Dampak Negatif Akibat Tidur Berlebihan

Oleh : Dirk Christ | Minggu, 21 April 2019 | 21:05 WIB


(Ist)

Wartakesehatan.com - Kesehatan bisa terganggu bila tubuh tak mendapat cukup waktu untuk tidur. Tapi tahukah kalau ternyata kebanyakan tidur juga bisa berdampak buruk bagi kesehatan?

Orang dewasa disarankan untuk tidur 7-8 jam per malamnya. Jika lebih dari itu, ternyata ada risiko yang cukup berbahaya bagi kesehatan tubuh. Dikutip dari rd.com, para peneliti dari Chicago School of Medicine menemukan bahwa orang yang tidur lebih dari 8 jam per malam memiliki risiko 2 kali lebih besar terkena angina (sakit dada) dan 10 persen berisiko lebih tinggi terkena penyakit jantung koroner. Selain itu ada empat risiko bahaya lain yang mungkin kamu alami jika kebanyakan tidur. Langsung saja kita simak penjelasannya di sini, ya.

  1. Berisiko Kena Obesitas

    Naiknya berat badan bisa jadi akibat dari kebanyakan tidur. Michael Irwin, MD, profesor ilmu psikiatri dan tingkah laku hayati dari David Geffen School of Medicine at UCLA menjelaskan orang yang mengalami obesitas biasanya yang sering kebanyakan tidur. Terlalu banyak tidur, jadi tak ada waktu untuk olahraga atau sekadar menggerakkan tubuh. Kalori yang dibakar pun makin sedikit. Dalam sebuah penelitian dari Kanada, orang yang kebanyakan tidur memiliki risiko 25 persen lebih tinggi berat badannya naik 5 kg dalam kurun waktu penelitian selama 6 tahun dan 21 persen berisiko lebih tinggi mengalami obesitas.

  2. Gejala Depresi

    Salah satu gejala depresi adalah kebanyakan tidur. Dengan kata lain, saat kamu susah bangun tidur, itu jadi salah satu sinyal  bahwa sebenarnya kamu mengalami masalah atau gangguan mental. Elizabeth McDevitt, PhD, peneliti di Sleep and Cognition Lab, University of California, Riverside memiliki sebuah hipotesis. Ia menyebutkan bahwa durasi waktu tidur yang panjang itu ada kaitannya dengan menurunnya aktivitas fisik. "Aktivitas fisik berkaitan dengan menurunkan risiko depresi karena bisa meningkatkan kadar neurotransmiter dopamin dan serotonin, meningkatkan pelepasan endorfin, dan mencegah rangsangan stres, dan meningkatkan rasa percaya diri," paparnya. Singkatnya, orang yang depresi sering menjadikan tidur sebagai pelampiasan atau beradaptasi dengan kondisi tubuh sehingga jadi tidur lebih lama.

  3. Otak Tak Bekerja dengan Optimal

    Selain pusing, kamu bisa mengalami "otak berkabut" bila kebanyakan tidur. Sebuah penelitian dari Harvard menunjukkan bahwa wanita dewasa yang tidur lebih dari 9 jam memiliki kondisi kognitif yang buruk, setara dengan mengalami 2 tahun penuaan. Gangguan tidur yang dialami orang yang kebanyakan tidur bisa menyebabkan penurunan fungsi otak. Sehingga fungsi kognitif dan kemampuan berpikir otak bisa ikut terganggu.

  4. Berisiko Terkena Stroke

    Selain bisa meningkatkan risiko terkena penyakit jantung, kebanyakan tidur juga bisa meningkatkan risiko terkena kanker. Sebuah penelitian dari Inggris menunjukkan orang yang kebanyakan tidur memiliki risiko 46 persen lebih tinggi terserang stroke.

Kekurangan atau kebanyakan tidur sama-sama bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Bahkan tubuh malah bisa terasa sakit dan nyeri semua karena kebanyakan tidur. 




Fokus : Tidur


#Tidur
Kontak Informasi Wartakesehatan
PT. SIBER MEDIA ABADI

Redaksi: redaksi[at]wartakesehatan.com
Tlp/Fax: 021-86610709 / 021-86610709
Iklan: marketing[at]wartakesehatan.com

Komentar






Warta Sehat - 23 jam yang lalu

TB. Hasanuddin: Penerapan New Normal Tanpa Persiapan Matang Akan Timbulkan Kematian Massal

Wartakesehatan.com - Indonesia bersiap memasuki fase New Normal atau penormalan baru ditengah pandemi covid-19. Sejumlah..
Tekhnologi - 1 minggu yang lalu

Helm Cerdas Deteksi Corona Sangat Penting dan Perlu

Wartakesehatan.com -  Polda Riau memberikan contoh inisiatif dan inovasi dalam perjuangannya melawan pandemi coronavirus...
Warta Sehat - 1 minggu yang lalu

Di Tengah Pandemi, Hasanuddin Kunjungi Dapil dan Bagikan Ribuan Masker dan Sembako 

Wartakesehatan.com - Di tengah pandemi covid-19 dan jelang Hari Raya Idul Fitri ini, anggota Komisi I DPR RI Fraksi PDI..
Warta Sehat - 1 minggu yang lalu

Covid-19, Sunan Kalijaga Gandeng Nikita Mirzani Baksos ke Markas TNI

Wartakesehatan.com - Ditengah pandemi Covid-19, Pengacara Sunan Kalijaga Bersama Artis dan Forum Kader Bela Negara (FKBN)..
Obat & Penyakit - 2 minggu yang lalu

BPOM: Biasakan Minum Obat Herbal dan Suplemen Kesehatan untuk Daya Tahan Tubuh Menghadapi Pandemi COVID-19

Wartakesehatan.com -  Pandemi COVID-19 membuat sebagian besar masyarakat lebih sadar pentingnya menjaga kesehatan. Salah..
Obat & Penyakit - 2 minggu yang lalu

Studi: Sistem Imun Krusial dalam Melawan Infeksi Virus Corona

Wartakesehat.com - Sebuah penelitian di Australia dalam jurnal Nature Medicine menyimpulkan, sistem imun..
Warta Sehat - 2 minggu yang lalu

8 Cara Jaga Imun tetap Sehat Lawan Virus Corona

Wartakesehatan.com - Untuk melindungi diri dari paparan virus corona, masyarakat dunia telah banyak menjalankan langkah..
Obat & Penyakit - 2 minggu yang lalu

Imunomodulator untuk Cegah Virus Masuk Tubuh

Wartakesehatan.com - Membekali diri dengan cara cegah infeksi virus, dapat “membentengi” tubuh Anda dari berbagai..
Warta Sehat - 2 minggu yang lalu

Penderita Covid di Indonesia Capai 14.749 dan Terus Naik

Wartakesehatan.com - Angka positif COVID-19 yang terkonfirmasi lewat tes laboratorium di Indonesia kini..
Warta Sehat - 2 minggu yang lalu

Edukasi Pemeriksaan Rapid Test dan Swab Beredar di WA

Wartakesehatan.com - Sebuah pesan berantai untuk edukasi virus Corona beredar. Isi pesan berantai tersebut sebagai..

+Indeks