan IMS seperti chlamydia misalnya, juga mengalami peningkatan risiko.

Riwayat terneka cacar air, herpes zoster, dan berbagai infeksi virus lainnya juga mengalami peningkatan risiko diabetes setara dengan kolesterol tinggi. Infeksi pada usus juga meningkatkan risiko hingga 88 persen.

"Karena 1 dari 4 orang dengan diabetes tidak tahu dirinya mengidap penyakit tersebut, maka penting untuk bisa mengatakan, 'orang ini punya diagnosis lain sebagai berikut, jadi kami cukup percaya diri bahwa dia mungkin punya diabetes'," kata ilmuwan yang memimpin penelitian ini, Dr Ariana Anderson seperti dikutip dari Dailymail, Rabu (17/2/2016).




Fokus : Diabetes


#Diabetes
Kontak Informasi Wartakesehatan
PT. SIBER MEDIA ABADI

Redaksi: redaksi[at]wartakesehatan.com
Tlp/Fax: 021-86610709 / 021-86610709
Iklan: marketing[at]wartakesehatan.com

Komentar






Warta Sehat - 3 hari yang lalu

Pembagian Sembako untuk Kaum Dhuafa Bekasi oleh Ezy Pratama Foundation dan INTI

 Wartakesehatan.com.- Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) bersama yayasan ezy pratama foundation mengadakan bakti..
Alkes & Lab - 1 minggu yang lalu

Confidence Persembahkan Adult Pants Gender untuk Pria dan Wanita

Jakarta, WartaKesehatan.com - Confidence, merek popok dewasa nomor 1 di Indonesia kembali meluncurkan produk terbarunya,..
Warta Sehat - 1 minggu yang lalu

Donasi Dexa Group Agar Tenaga Medis Miliki Imun Kuat

Wartakesehatan.com - Derasnya dukungan penanganan Covid -19 dengan menyumbang Donasi 20.000 kapsul Stimuno Forte dan 50 goodie..
Warta Sehat - 1 minggu yang lalu

CFD Jangan jadi Cluster Baru, Konsisten Jaga Imun Tubuh

  Wartakesehatan.com, JAKARTA - Pelonggaran PSBB sudah dilakukan di beberapa daerah, namun sayangnya tidak semua..
Warta Sehat - 1 minggu yang lalu

Komnas Anak Tuding Gubernur DKI Hilangkan Hak Anak

Wartakesehatan.com - Hilangnya hak anak atas pendidikan di DKI Jakarta dan bahkan di Indonesia tahun ajaran baru 2020/2021..
Warta Sehat - 1 minggu yang lalu

Jadikan Sumatera Bebas Asap, Kapolda Sumsel dan Jambi Bangun Posko Karhutla Bersama

Wartakesehatan.com -  Guna mengantisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) pada masa kemarau tahun ini, Kepala..
Warta Sehat - 1 minggu yang lalu

Baksos Ezy Pratama Foundation dan Yayasan INTI ke Kaum Dhuafa Klender

Wartakesehatan.com - Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) bersama yayasan ezy pratama foundation mengadakan bakti sosial di..
Obat & Penyakit - 3 minggu yang lalu

New Normal: Menjaga Imunitas dengan Imunomodulator Herbal

JAKARTA - Kita tahu, wabah korona belum kunjung usai di dunia dan negara kita, Indonesia. Apalagi sampai saat ini vaksin untuk..
Warta Sehat - 3 minggu yang lalu

Hasanuddin Minta Pemerintah Daerah Tak Asal Terapkan New Normal

JAKARTA,- Pemerintah menerapkan kenormalan baru atau new normal di tengah pandemi covid-19. Langkah ini mendapat sorotan dari..
Obat & Penyakit - 4 minggu yang lalu

WFH Bikin Sakit Kepala Ini Obatnya

JAKARTA - Sejak bulan Maret 2020, sebagian besar kantor sudah menerapkan kebijakan kerja dari rumah (WFH) akibat penularan..

+Indeks