Gaya Hidup Serba Mudah Pencetus Jantung Koroner

Oleh : nurul kinanti/galamedianews | Selasa, 14 Januari 2020 | 12:07 WIB



Wartakesehatan.com - Semakin banyak orang dari usia produktif teridentifikasi mengidap penyakit yang berpotensi mematikan seperti jantung koroner. Bahkan, orang yang berusia 20 tahunan sekali pun.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dari RS Melinda 2, Rien Afrianti mengatakan, semakin ke sini, usia yang terdeteksi terserang jantung koroner memang semakin muda.

Berikut beberapa penyebab yang disebutkan Rien seperti ditulis wartawati PR, Endah Asih:

1. Rendahnya kesadaran medical check up

Kesadaran diri untuk melakukan cek kesehatan atau screening juga perlu dilakukan. Apalagi, tak semua orang merasakan gejala yang sama. Saat ini, pemeriksaan kadar Kolesterol juga berfungsi sebagai peringatan.

Ketika kadarnya di atas 200 miligram per desiliter, maka sebaiknya menjadi perhatian khusus terutama pada orang dewasa setengah baya. "Tak perlu menunggu serangan jantung. Sekarang banyak orang yang berusia awal 30an yang sadar untuk melakukan screening, banyak juga yang merupakan inisiatif dari perusahaan.

Walau bagaimana pun, jika ditangani sedini mungkin akan lebih baik," ucapnya. Jika diketahui terdapat penyumbatan, akan bisa ditentukan penanganan seperti obat saja dengan evaluasi per tahun, atau ada tindakan lebih lanjut.

2. Gaya hidup

Gaya hidup serba mudah yang banyak dilakoni orang pada masa kini, disebutkan Rien menjadi salah satu faktor kuat pencetus penyakit ini di usia muda. Ia mengatakan, satu dekade lalu kebanyakan pasien jantung koroner berada di usia 40an. "Kalau sekarang, saya pernah bertemu dengan orang yang mengidap jantung koroner di RSHS masih berusia 25 tahun," ucap Rien.

3. Plak

Jantung koroner merupakan salah satu jenis penyakit jantung yang paling umum terjadi. Penyakit ini terjadi ketika pasokan darah yang kaya oksigen menuju otot jantung terhambat oleh plak pada arteri koroner. Plak atau penumpukan kolesterol dan substansi lainnya, dapat terjadi pada dinding pembuluh arteri. Ketika semakin bertambah, maka akan mempersempit ruang arteri.

Sejatinya, plak sudah bersarang di dinding arteri sejak seseorang masih muda. Makin tinggi usia seseorang, makin menumpuk plak di lokasi yang sama. Plak sendiri mengeluarkan zat kimia yang membuat dinding bagian dalam dari pembuluh menjadi lengket. Pada saat bersamaan, darah memuat sel-sel inflamasi, lipoprotein, dan kalsium. Zat-zat ini kemudian akan menempel di dinding pembuluh darah sehingga membuat timbunan plak makin banyak. Makin besar plak, makin sempit arteri koroner.

Sehingga suplai darah kaya oksigen ke jantung kian menipis. Plak juga dapat pecah dan kemudian menyumbat sebagian besar hingga seluruh aliran darah pada pembuluh arteri. Bila hambatan aliran darah ini terjadi pada arteri koroner, maka dapat terjadi serangan jantung.

4. Makanan siap saji

Dengan sederet kesibukan dan kebiasaan yang ada, orang dimudahkan dengan berbagai fasilitas yang pada akhirnya mengurangi gerak fisik. Belum lagi, kegemaran orang terhadap makanan siap saji atau makanan lain yang mengandung kadar lemak tinggi dan rendah serat.

5. Kurang berolahraga

"Untuk meminimalisir resiko, seseorang harus mau melakukan olahraga rutin, menjaga pola makan, dan berhenti merokok," kata Rien. Kurang berolahraga menyebabkan metabolisme tubuh terhambat. Adapun keluhan yang seringkali dialami oleh penderita jantung koroner misalnya nyeri dada seperti tertekan di bagian dada tengah dan kiri.

Terkadang, rasa nyeri itu menjalar hingga ke bagian bahu dan punggung. Rasa nyeri itu biasanya tidak hilang dengan perubahan posisi. Untuk perempuan, banyak pula yang tidak mengalami gejala khas. "Keluhan bisa berupa sakit maag, sakit di ulu hati, tiba-tiba lemas, mual dan muntah. Biasanya, gejala ini muncul pada perempuan berusia di atas 60 tahun atau penderita kencing manis," kata Rien.

 




#Jantung koroner
Kontak Informasi Wartakesehatan
PT. SIBER MEDIA ABADI

Redaksi: redaksi[at]wartakesehatan.com
Tlp/Fax: 021-86610709 / 021-86610709
Iklan: marketing[at]wartakesehatan.com

Komentar






Liputan Khusus - 4 hari yang lalu

Idul Adha 1441 H : Masjid Baiturrahman & Al-Islam Cipayung Ikuti Protokol Kesehatan

Wartakesehatan.com - Dalam menjalankan rangkaian ibadah Idul Adha 1441 H/2020 M pada tahun ini sangat berbeda sekali dari..
Liputan Khusus - 4 hari yang lalu

Lurah Cipayung Tinjau Penerapan Protokol Kesehatan Saat Idul Adha 1441 H/2020

Wartakesehatan.com - Masih tingginya penyebaran wabah Covid-19 di wilayah DKI Jakarta menjadi perhatian bagi pemangku kebijakan..
Liputan Khusus - 5 hari yang lalu

Masjid Nurul Hikmah Terapkan Protokol Kesehatan & Konsisten Jaga Kualitas Daging Qurban

Wartakesehatan.com - Rangkaian pelaksanaan Hari Raya Idul Adha 1441 H/2020 pada tahun ini sangat dipengaruhi dengan situasi..
Liputan Khusus - 6 hari yang lalu

Daging Qurban Masjid Al Falah Terpantau & Terapkan Protokol Kesehatan

Pelaksanaan pemotongan hewan qurban di Masjid Al Falah Cipayung Jakarta Timur.
Herbal - 3 minggu yang lalu

Kelompok Usia Produktif Waspadai PTM

Wartakesehatan.com -- Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan menunjukkan bahwa saat ini perkembangan Penyakit Tidak..
Herbal - 3 minggu yang lalu

Cegah Virus dengan Herbal

Wartakesehatan.com - Antivirus corona berbasis tanaman eucalyptus belakangan ini ramai diperbincangkan. Potensi antivirus..
Obat & Penyakit - 3 minggu yang lalu

Menkes Sebut Meniran Hijau untuk Penanggulangan Covid-19

Wartakesehatan.com - Menteri Kesehatan Terawan patut diberikan apreasiasi dengan sebutan bapak Herbal karena mendukung Obat..
Warta Sehat - 3 minggu yang lalu

Awas! Protokol Kesehatan Anak di Sekolah Bisa Jadi Cluster Baru

Wartakesehatan.com - Banyak pihak yang meminta pemerintah menunda untuk melaksanan kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah..
Warta Sehat - 3 minggu yang lalu

Cegah Penularan Droplet dengan Masker di Mana Saja

Wartakesehatan.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengakui munculnya bukti-bukti yang melihat virus Corona COVID-19 bisa..
Warta Sehat - 3 minggu yang lalu

Waspadai Droplet di Ruangan tertutup

Wartakesehatan.com - New Normal membuat sebagian kantor-kantor buka dan para karyawan kembali bekerja sedia kala, namun masih..

+Indeks