Waspada, Penyakit Liver Berisiko Kematian

Oleh : Dirk/sindo | Kamis, 14 Nopember 2019 | 15:25 WIB


(ist)

Wartakesehatan.com - Hati adalah salah satu organ tubuh yang penting yang dimiliki manusia. Organ yang satu ini berperan penting dalam melakukan berapa proses yang membantu proses metabolisme tubuh kita.

Namun fungsi organ hati juga dapat mengalami gangguan bahkan kerusakan salah satunya yaitu penyakit liver.

Penyakit liver merupakan salah satu dari 10 penyakit terbesar penyebab kematian di Indonesia. Menurut data WHO pada 2013, angka penderita penyakit liver di Indonesia diperkirakan mencapai 28 juta orang, artinya di dalam setiap 10 orang Indonesia, terdapat lebih dari satu orang penderita penyakit liver. 

Sekitar 70% dari jumlah tersebut adalah penderita hepatitis B, sementara 10 juta di antaranya merupakan penderita fibrosis hati serta 3 hingga 5 juta dari populasi tersebut terkena sirosis hati. Pakar hepatobilier dan general surgeondari Gleneagles Hospital Singapore Dr Victor Lee mengakui salah satu alasan penyakit liver dianggap pembunuh diam-diam karena gejala yang timbul akibat penyakit ini sulit dideteksi. 

“Hasil kajian kami menunjukkan, sekitar 30% orang yang menderita penyakit liver tidak menunjukkan gejala. Namun, sekitar 70% menunjukkan gejala dalam berbagai bentuk. Karena itu, penting bagi kita untuk dapat mengenali gejala dini penyakit liver sebelum terlambat. Selain itu, deteksi dini terhadap penyakit liver memungkinkan penderita penyakit ini dapat disembuhkan lebih cepat,” ungkap Dr Victor Lee dalam acara media briefingOperasi Kuning untuk Pendeteksian Penyakit Liver Sejak Dini di Ming Dining Restaurant, Senayan, Jakarta, beberapa waktu lalu. 

Penyakit liver bisa berawal dari penyakit hepatitis B atau C yang berkembang menjadi sirosis hati kemudian dampak terparahnya adalah kanker hati. Sirosis hati adalah suatu kondisi yang terjadi pada tahap akhir penyakit hati kronis, ketika sel-sel hati yang sehat digantikan oleh jaringan parut dan hati tidak berfungsi dengan baik karena kerusakan jangka panjang. 

Sirosis umumnya disebabkan oleh infeksi virus seperti hepatitis B dan hepatitis C, asupan alkohol yang berlebihan, penyakit autoimun, perlemakan di hati, dan penyakit turunan genetik. Deteksi dini sebelum ditetapkan sirosis sangatlah penting karena dapat memberikan pilihan pengobatan pada pasien yang juga dapat membantu untuk mengontrol kemajuan kerusakan hati sehingga dapat meningkatkan kesempatan untuk bertahan hidup. 

Lebih jauh lagi, gastroenterologistdari Gleneagles Hospital Singapore Dr. Ooi Choon Jin menjelaskan, mengenai empat jenis kanker yang rentan menyerang hati. “Yang paling sering adalah karsinoma hepatoselular atau HCC. HCC merupakan kanker nomor empat yang paling sering di dunia dan salah satu dari dua penyebab kematian kanker di Asia,” ungkap Dr Ooi Choon Jin. Kanker hati stadium awal biasanya tanpa gejala dan sulit untuk didiagnosa tanpa skrining rutin. 

Pada stadium lanjut, gejala termasuk kuning (jaundice) dan hepatitis kronis atau sirosis. Selain jaundice, gejala lain dari kerusakan hati hampir mirip flu, lelah, demam, mual, hilang nafsu makan, dan nyeri abdomen. Banyak orang mengabaikan gejala ini karena dianggap flu biasa oleh karena itu penting untuk mewaspadai gejala ini. “Penemuan kanker pada stadium awal memungkinkan dilakukannya operasi kuratif (penyembuhan). 

Namun, pengobatan selain operasi mungkin dapat mengendalikan penyakit dan menawarkan kualitas hidup yang lebih baik pada pasien. Ketika pasien menunjukkan gejala, biasanya pada stadium lanjut dari kanker hati dan prognosis biasanya buruk, transplantasi hati adalah satu-satunya pilihan yang tersedia untuk kanker hati primer dengan stadium akhir sirosis hati dan atau penyakit hati yang progresif,” papar Dr Ooi. 

Bila terdeteksi dini dan sebelum sirosis hati, kanker hati dapat diobati dengan menggunakan beberapa pilihan. Salah satunya embolisasi transarterial (TACE) yang melibatkan injeksi langsung obat ke dalam kanker melalui arteri hepatica. Ada juga Radio Frequency ablasi ini memberikan panas yang ekstrem yang dihasilkan oleh listrik untuk menghancurkan sel-sel kanker. Metode lainnya, yaitu injeksi bidang radioaktif. Cara lainnya mengangkat tumor dengan pembedahan, bila fungsi hati memadai.




Fokus : Liver


#Kematian #Liver
Kontak Informasi Wartakesehatan
PT. SIBER MEDIA ABADI

Redaksi: redaksi[at]wartakesehatan.com
Tlp/Fax: 021-86610709 / 021-86610709
Iklan: marketing[at]wartakesehatan.com

Komentar






Warta Sehat - 1 minggu yang lalu

Pembagian Sembako untuk Kaum Dhuafa Bekasi oleh Ezy Pratama Foundation dan INTI

 Wartakesehatan.com.- Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) bersama yayasan ezy pratama foundation mengadakan bakti..
Alkes & Lab - 2 minggu yang lalu

Confidence Persembahkan Adult Pants Gender untuk Pria dan Wanita

Jakarta, WartaKesehatan.com - Confidence, merek popok dewasa nomor 1 di Indonesia kembali meluncurkan produk terbarunya,..
Warta Sehat - 2 minggu yang lalu

Donasi Dexa Group Agar Tenaga Medis Miliki Imun Kuat

Wartakesehatan.com - Derasnya dukungan penanganan Covid -19 dengan menyumbang Donasi 20.000 kapsul Stimuno Forte dan 50 goodie..
Warta Sehat - 2 minggu yang lalu

CFD Jangan jadi Cluster Baru, Konsisten Jaga Imun Tubuh

  Wartakesehatan.com, JAKARTA - Pelonggaran PSBB sudah dilakukan di beberapa daerah, namun sayangnya tidak semua..
Obat & Penyakit - 2 minggu yang lalu

Menkes: Masyarakat Jangan Ragu untuk Konsumsi OMAI

Jakarta - Tak pernah bosan Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto mengimbau agar masyarakat tak perlu ragu untuk..
Warta Sehat - 2 minggu yang lalu

Komnas Anak Tuding Gubernur DKI Hilangkan Hak Anak

Wartakesehatan.com - Hilangnya hak anak atas pendidikan di DKI Jakarta dan bahkan di Indonesia tahun ajaran baru 2020/2021..
Warta Sehat - 2 minggu yang lalu

Jadikan Sumatera Bebas Asap, Kapolda Sumsel dan Jambi Bangun Posko Karhutla Bersama

Wartakesehatan.com -  Guna mengantisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) pada masa kemarau tahun ini, Kepala..
Warta Sehat - 2 minggu yang lalu

Baksos Ezy Pratama Foundation dan Yayasan INTI ke Kaum Dhuafa Klender

Wartakesehatan.com - Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) bersama yayasan ezy pratama foundation mengadakan bakti sosial di..
Obat & Penyakit - 1 bulan yang lalu

New Normal: Menjaga Imunitas dengan Imunomodulator Herbal

JAKARTA - Kita tahu, wabah korona belum kunjung usai di dunia dan negara kita, Indonesia. Apalagi sampai saat ini vaksin untuk..
Warta Sehat - 1 bulan yang lalu

Hasanuddin Minta Pemerintah Daerah Tak Asal Terapkan New Normal

JAKARTA,- Pemerintah menerapkan kenormalan baru atau new normal di tengah pandemi covid-19. Langkah ini mendapat sorotan dari..

+Indeks