Waspada, Dampak Buruk Kerokan bagi Kesehatan

Oleh : Dirk/sooperboy | Kamis, 22 Agustus 2019 | 17:35 WIB


(ist)

Wartakesehatan.com - Pernahkah Anda kerokan ketika sakit ? Tentunya pernah kan. Kerokan adalah pengobatan alternatif yang telah populer di Indonesia. Namun, ternyata kerokan bukan hanya didominasi oleh orang Indonesia saja.

Sebab, ada penelitian yang menyatakan bahwa kerokan telah dikembangkan sebagai tehnik pengobatan tradisional di negara Vietnam dengan sebutan Cao Gio.

Namun tahukah Anda ternyata kerokan juga memiliki dampak buruk bagi kesehatan, apa saja?

Pori-pori menjadi sarang virus

Saat kerokan pori-pori kulit terbuka akibat gesekan koin di permukaan kulit. Saat pori-pori terbuka terjadilah peralihan rotasi angin yang masuk ke dalam tubuh kita. Artinya angin dalam tubuh keluar tetapi angin diluar tubuh masuk lewat pori-pori.

Berbahaya jika angin yang masuk membawa virus berbahaya daripada penyakit sebelumnya. Memang dampak angin baru tersebut tidak akan bereaksi pada saat itu juga tetapi di lain waktu dampak dari virus akan mendatangkan penyakit lain.

Mudah terserang stroke

Mereka yang suka melakukan aktifitas kerokan utamanya diarea leher, memiliki peluang menderita stroke cukup besar. Sebab, keseringan menggosokkan benda tipis di area leher dan suhu panas yang ditimbulkannya bisa merusak syaraf. Jika syaraf rusak, stroke bisa menyerang kapan saja.

Dari penelitian medis menyatakan bahwa akibat kerokan bisa membuat pembuluh darah semakin lebar bahkan tak sedikit yang meninggal saat dikerok karena pembuluh darah pecah.

Ketagihan

Seringkali ketika masuk angin dan pegal-pegal, hanya dengan dikerok masuk angin dan pegal-pegal hilang seketika. Namun, rasa nyaman saat dikerok membuat tubuh kita bereaksi dengan terus ingin dikerok. Alhasil Anda akan kebal obat selain di kerok padahal kebiasaan kerokan dalam jangka panjang bisa sangat berbahaya.




Fokus : Kerokan


#Kesehatan #Kerokan
Kontak Informasi Wartakesehatan
PT. SIBER MEDIA ABADI

Redaksi: redaksi[at]wartakesehatan.com
Tlp/Fax: 021-86610709 / 021-86610709
Iklan: marketing[at]wartakesehatan.com

Komentar






Tekhnologi - 18 menit yang lalu

4 Manfaat Bermain bagi Kesehatan

Wartakesehatan.com - Menurut Anda, bermain bagi orang dewasa adalah kegiatan yang tabu, kegiatan yang sudah tidak lagi..
Warta Sehat - 1 jam yang lalu

Studi: Taoge bisa Turunkan Tekanan Darah

Wartakesehatan.com - Penelitian yang dilakukan oleh Astawan dkk. (1998) juga menunjukkan kecambah kedelai mempunyai..
Warta Sehat - 2 jam yang lalu

Study : Tidur Siang Bisa Kurangi Resiko Jantung dan Stroke

Health, Warkes.com – Study terbaru telah menemukan bagaimana tidur siang memiliki efek yang sangat baik bagi kesehatan...
Warta Sehat - 3 jam yang lalu

Karena Salmonella, CDC Larang Manusia Berkegiatan Dengan Ayam

AS, Warkes.com – Mewabahnya kasus Salmonella terkait dengan unggas, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika..
Warta Sehat - 3 jam yang lalu

UU SDA Swasta dan Pemerintah Dapat Mengelola Air Bersama

Jakarta, Warkes.com - Dengan diketuknya Undang-Undang (UU) Sumber Daya Air (SDA), artinya Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM)..
Obat & Penyakit - 5 jam yang lalu

Kabut Asap dan Ancaman Bahayanya

Wartakesehatan.com - Kabut asap yang diakibatkan kebakaran hutan serta lahan di daerah di riau dan..
Warta Sehat - 5 jam yang lalu

RUU SDA Sah Menjadi UU Masyarakat Diharap Tak Lagi Kekeringan

Jakarta, Warkes.com - Rancangan Undang-Undang Sumber Daya Air (RUU SDA) akhirnya disepakati bersama-sama, antara DPR RI dan..
Obat & Penyakit - 6 jam yang lalu

6 Penyebab Migrain yang Harus Diketahui

Wartakesehatan.com - Migrain adalah gangguan kronis yang ditandai dengan terjadinya sakit kepala ringan hingga berat yang..
Warta Sehat - 7 jam yang lalu

Konsumsi Teh Hijau Berlebihan, ini Bahayanya!

Wartakesehatan.com - Selama ini teh hijau dikenal sebagai salah satu minuman yang memiliki manfaat kesehatan dan..
Obat & Penyakit - 16 jam yang lalu

Stop Kebiasaan Begadang, Tubuh bisa Rusak!

Wartakesehatan.com - Menurut para ahli, tidur bukan hanya untuk penghilang lelah. Studi terbaru menemukan bahwa kehilangan..

+Indeks