Penglihatan Orang Obesitas 10% Lebih Jauh dibanding Orang Normal

Oleh : Ilham Moestavi | cnnindonesia.com | Kamis, 18 Pebruari 2016 | 19:07 WIB


IST

Wartakesehatan - Obesitas atau berat badan berlebih dikatakan sangat memiliki kaitan yang erat dengan sejumlah penyakit mematikan. Beberapa survei mengatakan, orang gemuk sering merasa rendah diri. Mereka sering terlalu sedih dan mereka bahkan merasa ingin bunuh diri. Beberapa mitos obesitas pun bisa membuat kesehatan makin buruk. Namun, seperti yang dimuat dalam jurnal Acta Psychologica, orang obesitas cenderung hidup dalam realitas yang berbeda dan diciptakannya sendiri.

"Anda (orang obesitas)  akan melihat dunia tidak seperti seharusnya. Anda akan melihat dunia melalui kemampuan Anda untuk bertindak," kata peneliti sekaligus psikoloh, Jessica Witt, dikutip dari Telegraph.

"Jika Anda berjalan membawa tas yang berat, bukit-bukit akan terlihat lebih curam, jarak akan terlihat lebih jauh, jalan di sungai akan terlihat lebih panjang," ujar Witt, dikutip Fox News.

Namun penelitian yang dilakukan di Universitas Fort Collins Colorado, Amerika Serikat membuktikan bahwa sebenarnya orang obesitas ternyata melihat jarak 10 persen lebih jauh dibanding orang yang punya berat normal atau kurus.

Penelitian ini dilakukan di pusat perbelanjaan Walmart terhadap 66 orang obesitas. Hasilnya, mereka menemukan orang dengan berat badan sekitar 149 kg melihat jarak 22 meter seperti jarak sejauh 27-28 meter.

Hanya saja, penelitian masih bias di sisi lain. Pasalnya orang yang memiliki berat badan sekitar 58 kg ternyata melihat jarak 22 meter seperti jarak 13 meter.

Penelitian ini juga mengungkapkan bahwa orang obesitas jauh lebih baik bekerja ketika 'target' pekerjaan mereka berukuran lebih besar.

"Kami berpikir bahwa persepsi yang bias ini dapat menumbuhkan 'lingkaran setan' untuk para pengidap obesitas, di mana mereka merasa mustahil untuk mengatur dunia  dan aktivitas mereka," kata Witt.

"Dengan ini orang obesitas diharapkan bisa lebih aktif bergerak dan menghilangkan kebiasaan hidup tak sehat."




Fokus : Obesitas


#Obesitas
Kontak Informasi Wartakesehatan
PT. SIBER MEDIA ABADI

Redaksi: redaksi[at]wartakesehatan.com
Tlp/Fax: 021-86610709 / 021-86610709
Iklan: marketing[at]wartakesehatan.com

Komentar






Obat & Penyakit - 2 jam yang lalu

6 Tanda Paru-paru Anda Bermasalah

Wartakesehatan - Tak dapat dipungkiri paru-paru adalah salah satu organ vital yang sangat dibutuhkan tubuh..
Seks - 3 jam yang lalu

3 Tanda Keputihan Tidak Normal

Wartakesehatan.com - Keputihan tentu sangat mengganggu wanita, keputihan juga bisa menjadi sinyal mengenai kondisi..
Warta Sehat - 4 jam yang lalu

Tingkatkan Stamina dengan 5 Tips ini!

Wartakesehatan -  Menjaga stamina tubuh sangat penting. Stamina mempunyai peranan yang sangat penting pada tubuh..
Warta Sehat - 5 jam yang lalu

Bahaya, Jika Menelan Permen Karet

Wartakesehatan - Mengunyah permen karet adalah hal yang pernah dilakukan setiap orang, selain itu bagi beberapa orang..
Mamin - 6 jam yang lalu

Ini Bahaya Konsumsi Makanan yang Dibakar

Wartakesehatan.com - Siapa yang tak suka makanan yang dibakar atau dipanggang? Berbagai makanan barbecuesangatlah..
Obat & Penyakit - 7 jam yang lalu

Awas, Sering Jabat Tangan picu Penyakit

Wartakesehatan.com - Berjabat tangan memang lazim untuk dilakukan saat bersosialisasi. Sebab jabat tangan merupakan..
Obat & Penyakit - 8 jam yang lalu

Cermati 5 Gejala Awal Stroke

Wartakesehatan.com - Stroke kini tak hanya menghinggapi orang yang berusia lanjut. Bahkan, menurut American Heart..
Obat & Penyakit - 9 jam yang lalu

Kebiasaan Nonton TV Berisiko Gangguan Paru-paru

Wartakesehatan.com - Tak bisa dipungkiri hampir sebagian besar orang tentu menyukai melihat atau menonton televisi dalam..
Tekhnologi - 10 jam yang lalu

4 Manfaat Bermain bagi Kesehatan

Wartakesehatan.com - Menurut Anda, bermain bagi orang dewasa adalah kegiatan yang tabu, kegiatan yang sudah tidak lagi..
Warta Sehat - 11 jam yang lalu

Studi: Taoge bisa Turunkan Tekanan Darah

Wartakesehatan.com - Penelitian yang dilakukan oleh Astawan dkk. (1998) juga menunjukkan kecambah kedelai mempunyai..

+Indeks