Cegah Coronavirus,Berhenti Mengonsumsi Hewan Liar

Oleh : Kiven Timisela | Senin, 09 Maret 2020 | 18:45 WIB



BACA JUGA :

    Wartakesehatan.com-Hasil investigasi pada Journal Of Medical Virology mengungkapkan bahwa wabah novel coronavirus mungkin berasal dari ular. Namun, dugaan ini ditampik oleh peneliti lain dari Pasteur Institute of Shanghai, China. Alih-alih berasal dari ular, mereka meyakini bahwa novel coronavirus muncul akibat konsumsi hewan liar.Pasar Huanan yang disinyalir menjadi tempat awal munculnya novel coronavirus belakangan diketahui tak hanya menjual makanan laut. Pasar ini ternyata juga menjual hewan liar seperti kelelawar, landak, dan ular, serta makanan yang diolah dari daging hewan liar tersebut.

    Sejak merebaknya wabah novel coronavirus, banyak pedagang di sana telah menutup keterangan menjual hewan-hewan liar pada toko mereka. Meski demikian, hal ini tidak menyurutkan minat masyarakat yang sudah terbiasa mengonsumsi daging hewan liar.

    Masyarakat di sejumlah negara, begitu pun Indonesia, memang memiliki kegemaran terhadap bahan pangan yang tidak umum ini. Padahal, minimnya kebersihan membuat pasar hewan liar menjadi tempat potensial untuk penyebaran penyakit, termasuk infeksi novel coronavirus.

    Bagi kelompok masyarakat tertentu, daging hewan liar dianggap sebagai makanan yang lezat dan lebih bernutrisi dibandingkan hewan ternak. Makanan ini juga dilihat sebagai simbol kekayaan karena harganya mahal dan lebih sulit didapatkan.

    Konsumsi daging hewan liar juga kerap diterapkan dalam pengobatan tradisional China. Tidak sedikit yang percaya bahwa daging liar dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan menyembuhkan berbagai penyakit.

    Pandangan ini masih sulit diubah sekalipun zaman telah berkembang pesat. Tanpa kebijakan yang ketat, pasar hewan liar masih akan tetap bertahan dan meningkatkan risiko penularan sejumlah penyakit, tidak terkecuali novel coronavirus.

    Novel coronavirus memiliki kemiripan dengan virus penyebab(SARS) yang mewabah pada tahun 2002. Keduanya berasal dari famili coronavirus yang sama, tapi dengan tipe yang berbeda.

    Seperti coronavirus lainnya, virus SARS-CoV diduga menyebar dari hewan ke manusia. Virus ini awalnya menginfeksi kelelawar, lalu menular antarspesies ke musang dan akhirnya menginfeksi manusia di provinsi Guangdong, China selatan.

    Para ilmuwan yang meneliti novel coronavirus dari China meyakini bahwa virus ini juga menginfeksi hewan liar yang sama. Meski analisis genetik menunjukkan kaitan dengan ular, virus yang dinamai 2019-CoV ini lebih berkemungkinan menjangkiti mamalia seperti tikus dan kelelawar.

    Sekitar 70 persen dari seluruh penyakit infeksi yang baru muncul berasal dari hewan liar. Risiko penyebaran patogen (bibit penyakit) pun bertambah besar karena habitat alami hewan-hewan tersebut terganggu oleh kegiatan manusia.

    Selain itu, ribuan patogen dari berbagai jenis hewan saling bercampur di pasar hewan liar. Kondisi ini membuka kesempatan bagi virus, bakteri, dan parasit untuk bermutasi menjadi patogen yang jauh lebih berbahaya dan belum ditemukan vaksinnya.

    Patogen yang tadinya menjangkiti hewan pun bisa berpindah ke manusia. Proses yang disebut spillover ini biasanya terjadi saat seseorang mengolah daging hewan liar tanpa memerhatikan kebersihan dirinya. Para ilmuwan menduga bahwa novel coronavirus berpindah dari hewan liar ke manusia dengan cara ini.




    #Kesehatan #Coronavirus #Hewan
    Kontak Informasi Wartakesehatan
    PT. SIBER MEDIA ABADI

    Redaksi: redaksi[at]wartakesehatan.com
    Tlp/Fax: 021-86610709 / 021-86610709
    Iklan: marketing[at]wartakesehatan.com

    Baca Juga

      Komentar






      Warta Sehat - 1 minggu yang lalu

      PSBB Jilid II, Mari Kita Saling Jaga

      Wartakesehatan.com -Keputusan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam menerapkan kembali pembatasan sosial berskala besar..
      Obat & Penyakit - 1 minggu yang lalu

      Obat Herbal untuk OTG Perkuat Imun Tubuh

      Wartakesehatan.com - Obat khusus untuk para pasien yang terinfeksi Virus Corona (Covid-19) hingga saat ini masih belum..
      Warta Sehat - 2 minggu yang lalu

      Ini Aturan untuk Pengunjung Hotel saat PSBB Jilid II

      Wartakesehatan.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membatasi aktivitas pengunjung di hotel pada pembatasan sosial berskala..
      Liputan Khusus - 2 minggu yang lalu

      PAC PDI Perjuangan Cipayung Peduli : Teragendakan & Memutus Penyebaran Covid-19

      Wartakesehatan.com - Keterlibatan dan kepedulian organisasi politik PDI Perjuangan dalam rangka mengantisipasi penyebaran wabah..
      Warta Sehat - 2 minggu yang lalu

      Anies Tarik Rem Darurat, Ingat Perkuat Imun Tubuh

      Wartakesehatan.com - Kasus COVID-19 makin parah di Jakarta, banyak cluster-cluster baru yang ditemukan saat ini, bahkan..
      3 minggu yang lalu

      Satgas Remaja Anti Narkoba : Pengmas & Realisasi Tridarma UPN Veteran Jakarta

      Wartakesehatan.com - Permasalahan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat Indonesia maupun secara global semakin hari tak..
      Liputan Khusus - 3 minggu yang lalu

      UPN Veteran Jakarta Bersinergi, Lantik Satgas Remaja Anti Narkoba

      Wartakesehatan.com - Kepedulian pemerintah, dunia pendidikan dan pihak terkait serta keterlibatan kelompok masyarakat terhadap..
      Liputan Khusus - 1 bulan yang lalu

      PAC PDI Perjuangan Cipayung Gelar Bakti Sosial : Antisipasi Penyebaran Covid-19

      Wartakesehatan.com - Peran maupun kepedulian dari berbagai pihak mengatasi penanganan pandemi Covid-19 terus berlangsung,..
      Liputan Khusus - 1 bulan yang lalu

      Razia Masker Berlanjut Di Kecamatan Cipayung, Pelanggar Dikenakan Sanksi

      Wartakesehatan.com - Penyebaran wabah Covid-19 di tanah air maupun secara global yang belum terkendali menjadi tanggung jawab..
      Obat & Penyakit - 1 bulan yang lalu

      Dua Kombinasi Ini untuk Penyembuhan Pasien OTG

      Wartakesehatan.com - Perhimpunan Dokter Paru Indonesia menegaskan bahwa saat ini ada sejumlah kombinasi cara pengobatan untuk..

      +Indeks