Rambut Kemaluan dengan Mitos dan Faktanya

Oleh : Dirk/kompas | Jumat, 07 Oktober 2016 | 23:35 WIB


(Ist)

Wartakesehatan - Selaku orang beragama kita pasti percaya bahwa campur tangan Tuhan dalam menciptakan bagian-bagian tubuh manusia memiliki fungsi dan manfaat masing-masing, tak terkecuali sampai pada rambut kemaluan sekalipun.

Berbicara tentang rambut kemaluan muungkin ada beberapa orang yang melakukan wax, atau mencukurnya, atau membiarkannya tumbuh alami. Ada banyak rumor tentang rambut di bagian bawah sana. Tapi sebaiknya, kita membaca apa kata para ahli untuk memisahkan fakta dari fiksi mengenai rambut kemaluan.

Mitos: Rambut kemaluan melindungi kita terhadap penyakit menular seksual (PMS).

Fakta: Justru sebaliknya. Rambut kemaluan bisa menjadi tempat berkembang biak bagi bakteri.

Para peneliti belum mempelajari kuman di rambut kemaluan secara khusus, namun mereka merujuk pada penelitian yang menyebutkan ada bakteri dalam jenggot pria dalam jumlah yang mengkhawatirkan, kata Wendy Askew, MD, seorang dokter kebidanan dan kandungan di Institute for Women's Health di San Antonio.

"Rambut kemaluan saja tidak cukup untuk melindungi terhadap PMS," kata Sejal Shah, MD, dermatolog di New York City.

Bahkan sebaliknya, rambut kemaluan bisa membantu virus berkembang. Sebuah penelitian di Cina menyimpulkan HPV yang hadir di rambut kemaluan pria, bisa mengakibatkan masalah terkait hal yang sama pada pasangan wanita mereka.

Mitos: Rambut kemaluan membuat seks menjadi kurang menyenangkan.

Fakta: Hal yang satu ini bervariasi dari orang ke orang. Banyak yang berpikir gesekan antara rambut kemaluan, membuat hubungan intim bertambah seksi. Tapi, ada juga yang merasa lebih intens jika terjadi kontak antar kulit langsung, bebas dari rambut kemaluan, jelas Askew.

"Secara teori, Anda bisa mendapatkan rangsangan secara lebih langsung tanpa adanya rambut kemaluan itu," katanya lagi.

"Tapi semua itu tergantung pada apa yang Anda suka, berapa banyak stimulasi atau tekanan yang kita butuhkan untuk mencapai orgasme. Rambut kemaluan bisa dianggap mengurangi kenikmatan dan bisa juga tidak."

Mitos: Warna rambut kemaluan sesuai dengan warna rambut Anda.

Fakta: Ini kepercayaan klasik. Lihatlah warna alis untuk prediksi yang lebih akurat. "Untuk sebagian besar orang, rambut kemaluan cenderung sewarna dengan warna alis," kata Askew.

Mitos: Rambut kemaluan yang lebat membuat libido pasangan turun.

Fakta: Secara teknis, itu tergantung pada pasangan Anda, tapi ada beberapa bukti bahwa rambut kemaluan justru bisa menaikkan libido pasangan karena penuh feromon.

"Kelenjar sebaseus, yang ada pada ujung/bantalan rambut, menghasilkan sekresi berbau," kata Askew.

"Kemudian, bercampur dengan bakteri pada kulit dan rambut, akan menghasilkan aroma yang disebut feromon. Bau akan bertambah jika Anda memiliki rambut kemaluan atau jika Anda tidak membersihkannya karena bakteri akan berpopulasi di sana."

Orang yang sensitif dengan aroma, bisa jadi tertarik dengan aroma feromon itu.

Mitos: Rambut kemaluan tidak pernah berhenti tumbuh.

Fakta: Rambut berhenti tumbuh saat mencapai titik tertentu, kata Askew. "Pada dasarnya, rambut kemaluan akan berhenti tumbuh pada titik tertentu, kemudian akan gugur dan yang baru akan tumbuh," katanya.

Panjang rambut kemaluan bervariasi dari orang ke orang, tapi Shah mengatakan, umumnya rambut kemaluan berhenti tumbuh di panjang 1,2-5 Cm.

Mitos: Jika kulit Anda sensitif, Anda tidak perlu mencukur rambut kemaluan.

Fakta: Tergantung pada bagaimana cara Anda mencukurnya. Jika Anda mencukur dengan agresif, terlalu dekat dengan kulit dan tanpa pelembab, Anda bisa terluka. Kemudian, bakteri bisa masuk ke dalam kulit dan menyebabkan infeksi dan peradangan. Bercukurlah dengan lembut dan sebaiknya gunakan pelembab.




Fokus : Rambut Kemaluan


#Rambut Kemaluan
Kontak Informasi Wartakesehatan
PT. SIBER MEDIA ABADI

Redaksi: redaksi[at]wartakesehatan.com
Tlp/Fax: 021-86610709 / 021-86610709
Iklan: marketing[at]wartakesehatan.com

Komentar






Obat & Penyakit - 13 jam yang lalu

Kentang Ampuh Cegah Beberapa Penyakit

Wartakesehatan.com - Kentang sudah menjadi makanan yang populer di berbagai negara bahkan mereka menggunakannya untuk..
Obat & Penyakit - 14 jam yang lalu

Waspada, Flu Rentan Menyerang karena Kurang Tidur

Wartakesehatan.com - Tidur adalah hal yang selalu dilakukan manusia untuk mengistirahatkan tubuh dan pikiran.  Salah..
Mamin - 15 jam yang lalu

Tingkatkan Sistem Pencernaan Rutin Konsumsi Buah Sirsak

Wartaksehatan - Buah sirsak mungkin sudah tidak asing lagi ditelinga masyarakat hal ini karena buah sirsak sangat mudah..
Warta Sehat - 16 jam yang lalu

Hilangkan Stres dengan Bermain Trampolin

Wartakesehatan - Trampolin adalah salah satu olahraga yang sangat menyenangkan, bagaimana tidak olahraga ini diibaratkan..
Warta Sehat - 21 jam yang lalu

Menambah Tidur di Akhir Pekan Memberi Manfaat Sehat

Wartakesehatan.com - Kurang tidur, sudah bukan rahasia lagi, bisa memicu ragam efek negatif pada kesehatan tubuh, terutama..
22 jam yang lalu

Gangguan Makan Berpotensi Memberikan Efek Samping

Wartakesehatan.com - Gangguan makan didefinisikan sebagai upaya mengurangi asupan makan demi mengurangi berat badan. Beberapa..
Warta Sehat - 23 jam yang lalu

Ini Dia Manfaat Puasa Bagi Kesehatan Mata

Wartakesehatan.com - Banyak manfaat yang didapatkan tubuh dari menjalankan ibadah Puasa Ramadan. Salah satunya adalah..
1 hari yang lalu

Posisi Tidur yang Tepat untuk Ibu Hamil

Wartakesehatab.com -Tidur dengan terlentang memang membuat nyaman karena perut berada di atas, jadi mom tidak perlu merasa..
Warta Sehat - 1 hari yang lalu

Kebiasaan Ini Dapat Mengakibatkan Depresi

Wartakeswhatan.com - Terdapat beberapa hal yang dapat menyebabkan depresi, antara lain gangguan fisik dan gangguan..
Warta Sehat - 1 hari yang lalu

Gangguan Kesehatan yang Sering Ditemui Saat Bulan Puasa

Wartakesehatan.com - Berdasarkan studi yang dilaporkan oleh Gulf News, puasa dapat membantu pembakaran lemak jahat di dalam..

+Indeks