Waspada, Debu dalam Rumah Mengandung Racun Berbahaya

Oleh : Dirk/kompas | Rabu, 14 Agustus 2019 | 18:05 WIB


(Ist)

BACA JUGA :

    Wartakesehatan - Tahukah anda? bahwa ternyata debu didalam rumah mengandung sejumlah bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan. Bahan kimia berbahaya ditemukan di perabot rumah tangga, menurut sebuah studi baru.

    Para peneliti menganalisa informasi dari 26 studi sebelumnya yang mencakup data sampel debu yang dikumpulkan dari banyak rumah di 14 negara bagian AS.

    Hasil penelitian menunjukkan, 45 bahan kimia yang berasal dari produk rumah tangga, seperti vinil lantai, furniture, produk pembersih, parfum, dan bahkan kotak pizza, ditemukan dalam debu.

    Hal tersebut karena debu-debu dapat dengan mudah menyerap bahan kimia. Terlebih lagi, 10 bahan kimia berbahaya hadir di 90 persen sampel debu rumah tangga, yang menunjukkan bahwa banyak orang yang terkena zat ini, kata para peneliti.

    Banyak bahan kimia tersebut yang telah dikaitkan dengan bahaya kesehatan, seperti gangguan hormon, masalah kesuburan dan kanker, kata para peneliti.

    Anak-anak cenderung berisiko lebih tinggi untuk terpapar bahan kimia dari debu, karena anak-anak sering merangkak atau bermain di lantai dan meletakkan tangan mereka di mulut mereka, kata para peneliti.

    "Temuan menunjukkan bahwa orang-orang, dan terutama anak-anak, setiap hari terpapar bahan kimia dalam debu yang terkait dengan masalah kesehatan yang serius," kata rekan penulis studi Ami Zota, asisten profesor kesehatan lingkungan di George Washington University Milken Institute School of Public Health di Washington DC.

    Bahan kimia tingkat tertinggi yang ditemukan dalam debu adalah phthalates, diikuti oleh fenol, flame retardants, wewangian dan bahan kimia fluorinated.

    "Kondisi ini tentu menjadi perhatian," kata Dr Kenneth Spaeth, kepala Occupational and Environmental Medicine di Northwell Health Great Neck, New York, yang tidak terlibat dalam penelitian.

    Namun, studi lebih lanjut diperlukan untuk menguji sejauh mana bahan kimia dalam debu dapat masuk dalam tubuh dan berkontribusi merugikan pada kesehatan, kata Spaeth.

    Sangat sulit bagi konsumen untuk menghindari bahan kimia ini, karena banyak ditemukan di barang-barang umum, dan produsen seringkali tidak memasukkan zat tersebut pada label.

    Tapi, masih ada cara mudah bagi orang untuk mengurangi eksposur terhadap bahan kimia dalam debu, yaitu sering mencuci tangan mereka, menggunakan vakum dengan HEPA (high-efficiency particulate arrestance) filter, bila mungkin, sering membuka jendela agar udara segar masuk ke rumah, kata Spaeth dalam studi yang diterbitkan di jurnal Environmental Science & Technology.




    Fokus : Debu


    #Rumah
    Kontak Informasi Wartakesehatan
    PT. SIBER MEDIA ABADI

    Redaksi: redaksi[at]wartakesehatan.com
    Tlp/Fax: 021-86610709 / 021-86610709
    Iklan: marketing[at]wartakesehatan.com

    Baca Juga

      Komentar






      Warta Sehat - 1 minggu yang lalu

      Pembagian Sembako untuk Kaum Dhuafa Bekasi oleh Ezy Pratama Foundation dan INTI

       Wartakesehatan.com.- Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) bersama yayasan ezy pratama foundation mengadakan bakti..
      Alkes & Lab - 1 minggu yang lalu

      Confidence Persembahkan Adult Pants Gender untuk Pria dan Wanita

      Jakarta, WartaKesehatan.com - Confidence, merek popok dewasa nomor 1 di Indonesia kembali meluncurkan produk terbarunya,..
      Warta Sehat - 1 minggu yang lalu

      Donasi Dexa Group Agar Tenaga Medis Miliki Imun Kuat

      Wartakesehatan.com - Derasnya dukungan penanganan Covid -19 dengan menyumbang Donasi 20.000 kapsul Stimuno Forte dan 50 goodie..
      Warta Sehat - 2 minggu yang lalu

      CFD Jangan jadi Cluster Baru, Konsisten Jaga Imun Tubuh

        Wartakesehatan.com, JAKARTA - Pelonggaran PSBB sudah dilakukan di beberapa daerah, namun sayangnya tidak semua..
      Obat & Penyakit - 2 minggu yang lalu

      Menkes: Masyarakat Jangan Ragu untuk Konsumsi OMAI

      Jakarta - Tak pernah bosan Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto mengimbau agar masyarakat tak perlu ragu untuk..
      Warta Sehat - 2 minggu yang lalu

      Komnas Anak Tuding Gubernur DKI Hilangkan Hak Anak

      Wartakesehatan.com - Hilangnya hak anak atas pendidikan di DKI Jakarta dan bahkan di Indonesia tahun ajaran baru 2020/2021..
      Warta Sehat - 2 minggu yang lalu

      Jadikan Sumatera Bebas Asap, Kapolda Sumsel dan Jambi Bangun Posko Karhutla Bersama

      Wartakesehatan.com -  Guna mengantisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) pada masa kemarau tahun ini, Kepala..
      Warta Sehat - 2 minggu yang lalu

      Baksos Ezy Pratama Foundation dan Yayasan INTI ke Kaum Dhuafa Klender

      Wartakesehatan.com - Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) bersama yayasan ezy pratama foundation mengadakan bakti sosial di..
      Obat & Penyakit - 3 minggu yang lalu

      New Normal: Menjaga Imunitas dengan Imunomodulator Herbal

      JAKARTA - Kita tahu, wabah korona belum kunjung usai di dunia dan negara kita, Indonesia. Apalagi sampai saat ini vaksin untuk..
      Warta Sehat - 4 minggu yang lalu

      Hasanuddin Minta Pemerintah Daerah Tak Asal Terapkan New Normal

      JAKARTA,- Pemerintah menerapkan kenormalan baru atau new normal di tengah pandemi covid-19. Langkah ini mendapat sorotan dari..

      +Indeks