Kunjungi Medsos Malam Hari Sebabkan Gangguan Tidur

Oleh : Dirk/detik | Rabu, 28 Agustus 2019 | 21:30 WIB


(ist)

Wartakesehatan - Gangguan tidur pada remaja saat ini bukan hanya dipicu dari stres karena pekerjaan, tugas kuliah ataupun ujian semester, melainkan juga karena adanya medsos (media sosial).

Kesimpulan ini didapat setelah peneliti dari University of Pittsburgh School of Medicine menggelar kuesioner dan berhasil mengumpulkan jawaban dari 1.788 partisipan berumur 19-32 tahun di Amerika.

Dalam kuesioner yang disebar di tahun 2014 itu ditanyakan aspek-aspek seperti berapa lama waktu yang dihabiskan responden di media sosial, dan seberapa sering mereka berkunjung ke situs-situs media sosial tersebut dalam sepekan.

Total ada 11 media sosial yang populer di kalangan responden dan menjadi bahan pertimbangan peneliti, yakni Facebook, YouTube, Twitter, Google Plus, Instagram, Snapchat, Reddit, Tumblr, Pinterest, Vine dan LinkedIn.

Hasilnya, rata-rata responden menghabiskan waktu selama 61 menit sehari hanya untuk berinteraksi di media sosial. Tak hanya itu, mereka juga tercatat mengunjungi berbagai situs media sosial sebanyak 30 kali dalam sepekan.

Kemudian pola tidur responden juga dianalisis lewat Patient-Reported Outcomes Measurement Information System Sleep Disturbance. Dari sini peneliti memilah responden menjadi tiga kategori: gangguan tidur tinggi, sedang dan ringan. 43 persen termasuk ke dalam kelompok gangguan tidur rendah, 28 persen sedang dan 29,4 persen rendah atau mendekati 30 persen.

Sedangkan responden yang paling lama dan paling sering menghabiskan waktunya dengan bermain medsos dalam sepekan berisiko paling besar untuk mengalami gangguan tidur, yaitu mencapai dua-tiga kali lipat.

"Nampaknya frekuensi kunjungan ke media sosial dapat memberikan prediksi yang lebih baik dalam menelaah adanya risiko gangguan tidur ketimbang lamanya durasi bermain medsos," simpul ketua tim peneliti, Jessica C Levenson, PhD seperti dilaporkan Medical Daily.

Meski begitu, peneliti disarankan untuk melakukan penggalian lebih mendalam tentang topik ini, untuk memastikan apakah penggunaan media sosial berkontribusi langsung terhadap gangguan tidur ataukah sebaliknya, gangguan tidur memicu penggunaan media sosial di malam hari.

Sebab generasi muda yang mengalami gangguan tidur rata-rata mencari pelarian dengan membuka-buka akun medsosnya, sekalian untuk menghabiskan waktu.

"Bisa jadi kedua hipotesis ini juga benar, kemudian menyebabkan gangguan tidur yang lebih buruk. Di satu sisi, membuka-buka medsos memberi mereka kesenangan, tetapi di sisi lain juga berpotensi mengganggu tidur mereka. Ini akan jadi siklus yang dilematis," tutup peneliti lain.




Fokus : Medsos


#Malam #Medsos #Gangguan Tidur
Kontak Informasi Wartakesehatan
PT. SIBER MEDIA ABADI

Redaksi: redaksi[at]wartakesehatan.com
Tlp/Fax: 021-86610709 / 021-86610709
Iklan: marketing[at]wartakesehatan.com

Komentar






Warta Sehat - 1 minggu yang lalu

Pembagian Sembako untuk Kaum Dhuafa Bekasi oleh Ezy Pratama Foundation dan INTI

 Wartakesehatan.com.- Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) bersama yayasan ezy pratama foundation mengadakan bakti..
Alkes & Lab - 1 minggu yang lalu

Confidence Persembahkan Adult Pants Gender untuk Pria dan Wanita

Jakarta, WartaKesehatan.com - Confidence, merek popok dewasa nomor 1 di Indonesia kembali meluncurkan produk terbarunya,..
Warta Sehat - 1 minggu yang lalu

Donasi Dexa Group Agar Tenaga Medis Miliki Imun Kuat

Wartakesehatan.com - Derasnya dukungan penanganan Covid -19 dengan menyumbang Donasi 20.000 kapsul Stimuno Forte dan 50 goodie..
Warta Sehat - 2 minggu yang lalu

CFD Jangan jadi Cluster Baru, Konsisten Jaga Imun Tubuh

  Wartakesehatan.com, JAKARTA - Pelonggaran PSBB sudah dilakukan di beberapa daerah, namun sayangnya tidak semua..
Obat & Penyakit - 2 minggu yang lalu

Menkes: Masyarakat Jangan Ragu untuk Konsumsi OMAI

Jakarta - Tak pernah bosan Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto mengimbau agar masyarakat tak perlu ragu untuk..
Warta Sehat - 2 minggu yang lalu

Komnas Anak Tuding Gubernur DKI Hilangkan Hak Anak

Wartakesehatan.com - Hilangnya hak anak atas pendidikan di DKI Jakarta dan bahkan di Indonesia tahun ajaran baru 2020/2021..
Warta Sehat - 2 minggu yang lalu

Jadikan Sumatera Bebas Asap, Kapolda Sumsel dan Jambi Bangun Posko Karhutla Bersama

Wartakesehatan.com -  Guna mengantisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) pada masa kemarau tahun ini, Kepala..
Warta Sehat - 2 minggu yang lalu

Baksos Ezy Pratama Foundation dan Yayasan INTI ke Kaum Dhuafa Klender

Wartakesehatan.com - Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) bersama yayasan ezy pratama foundation mengadakan bakti sosial di..
Obat & Penyakit - 4 minggu yang lalu

New Normal: Menjaga Imunitas dengan Imunomodulator Herbal

JAKARTA - Kita tahu, wabah korona belum kunjung usai di dunia dan negara kita, Indonesia. Apalagi sampai saat ini vaksin untuk..
Warta Sehat - 4 minggu yang lalu

Hasanuddin Minta Pemerintah Daerah Tak Asal Terapkan New Normal

JAKARTA,- Pemerintah menerapkan kenormalan baru atau new normal di tengah pandemi covid-19. Langkah ini mendapat sorotan dari..

+Indeks