Penyebab Stroke Ringan Yang Perlu Anda Ketahui

Oleh : Kiven Timisela | Selasa, 10 Maret 2020 | 12:05 WIB



Wartakesehatan.com-Penyebab stroke ringan atau Transient Ischemic Attack (TIA) pada dasarnya sama dengan stroke secara umum. Kondisi ini terjadi akibat berkurangnya suplai darah ke otak karena adanya gumpalan darah yang menyumbat pembuluh darah otak. Ingin tahu faktor apa saja yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena stroke ringan? Mari simak ulasan berikut!

Pada kasus TIA, penyumbatan aliran darah hanya terjadi sebentar dan suplai darah akan kembali normal sebelum ada kerusakan di otak. Ini sebabnya,gejalah stroke ringan yang muncul hanya berlangsung beberapa menit hingga beberapa jam.

Sumbatan tersebut biasanya disebabkan oleh gumpalan darah atau plak (aterosklerosis) yang menghambat aliran darah pada otak. Selain karena plak atau bekuan darah, sumbatan aliran darah otak juga bisa terjadi karena adanya gelembung udara atau emboli udara pada pembuluh darah otak.

Meski dapat membaik dengan sendirinya, stroke ringan ini tetap perlu mendapatkan perawatan medis secepatnya. Jika tidak diobati, stroke ringan berpotensi menyebabkan stroke atau kerusakan otak permanen.

Faktor Risiko Stroke Ringan

Berikut ini adalah sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami stroke ringan:

1. Gaya hidup tidak sehat

Seseorang yang gaya hidupnya tidak sehat lebih berisiko untuk mengalami TIA. Kebiasaan atau gaya hidup tidak sehat yang dimaksud adalah merokok, kurang olahraga, terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak dan asin, sering mengonsumsi alkohol, dan menggunakan narkoba.

2. Penyakit tertentu

Stroke ringan juga lebih berisiko terjadi pada orang yang memiliki kondisi medis tertentu, seperti:

  • Hipertensi.
  • Diabetes.
  • Kolesterol tinggi.
  • Obesitas.
  • Masalah pada jantung, seperti gagal jantung, penyakit jantung, dan aritmia.
  • Memiliki riwayat serangan TIA atau stroke sebelumnya.
  • Kelainan darah, seperti penyakit sel sabit dan darah mudah membeku.

3. Usia

Menurut berbagai penelitian, orang berusia lanjut atau yang usianya lebih dari 55 tahun dikatakan lebih berisiko terkena serangan TIA dibandingkan orang yang lebih muda. Namun tidak semua kasus stroke ringan terjadi pada kelompok usia tua. Orang berusia muda pun bisa terkena kondisi ini.

4. Keturunan

Faktor genetik atau keturunan juga memiliki peranan dalam menyebabkan stroke ringan. Artinya, jika ada anggota keluarga sedarah Anda yang pernah mengalami stroke atau TIA, maka Anda juga berisiko terkena stroke ringan.

Gejala stroke ringan yang tidak berlangsung lama dan tidak mengakibatkan kerusakan permanen pada otak membuat kebanyakan orang menganggap remeh kondisi ini.  Padahal jika dibiarkan, stroke ringan dapat berkembang menjadi penyakit stroke yang berbahaya.

Guna mencegah hal itu terjadi, setiap orang perlu melakukan upaya pencegahan sejak dini, yakni dengan mencegah penyumbatan pembuluh darah otak sebagai penyebab stroke ringan.

Caranya adalah dengan menerapkan pola hidup sehat, seperti menghindari asap rokok ataupun merokok, membatasi konsumsi makanan tinggi lemak, gula, dan garam, rutin berolahraga, membatasi konsumsi alkohol, dan tidak mengonsumsi obat-obatan terlarang.




#Kesehatan #Stroke ringan
Kontak Informasi Wartakesehatan
PT. SIBER MEDIA ABADI

Redaksi: redaksi[at]wartakesehatan.com
Tlp/Fax: 021-86610709 / 021-86610709
Iklan: marketing[at]wartakesehatan.com

Komentar






Obat & Penyakit - 4 hari yang lalu

Penuhi Kebutuhan Nutrisi Anak Agar Imunitas Kuat dengan Lytacur

Wartakesehatan.com - Semua orang bisa terinfeksi virus corona Covid-19. Karena virus menyerang dan menginfeksi siapa saja tanpa..
Obat & Penyakit - 5 hari yang lalu

Demam dan Batuk Kering Belum Tentu Corona, Ini Strategi Terapi Alaminya!

Wartakesehatan.com - Kasus positif COVID-19 terus berkembang, berdasarkan data Kementerian Kesehatan kasus positif Covid-19..
Warta Sehat - 1 minggu yang lalu

TB. Hasanuddin: Penerapan New Normal Tanpa Persiapan Matang Akan Timbulkan Kematian Massal

Wartakesehatan.com - Indonesia bersiap memasuki fase New Normal atau penormalan baru ditengah pandemi covid-19. Sejumlah..
Tekhnologi - 2 minggu yang lalu

Helm Cerdas Deteksi Corona Sangat Penting dan Perlu

Wartakesehatan.com -  Polda Riau memberikan contoh inisiatif dan inovasi dalam perjuangannya melawan pandemi coronavirus...
Warta Sehat - 2 minggu yang lalu

Di Tengah Pandemi, Hasanuddin Kunjungi Dapil dan Bagikan Ribuan Masker dan Sembako 

Wartakesehatan.com - Di tengah pandemi covid-19 dan jelang Hari Raya Idul Fitri ini, anggota Komisi I DPR RI Fraksi PDI..
Warta Sehat - 3 minggu yang lalu

Covid-19, Sunan Kalijaga Gandeng Nikita Mirzani Baksos ke Markas TNI

Wartakesehatan.com - Ditengah pandemi Covid-19, Pengacara Sunan Kalijaga Bersama Artis dan Forum Kader Bela Negara (FKBN)..
Obat & Penyakit - 3 minggu yang lalu

BPOM: Biasakan Minum Obat Herbal dan Suplemen Kesehatan untuk Daya Tahan Tubuh Menghadapi Pandemi COVID-19

Wartakesehatan.com -  Pandemi COVID-19 membuat sebagian besar masyarakat lebih sadar pentingnya menjaga kesehatan. Salah..
Obat & Penyakit - 3 minggu yang lalu

Studi: Sistem Imun Krusial dalam Melawan Infeksi Virus Corona

Wartakesehat.com - Sebuah penelitian di Australia dalam jurnal Nature Medicine menyimpulkan, sistem imun..
Warta Sehat - 3 minggu yang lalu

8 Cara Jaga Imun tetap Sehat Lawan Virus Corona

Wartakesehatan.com - Untuk melindungi diri dari paparan virus corona, masyarakat dunia telah banyak menjalankan langkah..
Obat & Penyakit - 3 minggu yang lalu

Imunomodulator untuk Cegah Virus Masuk Tubuh

Wartakesehatan.com - Membekali diri dengan cara cegah infeksi virus, dapat “membentengi” tubuh Anda dari berbagai..

+Indeks