Waspada, Reaksi Gigitan Nyamuk

Oleh : Dirk/lptn6 | Kamis, 17 Oktober 2019 | 14:35 WIB


(ist)

Wartakesehatan.com - Beberapa penyakit bisa didatangkan oleh nyamuk, salah satunya demam berdarah. Seringkali kita anggap sepele gigitan nyamuk, padahal gigitan nyamuk mempunyai berbagai macam reaksi buat tubuh kita.

Perbedaan reaksi tubuh terhadap gigitan nyamuk menjadi penanda sesuatu. Berikut reaksi gigitan nyamuk yang bisa jadi menggambarkan kondisi kesehatan diri seperti dikutip Prevention.

1. Reaksi: Tidak Ada

Tidak adanya reaksi terhadap gigitan nyamuk mengindikasikan Anda salah satu orang beruntung yang tidak alergi terhadap air liur nyamuk seperti disampaikan ahli dari American Academy of Allergy, Asthma & Immunology, Andrew Murphy.

Hal ini bisa juga berarti tubuh Anda telah mengembangkan kekebalan terhadap gigitan nyamuk. "Ketika seseorang terpapar secara berulang dengan alergen nyamuk, sistem kekebalan tubuh mereka berhenti menganggap alergen sebagai masalah sehingga tidak ada reaksi," kata Murphy.

2. Reaksi: Muncul benjolan merah kecil

Ketika muncul benjolan melingkar dengan titik terlihat di tengah, yang beberapa hari kemudian berwarna kemerahan merupakan reaksi paling umum terhadap gigitan nyamuk.

"Reaksi ini adalah alergi ringan tubuh menanggapi protein dalam air liur nyamuk," terang Direktur Medis Infection Control Program Loyola University Chicago, Amerika Serikat, Jorge Parada.

3. Reaksi: Bekas gigitan besar

Bekas gigitan nampak besar dan sedikit merah dibandingkan sekitarnya. Jika ini terjadi kemungkinan memiliki sensitivitas lebih tinggi terhadap protein nyamuk sehingga menghasilkan benjolan lebih besar daripada reaksi nomor 2.

 "Namun beberapa studi juga menunjukkan waktu makan nyamuk. Semakin lama nyamuk menghisap darah, semakin banyak protein yang dilepaskan, sehingga memunculkan reaksi gigitan yang lebih terlihat," terang Parada.

 4. Reaksi: Nampak benjolan, kemerahan, gatal juga rasa panas di sekitar gigitan yang disertai tubuh demam.

Jika reaksi seperti diatas mungkin memiliki "skeeter syndrome". Ini adalah reaksi alergi ekstrim terhadap gigitan nyamuk. Hal ini menyebabkan bengkak berlebih pada bagian yang digigit, terasa panas, dan sakit bila disentuh seperti diungkapkan Murphy.

5. Reaksi: Anafilaksis

Kondisi ini membuat orang yang digigit nyamuk mengalami bibir atau lidah bengkak, kesulitan bernapas, mengi, dan batuk. Reaksi ini jarang terjadi, namun bisa berakibat fatal.

Pasien dengan anafilaksis memiliki gejala khas dari reaksi alergi yang parah. Gatal-gatal, bibir atau lidah bengkak, kesulitan bernapas, mengi, batuk, dan-dalam yang parah kasus-pingsan atau kematian. "Segera cari perawatan medis segera," tambah Murphy.

 




Fokus : Nyamuk


#Nyamuk
Kontak Informasi Wartakesehatan
PT. SIBER MEDIA ABADI

Redaksi: redaksi[at]wartakesehatan.com
Tlp/Fax: 021-86610709 / 021-86610709
Iklan: marketing[at]wartakesehatan.com

Komentar






Warta Sehat - 1 hari yang lalu

TB. Hasanuddin: Penerapan New Normal Tanpa Persiapan Matang Akan Timbulkan Kematian Massal

Wartakesehatan.com - Indonesia bersiap memasuki fase New Normal atau penormalan baru ditengah pandemi covid-19. Sejumlah..
Tekhnologi - 1 minggu yang lalu

Helm Cerdas Deteksi Corona Sangat Penting dan Perlu

Wartakesehatan.com -  Polda Riau memberikan contoh inisiatif dan inovasi dalam perjuangannya melawan pandemi coronavirus...
Warta Sehat - 1 minggu yang lalu

Di Tengah Pandemi, Hasanuddin Kunjungi Dapil dan Bagikan Ribuan Masker dan Sembako 

Wartakesehatan.com - Di tengah pandemi covid-19 dan jelang Hari Raya Idul Fitri ini, anggota Komisi I DPR RI Fraksi PDI..
Warta Sehat - 1 minggu yang lalu

Covid-19, Sunan Kalijaga Gandeng Nikita Mirzani Baksos ke Markas TNI

Wartakesehatan.com - Ditengah pandemi Covid-19, Pengacara Sunan Kalijaga Bersama Artis dan Forum Kader Bela Negara (FKBN)..
Obat & Penyakit - 2 minggu yang lalu

BPOM: Biasakan Minum Obat Herbal dan Suplemen Kesehatan untuk Daya Tahan Tubuh Menghadapi Pandemi COVID-19

Wartakesehatan.com -  Pandemi COVID-19 membuat sebagian besar masyarakat lebih sadar pentingnya menjaga kesehatan. Salah..
Obat & Penyakit - 2 minggu yang lalu

Studi: Sistem Imun Krusial dalam Melawan Infeksi Virus Corona

Wartakesehat.com - Sebuah penelitian di Australia dalam jurnal Nature Medicine menyimpulkan, sistem imun..
Warta Sehat - 2 minggu yang lalu

8 Cara Jaga Imun tetap Sehat Lawan Virus Corona

Wartakesehatan.com - Untuk melindungi diri dari paparan virus corona, masyarakat dunia telah banyak menjalankan langkah..
Obat & Penyakit - 2 minggu yang lalu

Imunomodulator untuk Cegah Virus Masuk Tubuh

Wartakesehatan.com - Membekali diri dengan cara cegah infeksi virus, dapat “membentengi” tubuh Anda dari berbagai..
Warta Sehat - 2 minggu yang lalu

Penderita Covid di Indonesia Capai 14.749 dan Terus Naik

Wartakesehatan.com - Angka positif COVID-19 yang terkonfirmasi lewat tes laboratorium di Indonesia kini..
Warta Sehat - 2 minggu yang lalu

Edukasi Pemeriksaan Rapid Test dan Swab Beredar di WA

Wartakesehatan.com - Sebuah pesan berantai untuk edukasi virus Corona beredar. Isi pesan berantai tersebut sebagai..

+Indeks