Sulit Tidur atau Insomnia atasi dengan Cara ini!

Oleh : Dirk/Blog | Minggu, 09 Juni 2019 | 21:30 WIB


(Ist)

Wartakesehatan.com - Insomnia atau sulit tidur mungkin merupakan gangguan kejiwaan yang paling banyak ditangani oleh sejawat dokter baik umum maupun spesialis. Gangguan tidur ini memang paling banyak dikeluhkan dan sayangnya sering kali tidak ditangani dengan baik dan menyeluruh. Kasus-kasus insomnia sendiri sering kali lebih banyak diobati sendiri baik dengan obat-obatan bebas di apotek ataupun yang mencoba-coba sendiri dengan menggunakan obat psikotropika yang dibeli secara online/bebas di apotek "nakal". 

Dibawah ini ada beberapa cara untuk pengobatan menyeluruh Insomnia :

Jangan Obati Gejalanya Saja

Banyak kasus insomnia yang fokus pengobatannya hanya pada gejala yang dirasakan yaitu kesulitan tidur. Bisa berbulan-bulan makan obat tidur yang merupakan golongan benzodiazepine. Sayangnya lagi banyak pula pasien yang diberikan oleh dokternya hanya obat anticemas yang mempunyai efek mengantuk seperti alprazolam (dikenal dengan merk Xanax, Alganax, Zypraz dll). Memang pasien menjadi bisa tidur dengan nyaman, tapi apakah sempat terpikir mengapa kasus insomnia diberikan obat anticemas malah bermanfaat? Ini artinya ada masalah kecemasan yang menjadi dasar gejala insomnianya. 

Beberapa orang yang berani mencoba-coba sendiri lebih buruk lagi kondisinya. Sering kali orang mengalami "ketergantungan" obat tidur disebabkan karena kesalahan sendiri. Awalnya berobat ke dokter tetapi kemudian membeli obat secara bebas sendiri. Sayangnya obat-obat seperti ini memang bisa dengan mudah ditemukan secara online di Indonesia. 

Obati Dasar Gejalanya

Tidak bisa tidur memang sering kali hanya merupakan salah satu tanda dari gangguan jiwa. Gejala lain jika kita mau lebih dalam mengeksplorasi tentunya akan lebih banyak daripada sekedar tidak bisa tidur. Penderita juga perlu diberikan pemahaman bahwa pengobatan gangguan tidur akan membutuhkan waktu.

Penderita sering kali berharap ada obat yang bisa menyembuhkan langsung gejala gangguan tidur seperti insomnia. Penderita berharap bahwa ada sejenis "antibiotik" untuk melawan "kuman insomnia". Sayangnya hal tersebut tidak ada dalam praktek sehari-hari. Masalah tidur yang sepertinya sederhana sebenarnya sangat kompleks. Perilaku dan kebiasaan seseorang juga sangat mempengaruhi masalah tidur . Sering kali penderita tidak sabar untuk melakukan terapi untuk gangguan tidurnya dan akhirnya menyerah hanya dengan menggunakan obat tidurnya saja. 

Kasus gangguan tidur banyak disebabkan karena depresi dan cemas. Pengobatan gangguan insomnia yang didasari oleh masalah depresi cemas harus juga berkaitan dengan pengobatan gangguan depresi dan cemasnya. Pengobatan yang fokus pada gejala insomnianya saja tidak akan berhasil memperbaik secara baik gangguan tidurnya. 

Penderita sering kali merasa ketergantungan jika berobat untuk insomnia. Padahal tanpa sadar banyak kasus pasien yang sebernarnya memang sudah "tergantung" dengan obat tidur karena  memakainya bertahun-tahun tanpa sadar itu sebenarnya hanya mengobati gejala saja tanpa menyentuh dasar diagnosis yang menyebakan kesulitan tidur. Pola pikir seperti ini yang perlu juga diperbaiki saat melakukan terapi insomnia di klinik sehari-hari.




Fokus : Insomnia


#Insomnia
Kontak Informasi Wartakesehatan
PT. SIBER MEDIA ABADI

Redaksi: redaksi[at]wartakesehatan.com
Tlp/Fax: 021-86610709 / 021-86610709
Iklan: marketing[at]wartakesehatan.com

Komentar






Warta Sehat - 23 jam yang lalu

TB. Hasanuddin: Penerapan New Normal Tanpa Persiapan Matang Akan Timbulkan Kematian Massal

Wartakesehatan.com - Indonesia bersiap memasuki fase New Normal atau penormalan baru ditengah pandemi covid-19. Sejumlah..
Tekhnologi - 1 minggu yang lalu

Helm Cerdas Deteksi Corona Sangat Penting dan Perlu

Wartakesehatan.com -  Polda Riau memberikan contoh inisiatif dan inovasi dalam perjuangannya melawan pandemi coronavirus...
Warta Sehat - 1 minggu yang lalu

Di Tengah Pandemi, Hasanuddin Kunjungi Dapil dan Bagikan Ribuan Masker dan Sembako 

Wartakesehatan.com - Di tengah pandemi covid-19 dan jelang Hari Raya Idul Fitri ini, anggota Komisi I DPR RI Fraksi PDI..
Warta Sehat - 1 minggu yang lalu

Covid-19, Sunan Kalijaga Gandeng Nikita Mirzani Baksos ke Markas TNI

Wartakesehatan.com - Ditengah pandemi Covid-19, Pengacara Sunan Kalijaga Bersama Artis dan Forum Kader Bela Negara (FKBN)..
Obat & Penyakit - 2 minggu yang lalu

BPOM: Biasakan Minum Obat Herbal dan Suplemen Kesehatan untuk Daya Tahan Tubuh Menghadapi Pandemi COVID-19

Wartakesehatan.com -  Pandemi COVID-19 membuat sebagian besar masyarakat lebih sadar pentingnya menjaga kesehatan. Salah..
Obat & Penyakit - 2 minggu yang lalu

Studi: Sistem Imun Krusial dalam Melawan Infeksi Virus Corona

Wartakesehat.com - Sebuah penelitian di Australia dalam jurnal Nature Medicine menyimpulkan, sistem imun..
Warta Sehat - 2 minggu yang lalu

8 Cara Jaga Imun tetap Sehat Lawan Virus Corona

Wartakesehatan.com - Untuk melindungi diri dari paparan virus corona, masyarakat dunia telah banyak menjalankan langkah..
Obat & Penyakit - 2 minggu yang lalu

Imunomodulator untuk Cegah Virus Masuk Tubuh

Wartakesehatan.com - Membekali diri dengan cara cegah infeksi virus, dapat “membentengi” tubuh Anda dari berbagai..
Warta Sehat - 2 minggu yang lalu

Penderita Covid di Indonesia Capai 14.749 dan Terus Naik

Wartakesehatan.com - Angka positif COVID-19 yang terkonfirmasi lewat tes laboratorium di Indonesia kini..
Warta Sehat - 2 minggu yang lalu

Edukasi Pemeriksaan Rapid Test dan Swab Beredar di WA

Wartakesehatan.com - Sebuah pesan berantai untuk edukasi virus Corona beredar. Isi pesan berantai tersebut sebagai..

+Indeks