Redakan Alergi dengan Konsumsi Madu

Oleh : Dirk/kompas | Selasa, 14 Pebruari 2017 | 14:00 WIB


(Ist)

Wartakesehatan.com - Satu sendok makan madu mentah mengandung 64 kalori, bebas lemak, bebas Kolesterol dan sodium, kata National Honey Board. Komposisinya kira-kira 80 persen karbohidrat, 18 persen air, dan dua persen vitamin dan mineral serta asam amino.

Meski sehat, sebaiknya madu tidak dikonsumsi oleh bayi. Spora bakteri Clostridium botulinum yng ditemukan dalam kotoran dan debu, dapat mencemari madu dan menyebabkan botulisme. Bayi yang terkena botulisme akan mengalami lemah otot dan masalah pernapasan.

Mayo Clinic merekomendasikan orangtua harus menunggu sampai bayi berusia 12 bulan jika ingin memberikan bayi madu.

Madu aman untuk orang dewasa dan anak-anak, karena mereka memiliki sistem pencernaan yang telah matang yang dapat menangani spora. Konsumsi madu dan Anda akan menuai manfaat berikut ini:

MEREDAKAN ALERGI

Madu memiliki efek anti-inflamasi dan kemampuan untuk menenangkan batuk. Radang dan batuk adalah dua gejala alergi musiman. Meskipun tidak ada studi klinis yang membuktikan kemanjurannya, Dr. Matthew Brennecke, dokter naturopati di Rocky Mountain Wellness Center di Fort Collins, Colorado., mengatakan, "Ada sebuah teori umum yang menyebutkan bahwa madu dapat bertindak seperti vaksin alami."

Madu berisi sejumlah kecil serbuk sari, yang jika tubuh terkena sejumlah kecil itu, dapat memicu respon imun yang menghasilkan antibodi terhadap serbuk sari.

MINUMAN ENERGI YANG NATURAL

Madu merupakan sumber energi alami dengan 17 gram karbohidrat persendok makan. Madu mengandung gula alami, fruktosa dan glukosa, yang mampu langsung memasuki aliran darah dan mendorong produksi energi dengan cepat.

MENINGKATKAN MEMORI

Madu mengandung antioksidan yang dapat membantu mencegah kerusakan dan hilangnya sel otak. Sebuah studi tahun 2011 yang diterbitkan dalam jurnal Menopause menyebutkan, bahwa sesendok madu setiap hari dapat meningkatkan memori pada wanita menopause, dan dapat menjadi terapi alternatif untuk meringankan penurunan intelektual yang terkait dengan hormon.

Setelah empat bulan mengonsumsi 20 gram madu setiap hari, wanita lebih mungkin untuk memiliki memori jangka pendek yang lebih baik, daripada rekan-rekan mereka yang mengonsumsi pil hormon.

MEREDAKAN BATUK

Dua sendok madu bisa menjadi obat alami ketika Anda menderita batuk yang terus-menerus, menurut sebuah studi 2012 yang diterbitkan dalam jurnal Pediatrics.

Anak-anak antara usia satu sampai lima tahun yang sering batuk waktu malam, dianjurkan mengonsu;si dua sendok teh madu 30 menit sebelum tidur.

MEMBANTU ANDA TIDUR LEBIH CEPAT

Mirip dengan gula, madu dapat menyebabkan kenaikan insulin dan mendorong pelepasan serotonin, neurotransmitter yang meningkatkan suasana hati dan kebahagiaan.

"Tubuh mengubah serotonin menjadi melatonin, senyawa kimia yang mengatur rasa kantuk dan kualitas tidur," kata Rene Ficek, ahli diet dan gizi di Seattle Sutton's Healthy Eating Chicago.

MENGENYAHKAN KETOMBE

Sebuah studi tahun 2001 yang dipublikasikan dalam European Journal of Medical Research menemukan, madu yang diencerkan dengan air hangat dengan komposisi satu banding 10 persen, lalu diaplikasikan ke rambut dan kulit kepala dan didiamkan selama tiga jam selama seminggu, dapat menghilangkan gatal dan ketombe.

Jika diaplikasikan selama dua minggu dapat mengatasi kerontokan rambut. Efek ini bahkan bertahan hingga enam bulan setelah pemakaian.

OBAT LUKA DAN LUKA BAKAR

Madu merupakan antibiotik alami yang dapat bertindak baik secara internal maupun eksternal. Madu dapat digunakan sebagai desinfektan konvensional untuk luka dan luka bakar dari ancaman infeksi bakteri seperti methicillin resistant Staphylococcus aureus (MRSA).

Sebuah studi tahun 2005 yang diterbitkan dalam British Journal of Surgery menemukan, semua kecuali satu dari pasien yang menderita luka dan borok kaki menunjukkan peningkatan yang luar biasa setelah mengaplikasikan madu sebagai obat topikal (luka luar).




Fokus : Madu


#Alergi
Kontak Informasi Wartakesehatan
PT. SIBER MEDIA ABADI

Redaksi: redaksi[at]wartakesehatan.com
Tlp/Fax: 021-86610709 / 021-86610709
Iklan: marketing[at]wartakesehatan.com

Komentar






Warta Sehat - 1 hari yang lalu

Puasa Membantu Menurunkan Berat Badan

Wartakesehatan.com - Praktik puasa telah dijalankan umat Islam sejak zaman dulu hingga saat..
Warta Sehat - 1 hari yang lalu

Jangan Abaikan ! Ini Awal Tanda Munculnya Gejala Stroke

Wartakesehatan.com - Stroke sendiri merupakan kondisi akibat aliran darah yang tidak lancar ke otak, akibatnya pembuluh di otak..
Warta Sehat - 1 hari yang lalu

Ini Dia Tips Jaga Kesehatan Bulu Mata Anda

Wartakesehatan.com - Apakah kamu sendiri sudah menyempatkan diri untuk berfokus pada kesehatan bulu mata? Berbagai cara untuk..
1 hari yang lalu

Benarkah Suhu Dingin Sebabkan Flu ?

Wartakesehatan.com - Hasil studi dari pertengahan abad ke-20 yang ditemukan oleh metode ilmiah modern, menunjukkan beberapa hal..
3 hari yang lalu

Kebiasaan Mandi yang dapat Merugikan Anda

Wartakesehatan.com - Ada kebiasaan yang sering dilakukan banyak orang saat mandi ternyata merugikan untuk..
3 hari yang lalu

Kulit Semangka Beri Manfaat Kesehatan untuk Anda

Wartakesehatan.com - Manfaat buah semangka terletak pada kandungan vitamin dan mineral yang dibutuhkan dalam tubuh, seperti..
3 hari yang lalu

Jangan Jadikan Puasa untuk Bermalas-Malasan

Wartakesehatan.com - Saat puasa tubuh memang jadi lebih lemas, namun kamu tak boleh malas Ladies. Kamu wajib menjaga gaya hidup..
Warta Sehat - 3 hari yang lalu

Tidur Siang Bikin Otak Jenius

Wartakesehatan.com - Mungkin sebagian orang belum mengetahui manfaat tidur siang, bahkan mereka lebih memilih melakukan..
3 hari yang lalu

7 Menu Buka Puasa Terbaik Bagi Kesehatan

Wartakesehatan.com - Puasa sendiri merupakan kegiatan menahan diri dari hal-hal yang dapat membatalkan puasa dari terbit..
Warta Sehat - 3 hari yang lalu

Penyebab Tubuh Lemas Saat Puasa

Wartakesehatan - Guna menghindari lemah dan lesu ketika menjalankan puasa, dr Mohammad Ali Toha selaku Direktur Utama..

+Indeks