Gemar Baca Buku Bisa Lebih Panjang Umur?

Oleh : Dirk/lptn6 | Selasa, 26 Nopember 2019 | 10:35 WIB


(ist)

BACA JUGA :

    Wartakesehatan - Di era globalisasi yang serba teknologi seperti saat ini, kepopuleran buku atau segala bentuk sajian informasi hasil mesin percetakan kian menurun. Salah satu hasil dari kemajuan teknologi, yaitu internet, telah dijadikan instrumen untuk mempermudah semua orang mengakses informasi dari berbagai sumber sekaligus tanpa harus bergerak.

    Meski terkesan tidak ada yang bisa menandingi manfaat positif internet, ada satu fakta menarik soal membaca buku yang akan membuat aktivitas tersebut beberapa langkah lebih unggul dari kecanggihan teknologi apa pun.

    Seperti diberitakan New York Times, yang ditulis, fakta tersebut merupakan kesimpulan akhir sebuah penelitian yang mana berupaya mengungkap adanya keterkaitan aktivitas membaca buku dengan jangka waktu hidup manusia.

    Seperti yang telah disimpulkan dalam jurnal Social Science & Medicine, seseorang yang gemar membaca buku berpeluang untuk menikmati hidup lebih lama.

    Sebanyak 3.635 data orang dijadikan bahan dasar penelitian tersebut. Satu kelompok berisikan 50 orang terlibat dalam studi kesehatan terpisah di mana setiap individu diminta menjawab pertanyaan khusus soal membaca saja.

    Para ilmuwan membagi sampel menjadi tiga kelompok: mereka yang tidak membaca buku, mereka yang menghabiskan waktu hingga tiga setengah jam setiap minggunya untuk membaca buku, dan mereka yang menghabiskan waktu lebih dari tiga setengah jam setiap minggunya untuk membaca buku.

    Setelah diteliti, para ilmuwan mengatakan, kebanyakan dari mereka yang gemar membaca buku adalah wanita dengan pendidikan sekaligus pendapatan tinggi. Jenis kelamin, pendapatan, pendidikan merupakan tiga faktor utama yang perannya sangat penting dalam penelitian tersebut.

    Adapula faktor lainnya seperti usia, ras, kesehatan, depresi, pekerjaan dan status perkawinan yang tidak kalah penting guna membantu para ilmuwan menemukan hasil paling akurat.

    Dibandingkan dengan mereka yang tidak gemar membaca buku, mereka yang suka membaca buku dengan durasi tercatat kurang lebih tiga setengah jam setiap minggunya memiliki 17 persen kemungkinan untuk hidup lebih panjang dan risiko kematian minim.

    Mereka yang menghabiskan waktu lebih dari tiga setengah jam setiap minggunya untuk membaca buku memiliki 23 persen kemungkinan untuk hidup lebih panjang dan risiko kematian jauh lebih minim dibandingkan kelompok lainnya.

    Secara garis besar, orang yang suka membaca buku hidup rata-rata hampir dua tahun lebih lama daripada mereka yang tidak membaca sama sekali.

    “Mereka yang menyisihkan waktu setidaknya setengah jam saja untuk membaca buku memiliki peluang untuk hidup lama dibandingkan mereka yang tidak punya waktu dan kemauan untuk membaca buku,” kata salah seorang ilmuwan sekaligus profesor epidemiologi di Yale University, Becca R. Levy.

    “Namun, kemungkinan bertahan hidup juga tetap bergantung pada faktor pendukung lainnya seperti, kekayaan, pendidikan, kapasitas atau tolak ukur kemampuan kognitif dan variabel lainnya,” tutupnya.

    Jadi, Anda pilih yang mana: raup informasi cepat lewat internet namun hanya memiliki waktu singkat untuk melakukannya? Atau raup informasi secara perlahan-lahan lewat buku dan dianugerahi waktu yang lebih panjang untuk melakukannya?




    Fokus : Baca Buku


    #Umur #Buku
    Kontak Informasi Wartakesehatan
    PT. SIBER MEDIA ABADI

    Redaksi: redaksi[at]wartakesehatan.com
    Tlp/Fax: 021-86610709 / 021-86610709
    Iklan: marketing[at]wartakesehatan.com

    Baca Juga

      Komentar






      Warta Sehat - 1 minggu yang lalu

      Pembagian Sembako untuk Kaum Dhuafa Bekasi oleh Ezy Pratama Foundation dan INTI

       Wartakesehatan.com.- Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) bersama yayasan ezy pratama foundation mengadakan bakti..
      Alkes & Lab - 1 minggu yang lalu

      Confidence Persembahkan Adult Pants Gender untuk Pria dan Wanita

      Jakarta, WartaKesehatan.com - Confidence, merek popok dewasa nomor 1 di Indonesia kembali meluncurkan produk terbarunya,..
      Warta Sehat - 1 minggu yang lalu

      Donasi Dexa Group Agar Tenaga Medis Miliki Imun Kuat

      Wartakesehatan.com - Derasnya dukungan penanganan Covid -19 dengan menyumbang Donasi 20.000 kapsul Stimuno Forte dan 50 goodie..
      Warta Sehat - 2 minggu yang lalu

      CFD Jangan jadi Cluster Baru, Konsisten Jaga Imun Tubuh

        Wartakesehatan.com, JAKARTA - Pelonggaran PSBB sudah dilakukan di beberapa daerah, namun sayangnya tidak semua..
      Obat & Penyakit - 2 minggu yang lalu

      Menkes: Masyarakat Jangan Ragu untuk Konsumsi OMAI

      Jakarta - Tak pernah bosan Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto mengimbau agar masyarakat tak perlu ragu untuk..
      Warta Sehat - 2 minggu yang lalu

      Komnas Anak Tuding Gubernur DKI Hilangkan Hak Anak

      Wartakesehatan.com - Hilangnya hak anak atas pendidikan di DKI Jakarta dan bahkan di Indonesia tahun ajaran baru 2020/2021..
      Warta Sehat - 2 minggu yang lalu

      Jadikan Sumatera Bebas Asap, Kapolda Sumsel dan Jambi Bangun Posko Karhutla Bersama

      Wartakesehatan.com -  Guna mengantisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) pada masa kemarau tahun ini, Kepala..
      Warta Sehat - 2 minggu yang lalu

      Baksos Ezy Pratama Foundation dan Yayasan INTI ke Kaum Dhuafa Klender

      Wartakesehatan.com - Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) bersama yayasan ezy pratama foundation mengadakan bakti sosial di..
      Obat & Penyakit - 4 minggu yang lalu

      New Normal: Menjaga Imunitas dengan Imunomodulator Herbal

      JAKARTA - Kita tahu, wabah korona belum kunjung usai di dunia dan negara kita, Indonesia. Apalagi sampai saat ini vaksin untuk..
      Warta Sehat - 4 minggu yang lalu

      Hasanuddin Minta Pemerintah Daerah Tak Asal Terapkan New Normal

      JAKARTA,- Pemerintah menerapkan kenormalan baru atau new normal di tengah pandemi covid-19. Langkah ini mendapat sorotan dari..

      +Indeks