Wanita Patah Hati bisa Berujung Kematian

Oleh : Dirk/kompas | Sabtu, 06 Juli 2019 | 14:05 WIB


(Ist)

Wartakesehatan - Percaya atau tidak ternyata dibandingkan pria, wanita lebih gampang mengidap sindrom patah hati atau takotsubo yang bisa berujung kematian. Hal ini diungkapkan oleh sebuah penelitian ilmiah.

"Kami percaya bahwa sindrom Takotsubo adalah contoh klasik dari umpan balik yang terjalin secara kompleks, meliputi rangsangan psikologis dan / atau fisik dalam otak yang kemudian berdampak pada sistem kardiovaskular," kata Jelena Ghadri, MD, peneliti di departemen kardiologi di University Hospital di Zurich, Swiss.

Mekanisme yang tepat tentang bagaimana terjadinya sindrom takotsubo masih dalam penelitian yang terus berlangsung. Para profesional medis banyak yang tertarik pada topik yang pertama kali diteliti di Jepang pada awal 1990-an ini.

Penelitian terbaru yang dilakukan oleh Ghadri menunjukka,n bahwa tidak hanya peristiwa sedih yang dapat menyebabkan timbulnya takotsubo, peristiwa gembira pun bisa, seperti ulang tahun dan pernikahan.

Apapun yang membuat emosi Anda melonjak bisa memicu kondisi mulai dari kelelahan, sesak napas hingga asma.

Penelitian juga menunjukkan, bahwa mayoritas orang yang menderita sindrom takotsubo adalah perempuan pasca-menopause.

"Sembilan dari 10 pasien takotsubo adalah wanita. Ini menunjukkan bahwa ada estrogen di sana," kata Harmony Reynolds, MD, Saul J. Farber, profesor kedokteran di divisi kardiologi di NYU Langone Medical Center, yang memimpin sebuah studi tahun lalu terhadap 20 perempuan yang selamat sindrom patah hati.

Saat ini, dia sedang mencoba untuk menemukan penjelasan mengapa patah hati yang melanda wanita usia senior, cenderung lebih fatal.

Beberapa penelitian menunjukkan, pria lebih terlindungi terhadap hormon yang berhubungan dengan stres. Sebaliknya, wanita pasca-menopause yang telah kehilangan hormon estrogen, berada pada risiko yang paling tinggi.

Penelitian lain menunjukkan, bahwa estrogen sendiri sebenarnya adalah pelindung untuk jantung.

Sindrom takotsubo menampilkan dirinya seperti serangan jantung biasa dengan gejala; nyeri dada, sesak napas dan elektrokardiogram EKG) tidak teratur. Perbedaannya, serangan jantung biasa disebabkan oleh arteri koroner yang tersumbat.

Sementara pada kasus takotsubo, arteri tetap terbuka, namun kombinasi dengan faktor-faktor lain, menyebabkan jantung mengambil bentuk seperti takotsubo, panci khas Jepang yang digunakan untuk menjebak gurita.




Fokus : Wanita Patah Hati


#Patah hati
Kontak Informasi Wartakesehatan
PT. SIBER MEDIA ABADI

Redaksi: redaksi[at]wartakesehatan.com
Tlp/Fax: 021-86610709 / 021-86610709
Iklan: marketing[at]wartakesehatan.com

Komentar






Warta Sehat - 12 jam yang lalu

Deteksi Kesehatan Melalui Urine

Wartakesehatan.com - Ketika anda sedang berada di toilet untuk buang air kecil, apakah Anda selalu menyempatkan diri untuk..
Mamin - 13 jam yang lalu

Makan Tergesa-gesa Fatal bagi Kesehatan

Wartakesehatan.com – Makan merupakan kegiatan yang rutin dilakukan setiap individu. Hal ini merupakan kebutuhan..
Warta Sehat - 14 jam yang lalu

Wow, Keju bisa Membunuh Sel Kanker

Wartakesehatan - Keju adalah salah satu makanan dari olahan susu yang banyak digemari orang. Keju juga punya..
Warta Sehat - 15 jam yang lalu

Penyebab Jantung Berdebar Usai Minum Kopi

Wartakesehatan - Beberapa orang mempunyai kebiasaan minum kopi dan tentu saja ketika minum kopi jantung..
Warta Sehat - 16 jam yang lalu

Olahraga Bulu Tangkis bikin Jantung Sehat

Wartakesehatan - Tak dipungkiri bahwa salah satu faktor untuk menghindari berbagai penyakit pada tubuh adalah dengan..
Ibu & Anak - 17 jam yang lalu

Akibat jika Stres saat Hamil

Wartakesehatan.com - Stres selama kehamilan bisa menghambat perkembangan keterampilan motorik anak yang di kemudian hari,..
Obat & Penyakit - 18 jam yang lalu

Ketahui 6 Gejala dari Kanker

Wartakesehatan.com - Kanker merupakan penyakit yang membahayakan. Penyakit ini bisa muncul kapan saja, dan menyerang..
Warta Sehat - 19 jam yang lalu

Merokok bisa picu Malapetaka pada Otak

Wartakesehatan - Tentu hampir semua orang tau merokok tak baik bagi kesehatan karena dapat memicu sejumlah penyakit..
Mamin - 20 jam yang lalu

Makan Saat Perut Tak Lapar Ini Bahayanya

Wartakesehatan.com - Menurut pemikiran tradisional, kebiasaan makan saat perut tidak lapar bisa membuat kegemukan, karena..
Mamin - 22 jam yang lalu

7 Makanan Sehat bikin Panjang Umur

Wartakesehatan.com - Dengan rutin berolahraga dan membiasakan mengkonsumsi makanan yang sehat, maka anda telah menjaga..

+Indeks