Vaksin Palsu Siapa yang Salah? Ini Kata Bio Farma

Oleh : kcm | Minggu, 17 Juli 2016 | 10:12 WIB



Wartakesehatan.com - Vaksin merupakan produk yang tidak boleh dijual bebas. Di Indonesia, ada PT Bio Farma yang memroduksi vaksin. Vaksin buatan dalam negeri ini digunakan oleh pemerintah untuk program imunisasi nasional yang diberikan secara gratis.

Tak hanya proses produksi, pendistribusian vaksin pun dilakukan secara khusus. Pengiriman vaksin menggunakan sistem cold chainuntuk menjaga suhu vaksin.

"Pengiriman vaksin mulai dari Bio Farma sampai konsumen akhir tetap terjaga," ujar Kepala Divisi Penjualan Dalam Negeri PT Bio Farma, Drajat Alamsyah saat ditemui di pabrik Bio Farma, Bandung, Jumat (15/7/2016).

Alam menjelaskan, untuk sektor pemerintah, vaksin buatan Bio Farma langsung dikirim ke Dinas Kesehatan Provinsi. Dinas Kesehatan Provinsi kemudian menyalurkan vaksin ke Dinkes Kota/Kabupaten.

Setelah itu, Dinkes Kota/Kabupaten menyalurkannya ke Puskesmas atau Posyandu hingga akhirnya ke pasien. Tak hanya sektor pemerintah, swasta pun bisa mendapat vaksin dari Bio Farma.

Untuk sektor swasta, Bio Farma mendistribusikannya lewat Pedagang Besar Farmasi (PBF) yang sudah terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Bio Farma pun selalu melakukan audit setiap tahunnya.

Alam mengungkapkan, ada empat PBF atau distributor resmi produk vaksin Bio Farma. Keempatnya, yaitu PT Indofarma Global Medika, PT Rajawali Nusindo, dan PT Sagi Capri. Sementara itu, khusus untuk tender melalui PT Perusahaan Perdagangan Indonesia.

Untuk menghindari vaksin palsu, fasilitas layanan kesehatan harus mendapat vaksin dari produsen dan distributor resmi. BPOM sendiri sebelumnya menemukam 37 fasilitas layanan kesehatan yang membeli vaksin dari sumber tidak resmi.

Kepala Divisi Corporate Secretary Bio Farma M Rahman Rustan menambahkan, kualitas vaksin buatan dalam negeri pun tak kalah dengan vaksin impor. Bahkan, Bio Farma juga mengekspor vaksin ke 132 negara




Kontak Informasi Wartakesehatan
PT. SIBER MEDIA ABADI

Redaksi: redaksi[at]wartakesehatan.com
Tlp/Fax: 021-86610709 / 021-86610709
Iklan: marketing[at]wartakesehatan.com

Komentar






Obat & Penyakit - 31 menit yang lalu

Waspadai, 4 Gejala Penyakit Kanker

Wartakesehatan - Kanker merupakan penyakit paling mematikan di dunia, selain menyerang organ bahkan sel-sel tertentu..
Warta Sehat - 1 jam yang lalu

Manfaat Sehat Kacang Almond

Wartakesehatan.com - Almond merupakan sumber protein baik yang mengandung asam lemak esensial, vitamin E, dan magnesium,"..
Warta Sehat - 2 jam yang lalu

Redakan Nyeri Menstruasi dengan 6 Cara ini!

Wartakesehatan - Siklus bulanan bagi wanita atau menstruasi terjadi ketika remaja pada usia 10 tahun. Bagi wanita..
Mamin - 3 jam yang lalu

7 Sayuran yang Kaya Vitamin K

Wartakesehatan.com - Vitamin memang sangat dibutuhkan oleh tubuh kita , agar tubuh selalu sehat. Misalkan vitamin K..
Warta Sehat - 4 jam yang lalu

Pepaya Bermanfaat bagi Kesehatan Wanita

Wartakesehatan.com - Pepaya merupakan buah yang berasal dari Meksiko bagian selatan dan sekarang sudah menyebar luas dan..
Warta Sehat - 5 jam yang lalu

Waspada, Reaksi Gigitan Nyamuk

Wartakesehatan.com - Beberapa penyakit bisa didatangkan oleh nyamuk, salah satunya demam berdarah. Seringkali kita anggap..
Mamin - 6 jam yang lalu

4 Makanan ini, Bersihkan Paru-paru Perokok

Wartakesehatan - Tak bisa dipungkiri sejak anak-anak, remaja hingga dewasa kita telah diperingatkan tentang bahaya..
Herbal - 7 jam yang lalu

Jamu Tradisional anti Anemia

Wartakesehatan.com - Mungkin sebagian orang lebih memilih menggunakan obat dan jamu tradisional dibandingkan dengan obat..
Kecantikan - 8 jam yang lalu

Waspada, Jerawat bisa memicu Bunuh Diri

Wartakesehatan.com - Setiap orang pasti tidak asing dengan yang namanya jerawat. Jerawat adalah suatu keadaan di mana..
Warta Sehat - 9 jam yang lalu

Lemon Hangat Bantu Turunkan Berat Badan

Wartakesehatan.com - Kandungan vitamin C dalam lemon dinilai mampu menjaga kekebalan tubuh dari serangan penyakit. Tapi..

+Indeks