Pembekuan Darah bisa terjadi karena sering Menonton TV

Oleh : Dirk/jpnn | Kamis, 11 Juli 2019 | 10:00 WIB


(Ist)

Wartakesehatan - Menonton televisi adalah salah satu hiburan yang sering dilakukan hampir sebagian besar orang demi mendapatkan informasi dan berita terkini. Namun beberapa orang sering menonton televisi terlalu lama, bisa berbahaya bagi kesehatan Anda, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal Circulation, hal ini bisa meningkatkan risiko kematian akibat gumpalan darah di paru-paru.

Duduk untuk waktu yang lama pada suatu waktu merupakan faktor risiko untuk jenis gumpalan berbahaya, yang juga dikenal sebagai emboli paru.

Dalam studi mereka, para peneliti Jepang mencatat bahwa emboli paru memang terjadi lebih jarang di Jepang daripada di negara-negara barat, tetapi itu mungkin akan meningkat dan gaya hidup memainkan peran.

Untuk menguji hipotesis mereka, para peneliti menanyai lebih dari 86 ribu orang dewasa tentang berapa jam sehari mereka menghabiskan menonton televisi.

Selama dua dekade berikutnya, sebanyak 59 orang meninggal dari bekuan darah di paru-paru.

Para peneliti menemukan, bahwa orang yang menonton TV lebih dari lima jam sehari adalah 2,5 kali lebih mungkin untuk meninggal karena faktor emboli paru, dibanding mereka yang melakukannya kurang dari lima jam.

Orang-orang yang menonton TV antara dua setengah hingga lima jam sehari juga berada pada peningkatan risiko, meskipun secara signifikan lebih rendah yakni 1,7 kali atau 70 persen.

Mereka memperkirakan bahwa risiko sebenarnya mungkin lebih tinggi, karena emboli paru yang fatal sering tidak dilaporkan atau salah didiagnosis.

Gejala utama mereka yakni nyeri dada dan sesak napas, bisa juga menjadi tanda-tanda serangan jantung dan kondisi serius lainnya.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa orang dewasa di Amerika Serikat cenderung menonton televisi lebih sering dari orang-orang di Jepang.

"Siapapun yang menonton TV terlalu lama harus mengambil tindakan pencegahan untuk mengurangi risiko mengembangkan bekuan darah," kata penulis studi, Dr. Hiroyasu Iso, MD, PhD, seperti dilansir laman Health, Minggu (4/9).

Tapi tenang, ada cara untuk mencegah risiko tersebut.

"Setelah satu jam atau lebih, berdiri, lakukan peregangan, berjalan-jalan atau saat Anda sedang menonton TV, rilekskan otot-otot kaki Anda selama 5 menit," jelas Dr. Iso.

Dr. Iso juga menambahkan, air minum juga bisa memberikan perlindungan serta mempertahankan berat badan yang sehat. Cara ini cenderung bisa  mengurangi risiko emboli paru.

Secara keseluruhan, setiap dua jam menonton TV setiap hari dikaitkan dengan peningkatan risiko sebesar 40 persen.

Mereka memperkirakan bahwa risiko sebenarnya mungkin lebih tinggi, karena emboli paru yang fatal sering tidak dilaporkan atau salah didiagnosis.

Gejala utama mereka yakni nyeri dada dan sesak napas, bisa juga menjadi tanda-tanda serangan jantung dan kondisi serius lainnya.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa orang dewasa di Amerika Serikat cenderung menonton televisi lebih sering dari orang-orang di Jepang.

"Siapapun yang menonton TV terlalu lama harus mengambil tindakan pencegahan untuk mengurangi risiko mengembangkan bekuan darah," kata penulis studi, Dr. Hiroyasu Iso, MD, PhD, seperti dilansir laman Health, Minggu (4/9).

Tapi tenang, ada cara untuk mencegah risiko tersebut.

"Setelah satu jam atau lebih, berdiri, lakukan peregangan, berjalan-jalan atau saat Anda sedang menonton TV, rilekskan otot-otot kaki Anda selama 5 menit," jelas Dr. Iso.

Dr. Iso juga menambahkan, air minum juga bisa memberikan perlindungan serta mempertahankan berat badan yang sehat. Cara ini cenderung bisa  mengurangi risiko emboli paru.




Fokus : Menonton TV


#Pembekuan Darah
Kontak Informasi Wartakesehatan
PT. SIBER MEDIA ABADI

Redaksi: redaksi[at]wartakesehatan.com
Tlp/Fax: 021-86610709 / 021-86610709
Iklan: marketing[at]wartakesehatan.com

Komentar






Obat & Penyakit - 4 hari yang lalu

Penuhi Kebutuhan Nutrisi Anak Agar Imunitas Kuat dengan Lytacur

Wartakesehatan.com - Semua orang bisa terinfeksi virus corona Covid-19. Karena virus menyerang dan menginfeksi siapa saja tanpa..
Obat & Penyakit - 5 hari yang lalu

Demam dan Batuk Kering Belum Tentu Corona, Ini Strategi Terapi Alaminya!

Wartakesehatan.com - Kasus positif COVID-19 terus berkembang, berdasarkan data Kementerian Kesehatan kasus positif Covid-19..
Warta Sehat - 1 minggu yang lalu

TB. Hasanuddin: Penerapan New Normal Tanpa Persiapan Matang Akan Timbulkan Kematian Massal

Wartakesehatan.com - Indonesia bersiap memasuki fase New Normal atau penormalan baru ditengah pandemi covid-19. Sejumlah..
Tekhnologi - 2 minggu yang lalu

Helm Cerdas Deteksi Corona Sangat Penting dan Perlu

Wartakesehatan.com -  Polda Riau memberikan contoh inisiatif dan inovasi dalam perjuangannya melawan pandemi coronavirus...
Warta Sehat - 2 minggu yang lalu

Di Tengah Pandemi, Hasanuddin Kunjungi Dapil dan Bagikan Ribuan Masker dan Sembako 

Wartakesehatan.com - Di tengah pandemi covid-19 dan jelang Hari Raya Idul Fitri ini, anggota Komisi I DPR RI Fraksi PDI..
Warta Sehat - 3 minggu yang lalu

Covid-19, Sunan Kalijaga Gandeng Nikita Mirzani Baksos ke Markas TNI

Wartakesehatan.com - Ditengah pandemi Covid-19, Pengacara Sunan Kalijaga Bersama Artis dan Forum Kader Bela Negara (FKBN)..
Obat & Penyakit - 3 minggu yang lalu

BPOM: Biasakan Minum Obat Herbal dan Suplemen Kesehatan untuk Daya Tahan Tubuh Menghadapi Pandemi COVID-19

Wartakesehatan.com -  Pandemi COVID-19 membuat sebagian besar masyarakat lebih sadar pentingnya menjaga kesehatan. Salah..
Obat & Penyakit - 3 minggu yang lalu

Studi: Sistem Imun Krusial dalam Melawan Infeksi Virus Corona

Wartakesehat.com - Sebuah penelitian di Australia dalam jurnal Nature Medicine menyimpulkan, sistem imun..
Warta Sehat - 3 minggu yang lalu

8 Cara Jaga Imun tetap Sehat Lawan Virus Corona

Wartakesehatan.com - Untuk melindungi diri dari paparan virus corona, masyarakat dunia telah banyak menjalankan langkah..
Obat & Penyakit - 3 minggu yang lalu

Imunomodulator untuk Cegah Virus Masuk Tubuh

Wartakesehatan.com - Membekali diri dengan cara cegah infeksi virus, dapat “membentengi” tubuh Anda dari berbagai..

+Indeks