Kencing Berbusa,Dari Hal Sepele Hingga Serius

Oleh : Kiven Timisela | Senin, 23 Maret 2020 | 18:15 WIB



Wartakesehatan.com-Air Seni Atau Urine normalnya berwarna kuning keemasan dan jernih, atau sedikit gelap. Teksturnya pun encer dan tidak bergelembung. Namun, kadang terjadi perubahan hingga kencing tampak berbusa. Ada berbagai faktor yang dapat menyebabkan perubahan tersebut, bisa karena penyakit tertentu atau karena efek samping obat-obatan.

Berbagai Penyebab Kencing Berbusa

Jika air seni yang Anda keluarkan tampak berbusa, ini bisa jadi karena kandung kemih Anda terisi penuh dengan urine. Saat kandung kemih terlalu penuh, misalnya akibat menahan kencing, urine yang keluar akan lebih deras sehingga menyebabkan terbentuknya gelembung atau buih di toilet.

Terkadang, kencing berbusa pun bisa terjadi bila Anda kurang minum atau sedang mengalami dehidrasi. Selain itu, obat-obatan tertentu untuk mengobati infeksi saluran kemih,contohnya phenazopyridine, juga bisa membuat air seni tampak berbusa.

Penyebab kencing berbusa lainnya adalah ejakulasi retrograde, yaitu suatu kondisi yang terjadi pada pria ketika air mani masuk ke dalam kandung kemih, bukannya dikeluarkan melalui penis ketika ejakulasi.

Tapi bila kencing berbusa terus-menerus terjadi, busa tidak cepat hilang, atau malah makin lama makin berbusa, bisa jadi itu disebabkan oleh suatu penyakit. Misalnya, ginjal bocor (proteinuria).

Kencing Berbusa, Proteinuria, dan Gangguan Ginjal

Proteinuria atau albuminuria merupakan kondisi di mana jumlah kandungan protein dalam urine melebihi ambang batas normal. Salah satu penyebabnya adalah saat filter ginjal, yang disebut glomeruli, rusak hingga membuat protein dalam darah bocor keluar melalui air seni.

Normalnya, ginjal akan menyaring air dan limbah berlebih dari darah untuk dibuang melalui urine. Protein dan zat penting lain yang dibutuhkan oleh tubuh akan dibiarkan tinggal dalam aliran darah karena terlalu besar untuk melewati filter ginjal. Namun bila ginjal rusak, filter tersebut tidak dapat melakukan penyaringan sebagaimana mestinya, sehingga protein dapat masuk ke dalam urine.

Proteinuria merupakan salah satu tanda penyakit ginjal kronis yang bisa disebabkan oleh tekanan darah tinggi atau diabetes yang tidak terkontrol, endokaraditis, sindrom nefrotik,dan radang ginjal.

Jika penyakit ginjal kronis terus berlanjut, dapat terjadi kerusakan dan kegagalan fungsi ginjal secara permanen. Kondisi ini disebut gagal ginjal stadium akhir (end-stage renal disease/ESRD). Penderita gagal ginjal stadium akhir perlu menjalani cuci darah secara rutin seumur hidup, atau menjalani operasi transplantasi ginjal. Selain itu, penderita juga harus mengonsumsi obat-obatan untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.

Untuk mencegah terjadinya kerusakan ginjal berat, disarankan untuk menjalani hidup sehat, yang meliputi minum air putih yang cukup, mengurangi asupan garam berlebih, mengontrol tekanan darah dan gula darah agar tidak terlalu tinggi, serta rutin menjalani pemeriksaan kesehatan oleh dokter. Jika diperlukan, dokter akan menyarankan tes darah dan urine untuk mengevaluasi fungsi ginjal.

Jangan ragu untuk segera berobat ke dokter apabila kencing berbusa tidak hilang dalam beberapa hari, urine berwarna keruh dan berdarah, atau jika disertai mual, muntah-muntah, lemas, bengkak di tubuh, tidak nafsu makan, dan merasa kelelahan.




#Kesehatan #Ginjal #Kencing berbusa
Kontak Informasi Wartakesehatan
PT. SIBER MEDIA ABADI

Redaksi: redaksi[at]wartakesehatan.com
Tlp/Fax: 021-86610709 / 021-86610709
Iklan: marketing[at]wartakesehatan.com

Komentar






Warta Sehat - 23 jam yang lalu

Puan Maharani: DPR Bentuk Satgas Lawan Covid-19 Untuk Bantu Pemerintah

Wartakesehatan.com, Jakartap, Menghadapi Covid-19, para anggota DPR bersatu dan bergotong royong  membentuk SATGAS LAWAN..
Warta Sehat - 23 jam yang lalu

Puan Maharani: DPR Bentuk Satgas Lawan Covid-19 Untuk Bantu Pemerintah

Wartakesehatan.com, Jakartap, Menghadapi Covid-19, para anggota DPR bersatu dan bergotong royong  membentuk SATGAS LAWAN..
Warta Sehat - 2 hari yang lalu

Pasien Covid 19 di Indonesia Tembus 2.956

Wartakesehatan.com, Jakarta - Pemerintah Indonesia kembali mengumumkan update kasus terkait virus corona. Kini jumlah pasien..
Warta Sehat - 2 hari yang lalu

Gubernur Bali Libatkan Desa Adat dalam Tanggulangi Pandemi Covid-19 (virus Corona)

Wartakesehatan.com - Pelibatan Desa Adat ini dituangkan dalam Keputusan Bersama Gubernur Bali dan Majelis Desa Adat (MDA)..
Warta Sehat - 2 hari yang lalu

DPR-RI Meminta Prosedur Pemakaman Jenazah Pasien Positif Covid-19 Disosialisasikan Secara Masif Kepada Masyarakat.

Wartakesehatan.com, Jakarta- Terkait adanya penolakan pemakaman jenazah pasien positif virus Covid-19 di beberapa..
Warta Sehat - 2 hari yang lalu

Tidur Telanjang Memacu Metabolisme Tubuh

Wartakesehatan - Kebiasaan tidur telanjang hanya di lakukan sebagian kecil masyarakat saja, berdasarkan data National..
Obat & Penyakit - 2 hari yang lalu

Hadapi Pandemi Corona, Politis DPR-RI Produksi Jamu Tradisional

Wartakesehatan.com, Jakarta - Banyak cara yang dilakukan oleh masyarakat untuk melawan penyebaran virus corona atau..
Warta Sehat - 2 hari yang lalu

Kayu Manis Memiliki Manfaat Sangat Baik untuk Kesehatan

Wartakesehatan.com - Banyak orang memanfaatkan kayu manis sebagai bumbu maupun sebagai obat tradisional berbagai macam..
Warta Sehat - 2 hari yang lalu

Stroberry Melindungi Kehilangan Penglihatan Di Usia Tua

Wartakesehatan.com - Stroberi juga mengandung rangkaian phytonutrient, kandungan kimia protektif yang memiliki banyak..
Warta Sehat - 2 hari yang lalu

Rutin Bercinta Menyegarkan Tubuh Anda

Wartakesehatan.com - Sebuah situs nurofen.co.uk telah menemukan bahwa pria telah berpikiran bahwa wanita yang sering..

+Indeks