5 Faktor Pikun Bisa Datang Lebih Cepat

Oleh : Dirk/detik | Senin, 16 Desember 2019 | 09:30 WIB


(ist)

Wartakesehatan - Seiring bertambahnya usia, setiap tentu bisa saja akan mengalami demensia atau yang biasa dikenal dengan sebutan pikun. Pasalnya, kapasitas otak akan semakin mengecil yang membuat seseorang akhirnya mudah melupakan sesuatu.

Pakar mengatakan demensia biasanya menyerang ketika seseorang sudah berusia lebih dari 70 tahun. Namun jika memiliki beberapa faktor risiko ini, demensia bisa menyerang lebih cepat, bahkan sebelum usia 60 tahun.

Lalu, faktor apa saja yang membuat demensia menyerang lebih awal? Dirangkum dari berbagai sumber, berikut 5 di antaranya:

1. Kegemukan

Studi terbaru yang dilakukan oleh peneliti dari Cambridge University menunjukkan dampak buruk kegemukan dan obesitas tidak hanya terjadi pada jantung ataupun pembuluh darah. Kegemukan dan obesitas juga membuat otak menua 10 tahun lebih cepat, yang secara otomatis mempercepat terjadinya pikun.

Hal ini diketahui setelah peneliti memeriksa 473 otak responden berusia 20-87 tahun. Secara alamiah semakin tua seseorang maka otak memang perlahan akan kehilangan bagian bernama materi putih (white matter) yang bertanggung jawab menyalurkan informasi, namun pada orang obesitas jumlah materi putih yang hilang jauh lebih banyak untuk kelompok usianya.

2. Mudah cemas

Meski ada yang mengatakan mudah cemas sebagai 'bawaan lahir', tetapi menurut sebuah penelitian karakter semacam ini akan meningkatkan peluang seseorang untuk terserang demensia atau kepikunan di kemudian hari.

Hal ini didasarkan pada hasil pengamatan terhadap 1.082 pasang kembar identik maupun non-identik selama 28 tahun. Masing-masing pasangan juga mengerjakan tes yang diberikan peneliti tiap tiga tahun sekali. Di waktu yang sama, partisipan juga mendapatkan screening untuk mengetahui risiko demensia mereka.

Ternyata dari situ peneliti menemukan, si tukang cemas berisiko 48 persen lebih besar untuk mengalami penurunan kognitif yang kemudian bisa memicu demensia, dibandingkan mereka yang tidak mudah cemas. Padahal studi ini hanya didasarkan pada pelaporan mandiri dari si partisipan, bukannya diagnosis klinis yang diberikan dokter.

3. Cedera kepala

Cedera kepala dan gegar otak bisa merusak pembuluh darah yang ada di otak. Akibatnya, seseorang akan lebih mudah lupa dan lebih cepat mengalami pikun atau demensia.

Hal ini menjadi perhatian setelah banyak atlet-atlet rugby di Amerika yang masuk rumah sakit dan didiagnosis mengalami demensia ketika baru berusia 50-55 tahun. Diduga kuat, hal ini disebabkan oleh benturan yang terjadi saat aktif sebagai atlet.

Pakar menyebut kondisi demensia pada atlet olahraga fisik rentan disebabkan oleh penyakit Chronic Traumatic Encephalopathy (CTE), kondisi yang juga sering terjadi pada petinju.

4. Stres dan depresi

Penelitian yang dipimpin oleh Dimitry Davydow, MD, dari University of Washington School of Medicine menemukan stres dan depresi dapat meningkatn risiko terserang demensia lebih cepat. Tak tanggung-tanggung, risikonya meningkat hingga 83 persen!

Penelitian dilakukan kepada 4 juta warga Denmark berusia 50 tahun atau lebih. Secara keseluruhan, para peneliti menemukan hampir satu dari lima di antara peserta tersebut memiliki diagnosis depresi, dan mengidap demensia lebih awal daripada partispan lainnya.

5. Penyakit kronis

Mengidap penyakit kronis seperti diabetes melitus, penyakit jantung, hingga stroke bisa membuat seseorang lebih cepat mengalami demensia. Hal ini terjadi akibat adanya gangguan pada sistem pembuluh darah di mana aliran darah ke otak menjadi berkurang dan membuat fungsi kognitifnya menurun.

Bahkan menurut penelitian, risiko mengidap demensia pada pasien penyakit kronis cukup besar, yakni 20 persen.

"Mengingat meningkatnya beban masyarakat terhadap penyakit kronis, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menjelaskan mekanisme patofisiologi yang menghubungkan depresi, diabetes dan demensia, untuk mengembangkan intervensi yang bertujuan untuk mencegah komplikasi," tutur Prof Dimitry Davydow, MD, dari University of Washington.




Fokus : Pikun


#Pikun
Kontak Informasi Wartakesehatan
PT. SIBER MEDIA ABADI

Redaksi: redaksi[at]wartakesehatan.com
Tlp/Fax: 021-86610709 / 021-86610709
Iklan: marketing[at]wartakesehatan.com

Komentar






Mamin - 8 jam yang lalu

Banyak Keuntungan dari Konsumsi Air Hangat

Wartakesehatan.com - Mungkin banyak orang lebih memilih mengonsumsi air dingan ketimbang air hangat apalagi dikalangan..
Herbal - 10 jam yang lalu

Mengonsumsi 3 Makanan Ini Bisa Mempercepat Penyembuhan DBD

Wartakesehatan.com-jika saran pengobatan dari dokter dijalani secara benar, maka biasanya gejala demam berdarah akan mulai..
Ibu & Anak - 11 jam yang lalu

Alergi Susu Sapi Pada Bayi,Bisa Sebabkan Sesak Napas

Wartakesehatan.com-Ketika bayi sesak napas, banyak faktor yang mungkin menyebabkan terjadinya gangguan pada saluran pernapasan..
Warta Sehat - 12 jam yang lalu

Minyak Kanola, Si Penurun Kolesterol

Wartakesehatan.com - Selama ini kita hanya mengenal minyak zaitun yang bermanfaat bagi kesehatan. Kini beberapa orang..
Obat & Penyakit - 12 jam yang lalu

Deteksi Kanker Pankreas melalui Urine

Wartakesehatan.com - Kanker pankreas adalah salah satu penyakit yang paling mematikan di dunia. Penyakit ini disebabkan..
Warta Sehat - 13 jam yang lalu

Habisi Lemak dengan Olahraga

Wartakesehatan.com - Begitu mendengar kata lemak, banyak orang bakal langsung berpikir negatif. Hal itu membuat banyak..
Warta Sehat - 15 jam yang lalu

Konsumsi Jeruk Berlebihan, Awas Diabetes!!

Wartakesehatan.com - Beberapa makanan bisa menyebabkan diabetes atau  gula darah meningkat dan bisa menyebabkan..
Warta Sehat - 16 jam yang lalu

Wahana Visi Indonesia Ajak Korporasi Menjaga Kesehatan Sumber Daya Manusia Sebelum dan Saat Menghadapi Bencana

Wartakesehatan.com - Sumber Daya Manusia yang sehat dan bergizi baik merupakan salah satu faktor penentu kekuatan sebuah..
Obat & Penyakit - 16 jam yang lalu

Penyakit Infeksi Berpotensi pada Kematian

Wartakesehatan.com-Penyakit infeksi adalah masalah kesehatan yang disebabkan oleh organisme seperti virus, bakteri, jamur, dan..
Warta Sehat - 21 jam yang lalu

Ketahui, Dampak dari Masing-Masing Emosi

Wartakesehatan.com - Sebuah studi di Finlandia yang melibatkan 700 partisipan menunjukkan, emosi bisa memengaruhi kondisi..

+Indeks