Negara Maju Banyak Penderita Asma

Oleh : Dirk/sindo | Selasa, 11 Juni 2019 | 15:19 WIB


(Ist)

Wartakesehatan - Asma merupakan jenis penyakit jangka panjang atau kronik pada saluran pernapasan yang ditandai dengan peradangan dan penyempitan saluran napas yang menimbulkan sesak atau sulit bernapas. 

Spesialis Paru dan Saluran Pernafasan dari Rumah Sakit Evasari Awalbros, Dr Ni Nyoman Priantini SpP menjelaskan, asma paling banyak terdapat di negara maju. "Asma banyak terdapat di negara maju, terutama negara dengan tingkat polusi udaranya yang tinggi," papar Dr Nyoman dikutip dari Sindonews.

Sementara, penyebab kambuhnya penyakit ini pun bisa disebabkan oleh dua hal. Dr Nyoman menambahkan, faktor instrisik dan ekstrisik bisa menyebabkan kambuhnya asma.

"Secara umum ada dua yaitu faktor instriksik, dari dalam diri seseorang. Hal ini bisa karena penyakit flu, aktivitas yang berat atau karena faktor emosi. Yang ke dua adalah faktor ekstriksik atau faktor dari luar. Biasanya disebabkan karena debu, serbuk sari, bulu, udara dingin atau yang lain yang memicu terjadinya asma," jelasnya.

Parahnya, penyakit ini tidak bisa disembuhkan secara sempurna. Oleh karena itu, Dr Nyoman pun menyarankan untuk pentingnya melakukan diagnosis sedini mungkin. Salah satunya dengan cara melihat riwayat keluarga dan riwayat alergi sebelumnya.

"Riwayat penyakit sangat berguna untuk mendapatkan diagnosis penyakit asma. Informasi tentang gejala asma juga berguna untuk dapat mendapatkan diagonosis penyakit asma. Gejala umum dan tanda-tanda penyakit asma diantaranya, mengi (kondisi dimana seseorang mengeluarkan bunyi pada saat bernapas), batuk berdahak, sesak nafas dan dada terasa berat. Gejala juga bisa dilihat saat terpapar alergi, saat terkena infeksi atau selesai olah raga atau beraktivitas," pungkasnya.




Fokus : Asma


#Asma
Kontak Informasi Wartakesehatan
PT. SIBER MEDIA ABADI

Redaksi: redaksi[at]wartakesehatan.com
Tlp/Fax: 021-86610709 / 021-86610709
Iklan: marketing[at]wartakesehatan.com

Komentar






Warta Sehat - 23 jam yang lalu

TB. Hasanuddin: Penerapan New Normal Tanpa Persiapan Matang Akan Timbulkan Kematian Massal

Wartakesehatan.com - Indonesia bersiap memasuki fase New Normal atau penormalan baru ditengah pandemi covid-19. Sejumlah..
Tekhnologi - 1 minggu yang lalu

Helm Cerdas Deteksi Corona Sangat Penting dan Perlu

Wartakesehatan.com -  Polda Riau memberikan contoh inisiatif dan inovasi dalam perjuangannya melawan pandemi coronavirus...
Warta Sehat - 1 minggu yang lalu

Di Tengah Pandemi, Hasanuddin Kunjungi Dapil dan Bagikan Ribuan Masker dan Sembako 

Wartakesehatan.com - Di tengah pandemi covid-19 dan jelang Hari Raya Idul Fitri ini, anggota Komisi I DPR RI Fraksi PDI..
Warta Sehat - 1 minggu yang lalu

Covid-19, Sunan Kalijaga Gandeng Nikita Mirzani Baksos ke Markas TNI

Wartakesehatan.com - Ditengah pandemi Covid-19, Pengacara Sunan Kalijaga Bersama Artis dan Forum Kader Bela Negara (FKBN)..
Obat & Penyakit - 2 minggu yang lalu

BPOM: Biasakan Minum Obat Herbal dan Suplemen Kesehatan untuk Daya Tahan Tubuh Menghadapi Pandemi COVID-19

Wartakesehatan.com -  Pandemi COVID-19 membuat sebagian besar masyarakat lebih sadar pentingnya menjaga kesehatan. Salah..
Obat & Penyakit - 2 minggu yang lalu

Studi: Sistem Imun Krusial dalam Melawan Infeksi Virus Corona

Wartakesehat.com - Sebuah penelitian di Australia dalam jurnal Nature Medicine menyimpulkan, sistem imun..
Warta Sehat - 2 minggu yang lalu

8 Cara Jaga Imun tetap Sehat Lawan Virus Corona

Wartakesehatan.com - Untuk melindungi diri dari paparan virus corona, masyarakat dunia telah banyak menjalankan langkah..
Obat & Penyakit - 2 minggu yang lalu

Imunomodulator untuk Cegah Virus Masuk Tubuh

Wartakesehatan.com - Membekali diri dengan cara cegah infeksi virus, dapat “membentengi” tubuh Anda dari berbagai..
Warta Sehat - 2 minggu yang lalu

Penderita Covid di Indonesia Capai 14.749 dan Terus Naik

Wartakesehatan.com - Angka positif COVID-19 yang terkonfirmasi lewat tes laboratorium di Indonesia kini..
Warta Sehat - 2 minggu yang lalu

Edukasi Pemeriksaan Rapid Test dan Swab Beredar di WA

Wartakesehatan.com - Sebuah pesan berantai untuk edukasi virus Corona beredar. Isi pesan berantai tersebut sebagai..

+Indeks