Antara Fresh Air, Jateng Gayeng dan Incinerator

Oleh : Gunawan Abdillah | Minggu, 10 Juli 2016 | 08:19 WIB



BACA JUGA :

    Wartakesehatan.com - Peraturan pemerintah pp 101 tahun 2014 yang membahas limbah berbahaya seharusnya mengikuti perubahan zaman dan tekhnologi. Contoh Jawa Tengah yang bahkan menganggarkan laboratorium Incinerator di beberapa kotanya yang bisa disebut bebas polutan tak tuntas.

    Dalam situs World Health Organizatian (WHO) jelas membuat aturan ketat masalah incenerator yang disebutkan 16 milliar jarum suntik dipergunakan namun tidak benar dalam pembuanganya, disitus tersebut asap hasil pemusnahan limbah bisa menimbulkan racun berbahaya melalui udara.

    Jawa Tengah sendiri dalam situs lpse di kota dan kabupatennya tercantum anggaran mengenai incenerator seperti Blora, Pati, bahkan sampai saat ini puluhan rumah sakitnya juga menggunakan alat pembakaran tersebut.

    Badan kesehatan dunia memiliki aturan ketat mengenai dampak lingkungan dan dibahas mengenai pencemaran udara berbahaya jika pembakaran tidak sempurna terhadap limbah medis tersebut serta menyebar dan menimbulkan masalah baru yakni penyakit.

    "Pembakaran limbah telah banyak dipraktekkan, tetapi insinerasi tidak memadai atau pembakaran hasil bahan yang tidak cocok dalam rilis polutan ke udara andof residu abu. bahan dibakar mengandung klorin dapat menghasilkan dioksin dan furan, yang karsinogen manusia dan telah dikaitkan dengan berbagai efek kesehatan yang merugikan. Pembakaran logam berat atau bahan dengan kandungan logam yang tinggi (dalam memimpin tertentu, merkuri dan cadmium) dapat menyebabkan penyebaran logam beracun di lingkungan"

    Kembali ke Jawa Tengah yang telah dicanangkan pak Gubernur Ganjar Pranowo untuk menggaet turis asing terutama Eropa harus berfikir ulang karena para turis ini peduli dengan udara bersih/fres air, untuk itu perlu mengkaji peralatan baru yang modern tekhnologi microwave yang saat ini canggih sehingga limbah yang diolah menjadi steril dan bebas polutan.

    Jika Gubernur bersama tim lingkungan hidup mendatangi rumah-rumah sakit mungkin akan bisa dihitung berapa kadar asap beracun yang keluar dan mengotori wilayah Jawa Tengah. Belum lagi para transporter limbah medis yang membuang sembarangan.

    Semoga blusukan Ganjar Pranowo tak hanya melulu masalah jalan, namun bergerak hati untuk membuka diri dengan peralatan modern dalam dunia kesehatan untuk Jawa Tengah.

    Incenerator memang murah dari sisi pembiayaannya namun jika ditelisik lebih lanjut akan terasan besar mudaratnya, karena polusi medis hasil pembakaran yang tidak benar akan berdampak ke masyarakat Jawa Tengah.

    Semoga pak Ganjar bisa melakukan terobosan,,,,sukses untuk Jateng Gayeng

     




    Kontak Informasi Wartakesehatan
    PT. SIBER MEDIA ABADI

    Redaksi: redaksi[at]wartakesehatan.com
    Tlp/Fax: 021-86610709 / 021-86610709
    Iklan: marketing[at]wartakesehatan.com

    Baca Juga

      Komentar






      Liputan Khusus - 1 minggu yang lalu

      Idul Adha 1441 H : Masjid Baiturrahman & Al-Islam Cipayung Ikuti Protokol Kesehatan

      Wartakesehatan.com - Dalam menjalankan rangkaian ibadah Idul Adha 1441 H/2020 M pada tahun ini sangat berbeda sekali dari..
      Liputan Khusus - 1 minggu yang lalu

      Lurah Cipayung Tinjau Penerapan Protokol Kesehatan Saat Idul Adha 1441 H/2020

      Wartakesehatan.com - Masih tingginya penyebaran wabah Covid-19 di wilayah DKI Jakarta menjadi perhatian bagi pemangku kebijakan..
      Liputan Khusus - 1 minggu yang lalu

      Masjid Nurul Hikmah Terapkan Protokol Kesehatan & Konsisten Jaga Kualitas Daging Qurban

      Wartakesehatan.com - Rangkaian pelaksanaan Hari Raya Idul Adha 1441 H/2020 pada tahun ini sangat dipengaruhi dengan situasi..
      Liputan Khusus - 1 minggu yang lalu

      Daging Qurban Masjid Al Falah Terpantau & Terapkan Protokol Kesehatan

      Pelaksanaan pemotongan hewan qurban di Masjid Al Falah Cipayung Jakarta Timur.
      Herbal - 3 minggu yang lalu

      Kelompok Usia Produktif Waspadai PTM

      Wartakesehatan.com -- Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan menunjukkan bahwa saat ini perkembangan Penyakit Tidak..
      Herbal - 3 minggu yang lalu

      Cegah Virus dengan Herbal

      Wartakesehatan.com - Antivirus corona berbasis tanaman eucalyptus belakangan ini ramai diperbincangkan. Potensi antivirus..
      Obat & Penyakit - 4 minggu yang lalu

      Menkes Sebut Meniran Hijau untuk Penanggulangan Covid-19

      Wartakesehatan.com - Menteri Kesehatan Terawan patut diberikan apreasiasi dengan sebutan bapak Herbal karena mendukung Obat..
      Warta Sehat - 4 minggu yang lalu

      Awas! Protokol Kesehatan Anak di Sekolah Bisa Jadi Cluster Baru

      Wartakesehatan.com - Banyak pihak yang meminta pemerintah menunda untuk melaksanan kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah..
      Warta Sehat - 1 bulan yang lalu

      Cegah Penularan Droplet dengan Masker di Mana Saja

      Wartakesehatan.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengakui munculnya bukti-bukti yang melihat virus Corona COVID-19 bisa..
      Warta Sehat - 1 bulan yang lalu

      Waspadai Droplet di Ruangan tertutup

      Wartakesehatan.com - New Normal membuat sebagian kantor-kantor buka dan para karyawan kembali bekerja sedia kala, namun masih..

      +Indeks