Manfaat Dan Efek Samping Imunisasi DPT

Oleh : Kiven Timisela | Kamis, 13 Pebruari 2020 | 20:00 WIB



Wartakesehatan.com-DPT adalah singkatan dari difteri, pertusis, dan tetanus. Imunisasi DPT adalah salah satu vaksinasi yang wajib diberikan kepada balita.

Penyakit difteri pertusis, dan tetanus adalah tiga penyakit berbeda yang masing-masing memiliki risiko tinggi dan bahkan bisa menyebabkan kematian. Ketiga penyakit ini adalah penyakit serius yang disebabkan oleh bakteriOleh karena itu, pemberian imunisasi DPT sebaiknya tidak dilewatkan.

Penyakit yang Dapat Dicegah

Sebelum memberikan imunisasi ini kepada anak Anda, sebaiknya cari tahu lebih dulu informasi seputar pemberian imunisasi dan efek sampingnya.

Difteri merupakan penyakit infeksi bakteri yang menyerang selaput lendir pada hidung serta tenggorokan. Penyakit ini membentuk lapisan tebal berwarna abu-abu pada tenggorokan, yang dapat membuat anak sulit makan dan bernapas. Bila infeksi dibiarkan dan tidak diobati, racun yang dihasilkan oleh bakteri bisa menyebabkan kerusakan saraf, ginjal, dan jantung.

Difteri adalah penyakit yang mewabah pada tahun 2017. Menurut data Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, selama tahun 2017 ada 954 kasus difteri yang terlapor dari seluruh provinsi, dengan angka kematian sebanyak 44 kasus di seluruh Indonesia.

Sedangkan pertusis yang lebih dikenal dengan sebutan batuk rejan adalah penyakit infeksi bakteri yang menyerang sistem pernapasan dan menyebabkan batuk parah. Jika anak di bawah satu tahun terkena penyakit ini, kemungkinan dapat mengalami pneumonia, kerusakan otak, kejang, bahkan kematian.

Sementara tetanus, merupakan penyakit yang dapat menyebabkan  kekakuan otot parah, kelumpuhan, dan kejang otot. Penyakit ini juga disebabkan oleh bakteri. Berbeda dengan difteri dan pertusis yang menular, tetanus tidak ditularkan dari orang ke orang, tetapi dari luka yang kotor dan terpapar tanah.

Pemberian Imunisasi DPT

Imunisasi DPT pada anak-anak diberikan sebanyak lima kali, sejak anak berusia 2 bulan hingga 6 tahun. Tiga pemberian pertama pada usia 2 bulan, 3 bulan, dan 4 bulan. Pemberian yang ke-4 adalah pada usia 18 bulan, dan pemberian yang terakhir pada usia 5 tahun. Dosis yang diberikan yakni satu kali suntikan setiap jadwal imunisasi. Setelahnya, dianjurkan untuk melakukan booster Tdap (imunisasi ulang Tetanus Difteri dan Pertusis) tiap 10 tahun.

Perhatikan kondisi anak sebelum memberikan imunisasi. Jika anak Anda mengalami sakit parah pada saat tiba jadwal imunisasi, maka sebaiknya tunggu hingga keadaan anak membaik baru dilakukan imunisasi.

Jangan berikan imunisasi lanjutan jika anak Anda mengalami:

  • Gangguan pada sistem saraf atau otak, dalam waktu 7 hari setelah mendapatkan suntikan imunisasi.
  • Reaksi alergi berat yang dapat mengancam nyawa, setelah anak mendapatkan imunisasi.

Segera periksakan ke dokter bila setelah imunisasi, anak Anda mengalami:

  • Demam di atas 40 derajat Celcius.
  • Anak tidak berhenti menangis setidaknya selama 3 jam.
  • Anak mengalami kejang atau pingsan.

Efek Samping DPT

Efek samping dari imunisasi DPT yang dapat muncul, antara lain:

  • Demam ringan
  • Bengkak pada bagian suntikan
  • Kulit pada bagian suntikan menjadi merah dan sakit
  • Anak terlihat lelah
  • Anak menjadi rewel

Efek samping tersebut biasanya akan terjadi dalam satu hingga tiga hari setelah pemberian vaksin. Anda bisa memberikan obat paracetamol untuk meredakan demam dan nyeri anak Anda. Hindari obat yang mengandung aspirin, karena dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang bisa mengancam nyawa anak, yaitu kerusakan hati dan otak. Walau sangat jarang terjadi, pemberian vaksinasi DPT dapat menimbulkan gangguan pada otak.




#Kesehatan #Imunisasi #DPT
Kontak Informasi Wartakesehatan
PT. SIBER MEDIA ABADI

Redaksi: redaksi[at]wartakesehatan.com
Tlp/Fax: 021-86610709 / 021-86610709
Iklan: marketing[at]wartakesehatan.com

Komentar






Warta Sehat - 5 menit yang lalu

Bekerja Berlebihan Meningkatkan Resiko Diabetes

Wartakesehatan.com - Bekerja memang sebuah keharusan bagi setiap individu yang hidup didunia ini. Pasalnya dengan..
Warta Sehat - 1 jam yang lalu

Santan Menurunkan Kadar Kolesterol dan Berat Badan

Wartakesehatan - Selain fungsinya sebagai pelengkap bumbu masakan, ternyata santan juga memiliki manfaat yang baik untuk..
Warta Sehat - 2 jam yang lalu

Kanker Kulit Penyakit yang Begitu Menkhawatirkan

Wartakesehatan.com - Kanker kulit kini menjadi salah satu penyakit yang begitu dikhawatirkan, terutama di musim kemarau..
Herbal - 9 jam yang lalu

4 Jenis Buah Yang Bisa Meredakan Sakit Kepala

Selain menggunakan obat-obatan, mengonsumsi buah-buahan tertentu bisa juga digunakan untuk mengatasi penyebab sakit kepala...
Herbal - 9 jam yang lalu

Wow,3 Buah Ini Bisa Meringankan Stres

Wartakesehatan.com-Sudah bukan rahasia umum lagi bahwa buah menawarkan segudang manfaat untuk kesehatan Anda. Mulai dari..
Herbal - 10 jam yang lalu

Manfaat Berkumur Dengan Air Garam

Wartakesehatan.com-Natrium klorida secara alami bersifat osmosis yang bekerja menyerap cairan dalam jaringan atau sel. Bagian..
Warta Sehat - 10 jam yang lalu

Manfaat Cacing Tanah Untuk Kesehatan

Wartakesehatan.com-Cacing merupakan salah satu hewan yang seringkali membuat orang-orang jijik melihatnya. Hal ini karena..
Warta Sehat - 11 jam yang lalu

Buah Trengguli Mengobati Penyakit Kecing Batu

Wartakesehatan.com - Trengguli merupakan pohon yang memiliki bunga berwarna kuning cerah dan indah.Karena bentuk tajuk..
11 jam yang lalu

Melawan Radikal Bebas Dengan Antioksidan

Wartakesehatan.com-Sumber radikal bebas dari luar tubuh yang dapat ditemukan sehari-hari, seperti asap rokok, asap kendaraan,..
Warta Sehat - 12 jam yang lalu

3 Pilihan Menu Makan sehat Untuk Ke Kantor

Wartakesehatan.com-Bosan dengan menu makan siang di kantor yang itu-itu saja? Waktunya bawa bekalmu sendiri. Selain ramah di..

+Indeks