Kebiri untuk Penjahat Seksual Terhadap Anak

Oleh : nurul kinanti/nasional.kompas | Kamis, 26 Mei 2016 | 11:49 WIB


(IST)

Di negara luar

Terus terang, bagaimana mengontrol dan menghukum paedofil ini menjadi persoalan pelik yang belum terselesaikan, bahkan oleh negara-negara maju. Hukuman kebiri, terutama mengacu pada kebiri bedah atau fisik, dianggap hukuman keji, tak bermoral, dan bertentangan dengan hak asasi manusia.

Satu fakta lagi, benar bahwa di negara-negara yang telah menerapkan hukuman kebiri (baik secara bedah maupun kimiawi), ternyata angka kejahatan seksual tak juga turun.

Atul Gawande dalam tulisannya di Slate.com berjudul ""The Unkindest Cut" memaparkan, hukuman kebiri di beberapa negara bisa berlangsung efektif, namun ada pula yang salah sasaran.

Disebutkan Gawande, di Republik Ceko dan Jerman, kebiri secara kimiawi ini diberlakukan hanya untuk kalangan pelaku seks yang sekarela mau mengikuti pengobatan. 

Di Amerika Serikat, hukuman kebiri diterapkan di beberapa negara bagian dengan beberapa variasi. California hanya memberlakukannya untuk pemerkosa yang telah berkali-kali melakukan kejahatannya.

Montana membolehkan untuk mengebiri secara kimiawi pelaku pemerkosaan, bahkan untuk kasus pemerkosaan tunggal jika kasusnya keji.

Masih menurut paparan Gawande, studi di Eropa lebih menjanjikan. Lebih dari 700 pelaku kejahatan seks di Denmark dikebiri. Hasilnya, tingkat kambuh turun dari antara 17 persen hingga 50 persen menjadi hingga dua persen. Hal yang sama juga terjadi di Norwegia.

Di Skandinavia dan Italia, penggunaan cyproproterone untuk kebiri kimiawi di kalangan pelaku yang secara sukarela mau “diobati” untuk menurunkan libido seksnya, ternyata efektif digunakan terutama di kalangan pelaku paedofil.

Harus diakui, banyak pula pelaksanaan kebiri yang tak sesuai harapan atau secara teknis sulit dilakukan. Pertama, mengebiri pelaku pemerkosaan tanpa menganalisis alasan pelaku memerkosa. Mengebiri pelaku pemerkosaan yang memperkosa karena hasrat kebencian terhadap perempuan, jelas tak sesuai dengan tujuan awal hukuman kebiri.

Kedua, kebiri kimiawi juga memerlukan dokter yang bersedia melakukannya atas perintah pengadilan. Tak hanya itu, dokter perlu mendampingi para "pasien" ini untuk memastikan dosisnya tepat dan tak ada efek samping yang berbahaya.

Ketiga, bagaimana memastikan para pemerkosa dan paedofil ini setelah menjalani hukuman utama berupa penjara, mau datang ke klinik setiap hari tertentu atau setiap pekan untuk secara sukarela disuntik dengan cyproproterone? Yakinkah Anda dengan komitmen kriminal paedofil ini untuk secara reguler datang?

Terlepas dari itu, berbagai studi, terutama terkait penggunaan zat kimia untuk menurunkan hormon testosteron, ternyata memang mampu meruntuhkan teori bahwa perkosaan adalah semua terkait “kekuasaan” dan “kekerasan” sehingga pemberlakuan kebiri pasti tak akan efektif.  

Dunia semakin terbuka dengan cara yang tak kita pahami sepenuhnya, kejahatan siber mengintai dunia nyata yang sebagian (tidak semuanya) dipicu oleh hasrat seksual yang tak terkendali. Jika kita tak awas sejak awal, maka kita tak sadar bahwa predator-predator seks itu telah berada di sekitar anak-anak kita. 

Banyak fakta menunjukkan, kebanyakan perilaku manusia itu dikontrol oleh hormon. Orang marah, orang memperkosa, orang agresif, ternyata ada kaitannya dengan hormon. Mengendalikan hormon adalah terapi  yang umum saat ini.

Bahkan, Anda ingin berkulit cantik pun bisa terapi hormon. Walaupun memang, kebiri kimiawi tak bisa disamakan dengan terapi hormon agar kulit cantik atau tubuh langsing.   

Walaupun yang dipilih Indonesia bukanlah kebiri bedah/kebiri fisik, tapi memang, penggunaan kata kebiri ini benar-benar memprovokasi kita, bahkan memecah belah antara yang pro-HAM dan yang merasa darurat kekerasan seksual ini harus segera diakhiri. Masih perlu penjelasan tambahan, apa itu kebiri kimiawi? Manusiawi kah? Etis kah?

Rehabilitasi para predator seks, setelah mereka menyelesaikan hukuman penjara, dengan memberi obat penekan hormon testosteron, rasanya memang masih pro dan kontra di kalangan kita. 

Kita memerlukan penjelasan dari pembuat produk undang-undang dan juga dari pakar di bidangnya yang bisa menjelaskan secara gamblang, bagaimana cara kerja obat penurun testosteron ini, apakah benar-benar tak manusiawi?

Apakah lebih pedih dari terbunuhnya Yn? Ah, maaf saya masih terbawa perasaan sebagai seorang ayah dari anak-anak. Apakah bisa efektif memastikan para paedofil ini tak lagi memerkosa di kemudian hari?

Kita tunggu penjelasan, entah dari dokter ataupun dari otoritas lainnya, yang lebih edukatif dan berperspektif HAM, bukan yang sifatnya politis untuk sekadar menyenangkan banyak pihak. 

Oh iya, satu lagi, sekalian saja mau tanya, adakah obat kebiri kimiawi untuk menurunkan hormon terkait hasrat korupsi? Jika iya, kami semua pasti akan senang mendengarkan jenis hukuman tambahan berupa kebiri hasrat korupsi. Kali ini, pasti suara kami tak akan terpecah. 






Kontak Informasi Wartakesehatan
PT. SIBER MEDIA ABADI

Redaksi: redaksi[at]wartakesehatan.com
Tlp/Fax: 021-86610709 / 021-86610709
Iklan: marketing[at]wartakesehatan.com

Komentar






Obat & Penyakit - 57 menit yang lalu

Cara Mengobati Rasa Gatal di Bagian Selangkangan

Wartakesehatan.com - Tentu saja kita pernah merasakan gatal di bagian selangkangan dan itu pasti sangat tidak nyaman...
Warta Sehat - 2 jam yang lalu

Memelihara Ikan Hias di akuarium Baik bagi Kesehatan

Wartakesehatan.com - Memelihara ikan hias di dalam akuarium merupakan salah satu sarana untuk menjaga kesehatan kita, baik..
Warta Sehat - 3 jam yang lalu

Efek Buruk Bangun Terlalu Pagi Bagi Kesehatan

Wartakesehatan.com- Bangun terlalu pagi dengan tidur yang mencukupi, ternyata justru memberikan efek buruk bagi tubuh. Bangun..
Warta Sehat - 5 jam yang lalu

4 Tips Penting Rawat Payudara dari Infeksi

Wartakesehatan.com -  Punya payudara indah menjadi dambaan setiap wanita. Agar sepasang area sensitif Anda tetap..
Warta Sehat - 14 jam yang lalu

Awas! Dehidrasi bisa sebabkan Obesitas

Wartakesehatan.com - Banyak masalah yang akan ditimbulkan jika tubuh kekuarangan cairan atau dehidrasi. Itu mengapa..
Warta Sehat - 15 jam yang lalu

Waspada, 5 Kondisi Mata bisa Deteksi Gejala Penyakit

Wartakesehatan.com - Beberapa orang masih menganggap sepele tentang kesehatan mata. Tak jarang ada orang yang tidak peduli..
Warta Sehat - 16 jam yang lalu

Benarkah Ngemil Di Malam Hari Bikin Gemuk ?

Wartakesehatan.com - Banyak mitos yang sering di anggap benar. Misalnya kalau ngemil di waktu malam dapat membuat gendut. Atau..
17 jam yang lalu

Konsumsi Kunyit Baik untuk Sistem Kekebalan Tubuh

Wartakesehatan.com - Tak hanya sebagai bumbu masak, ternyata kunyit memiliki banyak manfaat. Salah satunya untuk..
Warta Sehat - 17 jam yang lalu

Pola Makan Sehat untuk Penderita Diabetes

Wartakesehatan.com - Kebutuhan nutrisi pasien diabetes itu sama seperti pada pasien non diabetes. Asupan gizi yang..
Warta Sehat - 18 jam yang lalu

Manfaat Sehat dari Konsumsi Buah Nangka

Wartakesehatan.com - Nangka merupakan salah satu nama buah yang sudah tidak asing bagi mayoritas masyarakat di Indonesia...

+Indeks