4 Menu yang Harus Dihindari Anak saat Sarapan

Oleh : Dirk/kompas | Selasa, 14 Januari 2020 | 08:25 WIB


(ist)

Wartakesehatan - Banyak ahli maupun dokter yang mewajibkan seseorang untuk sarapan pagi sebelum berkativitas, terutama bagi anak-anak. Karena sarapan dengan makanan sehat yang terdiri dari serat dan protein sangat membantu anak untuk mendapatkan manfaat kesehatan terbaik, mulai dari menjaga kesehatan metabolisme, mengurangi nafsu makan berlebih di siang hari, dan menyediakan energi yang diperlukan untuk menjalani hari yang panjang di sekolah.

Penelitian menunjukkan, anak-anak yang rutin sarapan pagi cenderung lebih fokus, jarang terlambat ke sekolah, mendapat skor lebih baik pada tes, dan cenderung memiliki berat badan sehat di kemudian hari.

Namun, tidak semua menu sarapan memiliki manfaat sama. Beberapa jenis menu sarapan ini bahkan cenderung memiliki efek merugikan kesehatan anak.


Roti bagel

Bagel sangat tinggi indeks glikemik, yang berarti bahwa karbohidrat dalam bagel diubah dengan cepat menjadi glukosa dan dapat menaikkan kadar gula darah dengan cepat. Membuat anak mudah lelah dan akhirnya gampang mengantuk di sekolah.

Terlalu banyak glukosa dalam aliran darah juga dapat menyebabkan kenaikan berat badan dan diabetes tipe 2.

Terlebih, bagel biasanya dilapisi krim keju, yang hanya menambah lemak jenuh tidak perlu. Seporsi muffin bisa menjadi alternatif yang jauh lebih baik.


Sandwich cepat saji

Sebagai menu sarapan, membeli sandwich tampaknya menjadi pilihan mudah dan sehat. Lengkap dengan roti, telur, keju, dan daging, tapi sayangnya, sandwich cepat saji bukan pilihan baik bagi anak-anak.

Selain mengandung sedikit serat, sandwich cepat saji tinggi garam, lemak, dan kalori. Namun, sandwich dapat berubah menjadi lebih sehat bila Anda membuatnya sendiri dengan roti gandum, mayones pilihan, dan tidak menggunakan daging olahan.

Perubahan kecil ini dapat menghemat ratusan kalori buruk bagi anak Anda.


Croissant

Walau dipadukan dengan bahan sehat seperti selada segar, tuna, atau telur, setiap lapis croissant mengandung mentega tinggi dan kaya akan tepung putih.

Kadar tinggi mentega ini membuat croissant sangat tinggi lemak jenuh yang berdampak buruk pada kesehatan jangka panjang anak.

Selain itu, memakannya saat sarapan berisiko memberatkan pencernaan anak yang berakibat sakit perut.


Donat

Satu porsi donat dengan toping manis setiap hari selama seminggu dapat memberikan 2000 kalori lebih, yang diterjemahkan sebagai 0,5 kilo lemak tubuh ekstra.

Selain berisiko membuat anak kegemukan, donat bukanlah pilihan yang baik untuk sarapan anak-anak, karena penuh dengan gula dan tidak mengandung serat. Anak menjadi cepat lapar dan kurang bertenaga akibat terlalu banyak energi yang dikeluarkan untuk memecah gula.




Fokus : Sarapan


#Anak #Sarapan
Kontak Informasi Wartakesehatan
PT. SIBER MEDIA ABADI

Redaksi: redaksi[at]wartakesehatan.com
Tlp/Fax: 021-86610709 / 021-86610709
Iklan: marketing[at]wartakesehatan.com

Komentar






Obat & Penyakit - 2 hari yang lalu

Penuhi Kebutuhan Nutrisi Anak Agar Imunitas Kuat dengan Lytacur

Wartakesehatan.com - Semua orang bisa terinfeksi virus corona Covid-19. Karena virus menyerang dan menginfeksi siapa saja tanpa..
Obat & Penyakit - 3 hari yang lalu

Demam dan Batuk Kering Belum Tentu Corona, Ini Strategi Terapi Alaminya!

Wartakesehatan.com - Kasus positif COVID-19 terus berkembang, berdasarkan data Kementerian Kesehatan kasus positif Covid-19..
Warta Sehat - 1 minggu yang lalu

TB. Hasanuddin: Penerapan New Normal Tanpa Persiapan Matang Akan Timbulkan Kematian Massal

Wartakesehatan.com - Indonesia bersiap memasuki fase New Normal atau penormalan baru ditengah pandemi covid-19. Sejumlah..
Tekhnologi - 2 minggu yang lalu

Helm Cerdas Deteksi Corona Sangat Penting dan Perlu

Wartakesehatan.com -  Polda Riau memberikan contoh inisiatif dan inovasi dalam perjuangannya melawan pandemi coronavirus...
Warta Sehat - 2 minggu yang lalu

Di Tengah Pandemi, Hasanuddin Kunjungi Dapil dan Bagikan Ribuan Masker dan Sembako 

Wartakesehatan.com - Di tengah pandemi covid-19 dan jelang Hari Raya Idul Fitri ini, anggota Komisi I DPR RI Fraksi PDI..
Warta Sehat - 2 minggu yang lalu

Covid-19, Sunan Kalijaga Gandeng Nikita Mirzani Baksos ke Markas TNI

Wartakesehatan.com - Ditengah pandemi Covid-19, Pengacara Sunan Kalijaga Bersama Artis dan Forum Kader Bela Negara (FKBN)..
Obat & Penyakit - 3 minggu yang lalu

BPOM: Biasakan Minum Obat Herbal dan Suplemen Kesehatan untuk Daya Tahan Tubuh Menghadapi Pandemi COVID-19

Wartakesehatan.com -  Pandemi COVID-19 membuat sebagian besar masyarakat lebih sadar pentingnya menjaga kesehatan. Salah..
Obat & Penyakit - 3 minggu yang lalu

Studi: Sistem Imun Krusial dalam Melawan Infeksi Virus Corona

Wartakesehat.com - Sebuah penelitian di Australia dalam jurnal Nature Medicine menyimpulkan, sistem imun..
Warta Sehat - 3 minggu yang lalu

8 Cara Jaga Imun tetap Sehat Lawan Virus Corona

Wartakesehatan.com - Untuk melindungi diri dari paparan virus corona, masyarakat dunia telah banyak menjalankan langkah..
Obat & Penyakit - 3 minggu yang lalu

Imunomodulator untuk Cegah Virus Masuk Tubuh

Wartakesehatan.com - Membekali diri dengan cara cegah infeksi virus, dapat “membentengi” tubuh Anda dari berbagai..

+Indeks