Supleman Dinilai Skeptis

Oleh : Irawan Mohamad | Kamis, 12 September 2019 | 15:37 WIB


Ilustrasi asupan suplemen. (pixabay)

Health, Warkes.com – Suplemen atau makanan pengganti menjadi salah satu pilihan setiap orang dalam mencapai sebuah tujuan baik dalam menjaga penampilan ataupun menopang kesehatan kondisi pada tubuhnya. Namun, para ahli gizi menilai Suplemen tidak dipercaya sebagai pengganti makanan yang tepat atau skeptis.

Dokter Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas New York Shivam Joshi, mencontohkan seseorang dengan kekurangan zat besi terbukti kemungkinan akan diresepkan suplemen zat besi oleh dokter mereka, bersama dengan saran tentang makan lebih banyak makanan kaya zat besi jika memungkinkan.

"Ada kasus-kasus ketika suplementasi tepat. Terlepas dari itu, kebanyakan orang berlebihan dengan suplemen," katanya, dilansir dari outsideonline.com.

Dia mengingatkan, sebelum seseorang memutuskan untuk melengkapi dietnya dengan vitamin atau mineral, tanyakan kepada dokter untuk memastikan itu adalah sesuatu yang benar-benar dibutuhkan atau tidak.

Sementara itu, Ahli Diet di Baton Rouge Gradney menjelaskan, nutrisi masuk dalam dua kategori, larut dalam air dan larut dalam lemak. Tidak ada risiko signifikan overdosis pada nutrisi yang larut dalam air, seperti vitamin C dan vitamin B, karena tubuh menghilangkan apa pun yang tidak dapat digunakan. Tetapi nutrisi yang larut dalam lemak, seperti vitamin E dan vitamin D, disimpan dalam jaringan lemak, sehingga memakannya (dan menyimpannya) secara berlebihan dapat berdampak negatif pada fungsi tubuh utama.

"Orang-orang begitu cepat untuk melengkapi dengan ashwagandha atau kunyit atau minyak ular apa pun yang merupakan suplemen. Tetapi saya telah melihat orang dengan hasil yang buruk, umumnya di ginjal atau hati. Itu selalu berisiko, karena kita tidak tahu apa yang ada di dalam benda-benda ini. Anda lebih baik makan lebih banyak buah dan sayuran karena mereka dikenal sebagai antioksidan tinggi, mudah diakses secara biologis, dan penuh dengan nutrisi hebat tanpa zat tambahan," paparnya.




#Suplemen #Skeptis
Kontak Informasi Wartakesehatan
PT. SIBER MEDIA ABADI

Redaksi: redaksi[at]wartakesehatan.com
Tlp/Fax: 021-86610709 / 021-86610709
Iklan: marketing[at]wartakesehatan.com

Komentar






Warta Sehat - 14 jam yang lalu

Normalkah Mencium Celana Dalam Pasangan ?

Wartakesehatan.com – Masih banyak orang yang masih mempunyai kebiasaan mencium celana dalam lawan jenis. Kebiasaan..
Warta Sehat - 14 jam yang lalu

Jaga Kosentrasi Penuh dengan Sarapan Pagi

Wartakesehatan.com - Menurut ahli gizi sarapan tidak seharusnya dilewatkan oleh mereka yang tengah diet..
Warta Sehat - 17 jam yang lalu

Konsumsi Oatmeal Terbukti Baik bagi Jantung

Wartakesehatan.com - Terkadang makanan yang dianggap enak, justru punya bahaya kesehatan yang mengintai. Sebut saja memicu..
Warta Sehat - 17 jam yang lalu

Sarapan dulu atau Olahraga Dulu ?

Wartakesehatan - Olahraga pagi diakui mampu mampu meningkatkan kebugaran tubuh saat beraktivitas. Namun ada sebuh..
Warta Sehat - 19 jam yang lalu

Roti Tawar Biasa Tidak Baik untuk Kesehatan Tubuh?

Wartakesehatan - Hampir sebagaian besar orang mempunyai kebiasaan mengonsumsi roti tawar dipagi hari, memang benar sarapan..
Warta Sehat - 20 jam yang lalu

Sereal Menu Sarapan yang Menyehatkan

Wartakesehatan.com - Victoria Taylor, seorang ahli diet British Heart Foundation menyatakan, sarapan yang sehat dapat..
Warta Sehat - 1 hari yang lalu

Diet Tinggi Gula Dapat Memengaruhi Kualitas Sperma

Wartakesehatatan.com - Tak hanya gula darah, tetapi makanan dan minuman manis bisa berpengaruh pada kesehatan..
Warta Sehat - 1 hari yang lalu

Kondisi Kaki yang Bisa Mengungkap Masalah Kesehatan

Wartakesehatan.com - Mulai sekarang jangan sepelekan kondisi kakimu. Seperti diktuip dari everyday health, kondisi kaki bisa..
Warta Sehat - 1 hari yang lalu

Tips Pulihkan Rasa Lelah Usai Pulang Kerja

Wartakesehatan.com-Kelelahan setelah pulang bekerja merupakan hal yang tidak bisa dihindari, karenanya Anda perlu mencari cara..
1 hari yang lalu

Cara Mengatasi Alergi Yang Kumat

Wartakesehatan.com-Alergi terjadi karena sistem imun Anda salah mengira zat yang pada dasarnya tidak berbahaya sebagai ancaman..

+Indeks