Masalah Fatal Bisa Muncul Akibat Gangguan Tidur Ini

Oleh : Ilham Moestavi | 1health.id | Jumat, 21 Oktober 2016 | 20:02 WIB


IST

Wartakesehatan - Istilah sleep apnea mungkin sangat jarang terdengar dalam kehidupan sehari-hari. Sleep apnea merupakan kelainan tidur yang ditandai dengan reduksi bahkan penghentian napas saat tidur. Salah satu gangguan tidur ini ternyata sangat berbahaya bila tak segera ditangani. Dalam kondisi serius, tenggorokan bisa menutup aliran udara, sehingga membuat Anda tak bisa bernapas hingga 10 detik. Keadaan ini sangat berpotensi mengganggu kesehatan. Biasanya, sleep apnea ditandai dengan mendengkur.

Terdapat tiga jenis sleep apnea, yaitu:

  1. Obstructive sleep apnea (OSA) yang disebabkan oleh penyumbatan sementara, parsial atau lengkap dari saluran pernapasan. Hal ini mengakibatkan penurunan kadar oksigen dalam darah dan mengakibatkan tenggorokan mengalami relaksasi otot berlebihan sehingga membuat saluran udara tertutup.
  2. Central sleep apnea (CSA) disebabkan oleh kegagalan sementara dalam bernapas. Hal ini terjadi ketika zat kimia dalam otak tidak mengirimkan sinyal yang tepat untuk mengontrol otot-otot pernapasan saat tidur.
  3. Mixed sleep apnea yang merupakan kombinasi dari kedua jenis sleep apnea di atas.

Sleep apnea bisa menyerang siapa saja, termasuk anak-anak. Namun, orang dewasa lebih sering mengalami gangguan ini. Beberapa hal yang meningkatkan risiko sleep apnea antara lain:

  1. Obesitas. Menumpuknya lemak di sekitar saluran napas dapat menghambat pernapasan Anda. Namun, tidak semua orang yang mengalami kelebihan berat badan saja, Obstructive Sleep Apnea juga bisa terjadi pada orang kurus.
  2. Riwayat keluarga. Jika Anda memiliki anggota keluarga yang pernah mengalami Obstructive Sleep Apnea, maka Anda bisa memiliki risiko yang cukup besar untuk mengalaminya juga.
  3. Gaya hidup tidak sehat. Orang dewasa, terutama pria yang memiliki gaya hidup tak sehat seperti merokok dan minum minuman beralkohol, memiliki kemungkinan dua kali lebih besar mengalami gangguan tidur ini.
  4. Lingkar leher besar. Orang dengan lingkar leher besar memiliki risiko terjadinya Obstructive Sleep Apnea.
  5. Usia. Ketika seseorang berusia 40 tahun lebih, ia akan memiliki risiko lebih tinggi mengalami Central Sleep Apnea.
  6. Gangguan jantung. Orang yang pernah mengalami gagal jantung memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami Obstructive Sleep Apnea.
  7. Stroke. Kemampuan otak yang tidak maksimal dalam mengatur pernapasan saat tidur bisa menyebabkan terjadinya stroke.



Fokus : Gangguan Tidur


#Sleep apnea #Gangguan Tidur
Kontak Informasi Wartakesehatan
PT. SIBER MEDIA ABADI

Redaksi: redaksi[at]wartakesehatan.com
Tlp/Fax: 021-86610709 / 021-86610709
Iklan: marketing[at]wartakesehatan.com

Komentar






Liputan Khusus - 4 hari yang lalu

Idul Adha 1441 H : Masjid Baiturrahman & Al-Islam Cipayung Ikuti Protokol Kesehatan

Wartakesehatan.com - Dalam menjalankan rangkaian ibadah Idul Adha 1441 H/2020 M pada tahun ini sangat berbeda sekali dari..
Liputan Khusus - 4 hari yang lalu

Lurah Cipayung Tinjau Penerapan Protokol Kesehatan Saat Idul Adha 1441 H/2020

Wartakesehatan.com - Masih tingginya penyebaran wabah Covid-19 di wilayah DKI Jakarta menjadi perhatian bagi pemangku kebijakan..
Liputan Khusus - 5 hari yang lalu

Masjid Nurul Hikmah Terapkan Protokol Kesehatan & Konsisten Jaga Kualitas Daging Qurban

Wartakesehatan.com - Rangkaian pelaksanaan Hari Raya Idul Adha 1441 H/2020 pada tahun ini sangat dipengaruhi dengan situasi..
Liputan Khusus - 6 hari yang lalu

Daging Qurban Masjid Al Falah Terpantau & Terapkan Protokol Kesehatan

Pelaksanaan pemotongan hewan qurban di Masjid Al Falah Cipayung Jakarta Timur.
Herbal - 3 minggu yang lalu

Kelompok Usia Produktif Waspadai PTM

Wartakesehatan.com -- Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan menunjukkan bahwa saat ini perkembangan Penyakit Tidak..
Herbal - 3 minggu yang lalu

Cegah Virus dengan Herbal

Wartakesehatan.com - Antivirus corona berbasis tanaman eucalyptus belakangan ini ramai diperbincangkan. Potensi antivirus..
Obat & Penyakit - 3 minggu yang lalu

Menkes Sebut Meniran Hijau untuk Penanggulangan Covid-19

Wartakesehatan.com - Menteri Kesehatan Terawan patut diberikan apreasiasi dengan sebutan bapak Herbal karena mendukung Obat..
Warta Sehat - 3 minggu yang lalu

Awas! Protokol Kesehatan Anak di Sekolah Bisa Jadi Cluster Baru

Wartakesehatan.com - Banyak pihak yang meminta pemerintah menunda untuk melaksanan kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah..
Warta Sehat - 3 minggu yang lalu

Cegah Penularan Droplet dengan Masker di Mana Saja

Wartakesehatan.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengakui munculnya bukti-bukti yang melihat virus Corona COVID-19 bisa..
Warta Sehat - 3 minggu yang lalu

Waspadai Droplet di Ruangan tertutup

Wartakesehatan.com - New Normal membuat sebagian kantor-kantor buka dan para karyawan kembali bekerja sedia kala, namun masih..

+Indeks