Putus Cinta Tingkatan Risiko Stroke Hingga 40 Persen

Oleh : Ilham Moestavi | health.detik.com | Sabtu, 21 Januari 2017 | 16:32 WIB


IST

Wartakesehatan - Rasa kehilangan ketika mengalami putus cinta dikatakan tak hanya sekadar mengundang kesedihan, akan tetapi bisa memicu masalah yang lebih serius dari itu. Sebuah penelitian mengungkap risiko stroke meningkat hingga 40 persen sejak putus cinta hingga setahun sesudahnya.

Dalam 12 bulan setelah mengalami putus cinta, risiko mengalami detak jantung yang tidak teratur mengalami peningkatan. Kondisi yang dikenal sebagai atrial fibrilation ini meningkatkan risiko stroke dan gagal jantung yang bisa berujung pada kematian.

Peningkatan risiko bisa mencapai 40 persen atau bahkan lebih. Peningkatan risiko lebih besar dialami pada usia lebih muda dan pada kasus kehilangan orang-orang tersayang akibat peristiwa yang tidak diharapkan, misalnya kematian.

Fakta ini terungkap dalam sebuah penelitian yang dilakukan di Denmark. Penelitian ini melibatkan 89.000 orang dengan diagnosis atrial fibrillation antara tahun 1995 hingga 2014. Data tersebut dibandingkan dengan 886.000 rekam medis pada kelompok pasien tanpa gangguan jantung.

"Kehilangan partner dianggap sebagai salah satu peristiwa paling stressfull dalam hidup dan mungkin dialami siapapun," tulis para ilmuwan dari Aarhus University yang melakukan penelitian tersebut, mengutip dari Dailymail, yang ditulis Sabtu (21/1/2017).

Namun dalam kenyataannya, ada berbagai macam kemungkinan dalam menyikapi perpisahan dengan orang tersayang. Seperti diberitakan detikHealth sebelumnya, seorang pria mengklaim tekanan darahnya justru makin stabil dalam 30 hari setelah diputus pacarnya.

"Stres dan kegelisahan bisa menyebabkan peningkatan sementara pada denyut jantung, tapi ini biasanya hanya sementara dan bukan berkelanjutan," kata dr Jerome Ment, pakar kesehatan dari Spire Parkway Hospital mengomentari klaim yang menyertai posting-an grafik tekanan darah di situs Reddit tersebut.




Fokus : Stroke


#Kesehatan #Stroke #Cinta
Kontak Informasi Wartakesehatan
PT. SIBER MEDIA ABADI

Redaksi: redaksi[at]wartakesehatan.com
Tlp/Fax: 021-86610709 / 021-86610709
Iklan: marketing[at]wartakesehatan.com

Komentar






Obat & Penyakit - 17 jam yang lalu

Kentang Ampuh Cegah Beberapa Penyakit

Wartakesehatan.com - Kentang sudah menjadi makanan yang populer di berbagai negara bahkan mereka menggunakannya untuk..
Obat & Penyakit - 18 jam yang lalu

Waspada, Flu Rentan Menyerang karena Kurang Tidur

Wartakesehatan.com - Tidur adalah hal yang selalu dilakukan manusia untuk mengistirahatkan tubuh dan pikiran.  Salah..
Mamin - 19 jam yang lalu

Tingkatkan Sistem Pencernaan Rutin Konsumsi Buah Sirsak

Wartaksehatan - Buah sirsak mungkin sudah tidak asing lagi ditelinga masyarakat hal ini karena buah sirsak sangat mudah..
Warta Sehat - 20 jam yang lalu

Hilangkan Stres dengan Bermain Trampolin

Wartakesehatan - Trampolin adalah salah satu olahraga yang sangat menyenangkan, bagaimana tidak olahraga ini diibaratkan..
Warta Sehat - 1 hari yang lalu

Menambah Tidur di Akhir Pekan Memberi Manfaat Sehat

Wartakesehatan.com - Kurang tidur, sudah bukan rahasia lagi, bisa memicu ragam efek negatif pada kesehatan tubuh, terutama..
1 hari yang lalu

Gangguan Makan Berpotensi Memberikan Efek Samping

Wartakesehatan.com - Gangguan makan didefinisikan sebagai upaya mengurangi asupan makan demi mengurangi berat badan. Beberapa..
Warta Sehat - 1 hari yang lalu

Ini Dia Manfaat Puasa Bagi Kesehatan Mata

Wartakesehatan.com - Banyak manfaat yang didapatkan tubuh dari menjalankan ibadah Puasa Ramadan. Salah satunya adalah..
2 hari yang lalu

Posisi Tidur yang Tepat untuk Ibu Hamil

Wartakesehatab.com -Tidur dengan terlentang memang membuat nyaman karena perut berada di atas, jadi mom tidak perlu merasa..
Warta Sehat - 2 hari yang lalu

Kebiasaan Ini Dapat Mengakibatkan Depresi

Wartakeswhatan.com - Terdapat beberapa hal yang dapat menyebabkan depresi, antara lain gangguan fisik dan gangguan..
Warta Sehat - 2 hari yang lalu

Gangguan Kesehatan yang Sering Ditemui Saat Bulan Puasa

Wartakesehatan.com - Berdasarkan studi yang dilaporkan oleh Gulf News, puasa dapat membantu pembakaran lemak jahat di dalam..

+Indeks