Manfaat Dan Efek Samping Imunisasi DPT

Oleh : Kiven Timisela | Jumat, 06 Maret 2020 | 09:05 WIB



BACA JUGA :

    Wartakesehatan.com-DPT adalah singkatan dari difteri, pertusis, dan tetanus. Imunisasi DPT adalah salah satu vaksinasi yang wajib diberikan kepada balita.

    Penyakit difteri pertusis, dan tetanus adalah tiga penyakit berbeda yang masing-masing memiliki risiko tinggi dan bahkan bisa menyebabkan kematian. Ketiga penyakit ini adalah penyakit serius yang disebabkan oleh bakteriOleh karena itu, pemberian imunisasi DPT sebaiknya tidak dilewatkan.

    Penyakit yang Dapat Dicegah

    Sebelum memberikan imunisasi ini kepada anak Anda, sebaiknya cari tahu lebih dulu informasi seputar pemberian imunisasi dan efek sampingnya.

    Difteri merupakan penyakit infeksi bakteri yang menyerang selaput lendir pada hidung serta tenggorokan. Penyakit ini membentuk lapisan tebal berwarna abu-abu pada tenggorokan, yang dapat membuat anak sulit makan dan bernapas. Bila infeksi dibiarkan dan tidak diobati, racun yang dihasilkan oleh bakteri bisa menyebabkan kerusakan saraf, ginjal, dan jantung.

    Difteri adalah penyakit yang mewabah pada tahun 2017. Menurut data Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, selama tahun 2017 ada 954 kasus difteri yang terlapor dari seluruh provinsi, dengan angka kematian sebanyak 44 kasus di seluruh Indonesia.

    Sedangkan pertusis yang lebih dikenal dengan sebutan batuk rejan adalah penyakit infeksi bakteri yang menyerang sistem pernapasan dan menyebabkan batuk parah. Jika anak di bawah satu tahun terkena penyakit ini, kemungkinan dapat mengalami pneumonia, kerusakan otak, kejang, bahkan kematian.

    Sementara tetanus, merupakan penyakit yang dapat menyebabkan  kekakuan otot parah, kelumpuhan, dan kejang otot. Penyakit ini juga disebabkan oleh bakteri. Berbeda dengan difteri dan pertusis yang menular, tetanus tidak ditularkan dari orang ke orang, tetapi dari luka yang kotor dan terpapar tanah.

    Pemberian Imunisasi DPT

    Imunisasi DPT pada anak-anak diberikan sebanyak lima kali, sejak anak berusia 2 bulan hingga 6 tahun. Tiga pemberian pertama pada usia 2 bulan, 3 bulan, dan 4 bulan. Pemberian yang ke-4 adalah pada usia 18 bulan, dan pemberian yang terakhir pada usia 5 tahun. Dosis yang diberikan yakni satu kali suntikan setiap jadwal imunisasi. Setelahnya, dianjurkan untuk melakukan booster Tdap (imunisasi ulang Tetanus Difteri dan Pertusis) tiap 10 tahun.

    Perhatikan kondisi anak sebelum memberikan imunisasi. Jika anak Anda mengalami sakit parah pada saat tiba jadwal imunisasi, maka sebaiknya tunggu hingga keadaan anak membaik baru dilakukan imunisasi.

    Jangan berikan imunisasi lanjutan jika anak Anda mengalami:

    • Gangguan pada sistem saraf atau otak, dalam waktu 7 hari setelah mendapatkan suntikan imunisasi.
    • Reaksi alergi berat yang dapat mengancam nyawa, setelah anak mendapatkan imunisasi.

    Segera periksakan ke dokter bila setelah imunisasi, anak Anda mengalami:

    • Demam di atas 40 derajat Celcius.
    • Anak tidak berhenti menangis setidaknya selama 3 jam.
    • Anak mengalami kejang atau pingsan.

    Efek Samping DPT

    Efek samping dari imunisasi DPT yang dapat muncul, antara lain:

    • Demam ringan
    • Bengkak pada bagian suntikan
    • Kulit pada bagian suntikan menjadi merah dan sakit
    • Anak terlihat lelah
    • Anak menjadi rewel

    Efek samping tersebut biasanya akan terjadi dalam satu hingga tiga hari setelah pemberian vaksin. Anda bisa memberikan obat paracetamol untuk meredakan demam dan nyeri anak Anda. Hindari obat yang mengandung aspirin, karena dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang bisa mengancam nyawa anak, yaitu kerusakan hati dan otak. Walau sangat jarang terjadi, pemberian vaksinasi DPT dapat menimbulkan gangguan pada otak.




    #Kesehatan #DPT #Imunisasi
    Kontak Informasi Wartakesehatan
    PT. SIBER MEDIA ABADI

    Redaksi: redaksi[at]wartakesehatan.com
    Tlp/Fax: 021-86610709 / 021-86610709
    Iklan: marketing[at]wartakesehatan.com

    Baca Juga

      Komentar






      Liputan Khusus - 1 minggu yang lalu

      Idul Adha 1441 H : Masjid Baiturrahman & Al-Islam Cipayung Ikuti Protokol Kesehatan

      Wartakesehatan.com - Dalam menjalankan rangkaian ibadah Idul Adha 1441 H/2020 M pada tahun ini sangat berbeda sekali dari..
      Liputan Khusus - 1 minggu yang lalu

      Lurah Cipayung Tinjau Penerapan Protokol Kesehatan Saat Idul Adha 1441 H/2020

      Wartakesehatan.com - Masih tingginya penyebaran wabah Covid-19 di wilayah DKI Jakarta menjadi perhatian bagi pemangku kebijakan..
      Liputan Khusus - 1 minggu yang lalu

      Masjid Nurul Hikmah Terapkan Protokol Kesehatan & Konsisten Jaga Kualitas Daging Qurban

      Wartakesehatan.com - Rangkaian pelaksanaan Hari Raya Idul Adha 1441 H/2020 pada tahun ini sangat dipengaruhi dengan situasi..
      Liputan Khusus - 1 minggu yang lalu

      Daging Qurban Masjid Al Falah Terpantau & Terapkan Protokol Kesehatan

      Pelaksanaan pemotongan hewan qurban di Masjid Al Falah Cipayung Jakarta Timur.
      Herbal - 3 minggu yang lalu

      Kelompok Usia Produktif Waspadai PTM

      Wartakesehatan.com -- Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan menunjukkan bahwa saat ini perkembangan Penyakit Tidak..
      Herbal - 3 minggu yang lalu

      Cegah Virus dengan Herbal

      Wartakesehatan.com - Antivirus corona berbasis tanaman eucalyptus belakangan ini ramai diperbincangkan. Potensi antivirus..
      Obat & Penyakit - 4 minggu yang lalu

      Menkes Sebut Meniran Hijau untuk Penanggulangan Covid-19

      Wartakesehatan.com - Menteri Kesehatan Terawan patut diberikan apreasiasi dengan sebutan bapak Herbal karena mendukung Obat..
      Warta Sehat - 4 minggu yang lalu

      Awas! Protokol Kesehatan Anak di Sekolah Bisa Jadi Cluster Baru

      Wartakesehatan.com - Banyak pihak yang meminta pemerintah menunda untuk melaksanan kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah..
      Warta Sehat - 1 bulan yang lalu

      Cegah Penularan Droplet dengan Masker di Mana Saja

      Wartakesehatan.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengakui munculnya bukti-bukti yang melihat virus Corona COVID-19 bisa..
      Warta Sehat - 1 bulan yang lalu

      Waspadai Droplet di Ruangan tertutup

      Wartakesehatan.com - New Normal membuat sebagian kantor-kantor buka dan para karyawan kembali bekerja sedia kala, namun masih..

      +Indeks