Kurang Tidur Berbahaya Bagi Kesehatan Anda Lho

Oleh : nurul kinanti/.jejamo | Sabtu, 24 Desember 2016 | 11:05 WIB


(ilustrasi)

Wartakesehatan.com - Menurut ahli, orang dewasa butuh antara tujuh sampai delapan jam untuk tidur sedangkan bayi sampai 10 jam, namun faktanya hingga 66 persen orang kekurangan tidur.

Ahli saraf Claudia Aguirre pada TED-Ed menjelaskan ketika seseorang kekurangan tidur maka dampak yang pertama-tama akan muncul adalah kehilangan kemampuan fokus. Bila kondisi terus terjadi dalam jangka panjang risiko untuk berbagai penyakit seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung, stroke, dan kegemukan akan meningkat.
Pada kasus yang ekstrem kelelahan karena kurang tidur bahkan bisa juga menyebabkan kematian.

Claudia memberi contoh pada tahun 1965 seorang remaja bernama Randy Gardner pernah melakukan eksperimen mencoba tidak tidur dan didokumentasikan secara ilmiah. Pada akhirnya Gardner hanya bisa bertahan tidak tidur untuk 264 jam atau sekitar 11 hari.

“Pada hari kedua matanya berhenti fokus dan setelah itu ia tidak bisa mengidentifikasi objek dengan sentuhan. Pada hari ketiga Gardner moody dan tidak terkoordinasi. Pada akhir eksperimen dia tidak bisa konsentrasi, memiliki masalah ingatan jangka pendek, paranoid, dan mulai berhalusinasi,” papar Claudia seperti dikutip dari Medical Daily, Jumat (23/12/2016).

Mengapa kekurangan tidur bisa membuat berbagai dampak negatif diduga karena di otak jadi banyak menumpuk produk limbah hasil sisa metabolisme di siang hari. Ketika tidur limbah tersebut bisa dibersihkan oleh mekanisme bernama sistem glymphatic.

“Sistem glymphatic ini akan menjadi lebih aktif ketika kita tidur dan ia bekerja menggunakan cairan otak untuk membuang limbah-limbah beracun di antara sel,” ujar Claudia.




#Kurang Tidur
Kontak Informasi Wartakesehatan
PT. SIBER MEDIA ABADI

Redaksi: redaksi[at]wartakesehatan.com
Tlp/Fax: 021-86610709 / 021-86610709
Iklan: marketing[at]wartakesehatan.com

Komentar






Warta Sehat - 3 hari yang lalu

TB. Hasanuddin: Penerapan New Normal Tanpa Persiapan Matang Akan Timbulkan Kematian Massal

Wartakesehatan.com - Indonesia bersiap memasuki fase New Normal atau penormalan baru ditengah pandemi covid-19. Sejumlah..
Tekhnologi - 1 minggu yang lalu

Helm Cerdas Deteksi Corona Sangat Penting dan Perlu

Wartakesehatan.com -  Polda Riau memberikan contoh inisiatif dan inovasi dalam perjuangannya melawan pandemi coronavirus...
Warta Sehat - 1 minggu yang lalu

Di Tengah Pandemi, Hasanuddin Kunjungi Dapil dan Bagikan Ribuan Masker dan Sembako 

Wartakesehatan.com - Di tengah pandemi covid-19 dan jelang Hari Raya Idul Fitri ini, anggota Komisi I DPR RI Fraksi PDI..
Warta Sehat - 2 minggu yang lalu

Covid-19, Sunan Kalijaga Gandeng Nikita Mirzani Baksos ke Markas TNI

Wartakesehatan.com - Ditengah pandemi Covid-19, Pengacara Sunan Kalijaga Bersama Artis dan Forum Kader Bela Negara (FKBN)..
Obat & Penyakit - 2 minggu yang lalu

BPOM: Biasakan Minum Obat Herbal dan Suplemen Kesehatan untuk Daya Tahan Tubuh Menghadapi Pandemi COVID-19

Wartakesehatan.com -  Pandemi COVID-19 membuat sebagian besar masyarakat lebih sadar pentingnya menjaga kesehatan. Salah..
Obat & Penyakit - 2 minggu yang lalu

Studi: Sistem Imun Krusial dalam Melawan Infeksi Virus Corona

Wartakesehat.com - Sebuah penelitian di Australia dalam jurnal Nature Medicine menyimpulkan, sistem imun..
Warta Sehat - 2 minggu yang lalu

8 Cara Jaga Imun tetap Sehat Lawan Virus Corona

Wartakesehatan.com - Untuk melindungi diri dari paparan virus corona, masyarakat dunia telah banyak menjalankan langkah..
Obat & Penyakit - 2 minggu yang lalu

Imunomodulator untuk Cegah Virus Masuk Tubuh

Wartakesehatan.com - Membekali diri dengan cara cegah infeksi virus, dapat “membentengi” tubuh Anda dari berbagai..
Warta Sehat - 2 minggu yang lalu

Penderita Covid di Indonesia Capai 14.749 dan Terus Naik

Wartakesehatan.com - Angka positif COVID-19 yang terkonfirmasi lewat tes laboratorium di Indonesia kini..
Warta Sehat - 2 minggu yang lalu

Edukasi Pemeriksaan Rapid Test dan Swab Beredar di WA

Wartakesehatan.com - Sebuah pesan berantai untuk edukasi virus Corona beredar. Isi pesan berantai tersebut sebagai..

+Indeks