Terobosan Pengobatan Depresi dengan Tes Darah

Oleh : Ilham Moestavi | cnnindonesia.com | Kamis, 09 Juni 2016 | 19:36 WIB


IST

Wartakesehatan - Banyaknya beban pikiran yang terkumpul, terlebih dengan tuntutan pekerjaan juga sosial, bisa memicu datangnya depresi. Guna mengatasi hal tersebut, umumnya dilakukan berbagai cara, salah satunya beristirahat, berkumpul dengan teman, atau berlibur.

Namun, dalam beberapa kasus, depresi pun sampai harus diatasi menggunakan obat antidepresan.

Menurut para ilmuwan, kini melalui sebuah tes darah baru, dapat menjadi langkah pertama menuju pengobatan pribadi untuk depresi. Tes ini secara akurat memprediksi apakah pasien akan merespon obat antidepresan atau tidak.

Hampir sebagian orang yang depresi tidak terbantu oleh 'lini pertama' dari antidepresan dan sepertiganya kebal terhadap semua perawatan obat yang tersedia.

Dilansir dari Independent, sampai saat ini belum ada cara terdepan untuk mengetahui perawatan terbaik bagi pasien depresi. Sebaliknya, sebagian besar pengobatan untuk penderita depresi merupakan ‘eksperimen’.

Tes terbaru ini mengukur tingkat dua zat yang diproduksi sel darah putih dan merupakan penanda peradangan dalam darah, atau disebut biomarker dan dihubungkan dengan respon buruk terhadap antidepresan.

Para ilmuwan menemukan bahwa pasien dengan biomarker di atas batas tertentu, 100 persen tidak akan menanggapi obat yang biasa diresepkan. Mereka pun menandai peradangan di bawah batas yang diharapkan untuk merespon antidepresan lini pertama.

Penulis studi dari Institute of Psychiatry, Psychology & Neuroscience (IoPPN) at King's College London, Professor Carmine Pariante mengatakan bahwa indentifikasi biomarker yang memprediksi respon pengobatan, sangat penting dalam mengurangi beban sosial dan ekonomi dari depresi, serta meningkatkan kualitas hidup pasien.

"Studi ini memberikan pendekatan klinis yang cocok untuk personalisasi terapi antidepresan. Pasien yang mengalami peradangan darah di atas batas tertentu bisa diarahkan lebih cepat mengakses obat yang lebih tegas pada antidepresan generik," ujar Carmine.

Studi tersebut dipublikasikan dalam The International Journal of Neuropsychopharmacology.

Relawan dari Rethink Mental Illness, Brian Dow, mengatakan pendekatan baru untuk antidepresan ini merupakan awal yang menjanjikan.

Menurutnya, antidepresan dapat menjadi penyelamat jika Anda memiliki penyakit mental seperti depresi, gangguan obsesif kompulsif atau OCD. Tapi, kualitas hidup pasien depresi bisa terganggu, bila konsep pengobatan ‘trial and error’ tetap dilakukan selama bertahun-tahun, demi menemukan obay yang cocok.

"Sementara itu, mengubah dari satu jenis obat ke yang lain berarti harus berhadapan dengan efek samping yang berbeda, belum lagi gejala yang datang dari satu dan pergi untuk yang lain," kata Dow.




Fokus : Depresi


#Depresi #Tes darah
Kontak Informasi Wartakesehatan
PT. SIBER MEDIA ABADI

Redaksi: redaksi[at]wartakesehatan.com
Tlp/Fax: 021-86610709 / 021-86610709
Iklan: marketing[at]wartakesehatan.com

Komentar






Warta Sehat - 5 hari yang lalu

TB. Hasanuddin: Penerapan New Normal Tanpa Persiapan Matang Akan Timbulkan Kematian Massal

Wartakesehatan.com - Indonesia bersiap memasuki fase New Normal atau penormalan baru ditengah pandemi covid-19. Sejumlah..
Tekhnologi - 2 minggu yang lalu

Helm Cerdas Deteksi Corona Sangat Penting dan Perlu

Wartakesehatan.com -  Polda Riau memberikan contoh inisiatif dan inovasi dalam perjuangannya melawan pandemi coronavirus...
Warta Sehat - 2 minggu yang lalu

Di Tengah Pandemi, Hasanuddin Kunjungi Dapil dan Bagikan Ribuan Masker dan Sembako 

Wartakesehatan.com - Di tengah pandemi covid-19 dan jelang Hari Raya Idul Fitri ini, anggota Komisi I DPR RI Fraksi PDI..
Warta Sehat - 2 minggu yang lalu

Covid-19, Sunan Kalijaga Gandeng Nikita Mirzani Baksos ke Markas TNI

Wartakesehatan.com - Ditengah pandemi Covid-19, Pengacara Sunan Kalijaga Bersama Artis dan Forum Kader Bela Negara (FKBN)..
Obat & Penyakit - 2 minggu yang lalu

BPOM: Biasakan Minum Obat Herbal dan Suplemen Kesehatan untuk Daya Tahan Tubuh Menghadapi Pandemi COVID-19

Wartakesehatan.com -  Pandemi COVID-19 membuat sebagian besar masyarakat lebih sadar pentingnya menjaga kesehatan. Salah..
Obat & Penyakit - 2 minggu yang lalu

Studi: Sistem Imun Krusial dalam Melawan Infeksi Virus Corona

Wartakesehat.com - Sebuah penelitian di Australia dalam jurnal Nature Medicine menyimpulkan, sistem imun..
Warta Sehat - 2 minggu yang lalu

8 Cara Jaga Imun tetap Sehat Lawan Virus Corona

Wartakesehatan.com - Untuk melindungi diri dari paparan virus corona, masyarakat dunia telah banyak menjalankan langkah..
Obat & Penyakit - 2 minggu yang lalu

Imunomodulator untuk Cegah Virus Masuk Tubuh

Wartakesehatan.com - Membekali diri dengan cara cegah infeksi virus, dapat “membentengi” tubuh Anda dari berbagai..
Warta Sehat - 3 minggu yang lalu

Penderita Covid di Indonesia Capai 14.749 dan Terus Naik

Wartakesehatan.com - Angka positif COVID-19 yang terkonfirmasi lewat tes laboratorium di Indonesia kini..
Warta Sehat - 3 minggu yang lalu

Edukasi Pemeriksaan Rapid Test dan Swab Beredar di WA

Wartakesehatan.com - Sebuah pesan berantai untuk edukasi virus Corona beredar. Isi pesan berantai tersebut sebagai..

+Indeks