Jangan Anggap Remeh Nyeri Sendi

Oleh : Kiven Timisela | Senin, 23 Maret 2020 | 20:14 WIB



Wartakeseehatan.com-Waspadailah dan cek ke dokter bila teras nyeri sendi atau perut kembung.Bisa jadi ini tanda-tanda penyakit yang lebih serius

Selama ini nyeridiartikan sebagai penyakit rematik. Perut kembung dihubungkan dengan asam lambung. Namun, gejala-gejala umum ini tidak selalu sebagai tanda-tanda penyakit ringan. Bisa saja rumit seperti sarkoma.

"Sarkoma bukan cuma kanker tulang tapi berasal dari jaringan ikat seperti otot, lemak, tulang rawan dan pembuluh darah. Kanker jenis ini bisa muncul di bagian tubuh mana pun serta memiliki gejala yang terlihat tidak berbahaya dan sulit dibedakan dari penyakit-penyakit ringan.

Gejala sarkoma berbeda-beda tergantung dari mana sarkoma tersebut berasal. Misalnya pasien yang memiliki sarkoma jaringan lunak di lengan atau kaki, gejala paling umum adalah munculnya benjolan besar tanpa rasa sakit.


Apabila sarkoma tumbuh di tulang tangan atau kaki, pasien umumnya mengeluhkan nyeri tulang serta disertai dengan sakit di sekitar area tulang yang terdampak ketika beristirahat atau tidur malam. Beberapa pasien bahkan mungkin mengalami retak tulang.

Sedangkan gejala-gejala lainnya meliputi ruam gelap (angiosarcoma atau kanker pembuluh darah) batuk dan sesak napas jika sarkoma berkembang di area dada, serta kembung dan mudah merasa kenyang jika sarkoma berasal di bagian perut. Oleh karena itu, Dr. Ricahard mengatakan, penting untuk menyadari kondisi tubuh sendiri dan tanyakan kepada dokter umum apakah perlu menemui dokter spesialis atau menjalani tes lebih lanjut seperti MRI atau CT scan.

"Kuncinya satu. Kalau benar penyakit ringan pas dikasih obat, gejala akan hilang, tapi kalau tidak hilang, harus segera ke dokter untuk melakukan pengobatan ulang. Tanda lain yang diperhatikan jenis sakitnya. Pas sakit bergerak turun tangga, sakit itu normal. Pas lagi istirahat, lagi tidur tapi sakit itu harus diwaspadai," jelasnya.

Sebuah studi di Belgia mengungkapkan bahwa 47 persen pasien yang menderita sarkoma jaringan lunak membiarkan gejalanya selama sekitar empat bulan sebelum akhirnya menemui dokter. Setelah itupun, pasien umumnya berkonsultasi ke dokter umum yang kemungkinan besar hanya akan menghadapi satu atau dua kasus sarkoma sepanjang karier mereka.

Tak heran jika penelitian di Inggris kemudian menunjukkan bahwa karena kurangnya kecurigaan klinis pada gejala awal, 20 persen dokter umum terlambat lebih dari tiga bulan dalam merujuk pasien tersebut ke spesialis. Dr. Richard mengatakan, ini menunjukkan bahwa kesadaran dan pemahaman tentang sarkoma masih cenderung rendah, baik di masyarakat umum atau tenaga kesehatan profesional.

"Saat pasien datang tunggu besar atau sakit dan baru ketahuan sarkoma. Ini memprihatinkan karena sampai saat ini pemahaman kita akan sarkoma yang begitu kompleks ini masih kurang lengkap, khususnya di Asia. Sudah saatnya kita menanggapi sarkoma dengan lebih serius dan ini bisa kita mulai dengan edukasi," tandasnya.




#Nyeri Sendi #Kesehataan
Kontak Informasi Wartakesehatan
PT. SIBER MEDIA ABADI

Redaksi: redaksi[at]wartakesehatan.com
Tlp/Fax: 021-86610709 / 021-86610709
Iklan: marketing[at]wartakesehatan.com

Komentar






Obat & Penyakit - 4 hari yang lalu

Penuhi Kebutuhan Nutrisi Anak Agar Imunitas Kuat dengan Lytacur

Wartakesehatan.com - Semua orang bisa terinfeksi virus corona Covid-19. Karena virus menyerang dan menginfeksi siapa saja tanpa..
Obat & Penyakit - 5 hari yang lalu

Demam dan Batuk Kering Belum Tentu Corona, Ini Strategi Terapi Alaminya!

Wartakesehatan.com - Kasus positif COVID-19 terus berkembang, berdasarkan data Kementerian Kesehatan kasus positif Covid-19..
Warta Sehat - 1 minggu yang lalu

TB. Hasanuddin: Penerapan New Normal Tanpa Persiapan Matang Akan Timbulkan Kematian Massal

Wartakesehatan.com - Indonesia bersiap memasuki fase New Normal atau penormalan baru ditengah pandemi covid-19. Sejumlah..
Tekhnologi - 2 minggu yang lalu

Helm Cerdas Deteksi Corona Sangat Penting dan Perlu

Wartakesehatan.com -  Polda Riau memberikan contoh inisiatif dan inovasi dalam perjuangannya melawan pandemi coronavirus...
Warta Sehat - 2 minggu yang lalu

Di Tengah Pandemi, Hasanuddin Kunjungi Dapil dan Bagikan Ribuan Masker dan Sembako 

Wartakesehatan.com - Di tengah pandemi covid-19 dan jelang Hari Raya Idul Fitri ini, anggota Komisi I DPR RI Fraksi PDI..
Warta Sehat - 3 minggu yang lalu

Covid-19, Sunan Kalijaga Gandeng Nikita Mirzani Baksos ke Markas TNI

Wartakesehatan.com - Ditengah pandemi Covid-19, Pengacara Sunan Kalijaga Bersama Artis dan Forum Kader Bela Negara (FKBN)..
Obat & Penyakit - 3 minggu yang lalu

BPOM: Biasakan Minum Obat Herbal dan Suplemen Kesehatan untuk Daya Tahan Tubuh Menghadapi Pandemi COVID-19

Wartakesehatan.com -  Pandemi COVID-19 membuat sebagian besar masyarakat lebih sadar pentingnya menjaga kesehatan. Salah..
Obat & Penyakit - 3 minggu yang lalu

Studi: Sistem Imun Krusial dalam Melawan Infeksi Virus Corona

Wartakesehat.com - Sebuah penelitian di Australia dalam jurnal Nature Medicine menyimpulkan, sistem imun..
Warta Sehat - 3 minggu yang lalu

8 Cara Jaga Imun tetap Sehat Lawan Virus Corona

Wartakesehatan.com - Untuk melindungi diri dari paparan virus corona, masyarakat dunia telah banyak menjalankan langkah..
Obat & Penyakit - 3 minggu yang lalu

Imunomodulator untuk Cegah Virus Masuk Tubuh

Wartakesehatan.com - Membekali diri dengan cara cegah infeksi virus, dapat “membentengi” tubuh Anda dari berbagai..

+Indeks