Waspadai Bahaya Dari Bulu Kucing

Oleh : Kiven Timisela | Rabu, 18 Maret 2020 | 10:45 WIB



Wartakesehatan.com-Meski kucing merupakan salah satu hewan peliharaan favorit, namun bukan berarti kehadirannya tidak menimbulkan risiko kesehatan. Bahaya bulu kucing merupakan salah satu hal yang perlu diwaspadai ketika menjadikan kucing sebagai hewan peliharaan.  Mengenal bahayanya dan memahami cara merawat kucing yang benar, dapat meminimalisasi risiko bahaya bulu kucing.

Memelihara hewan,misalnya kucing, memiliki risiko tertular penyakit. Meski bukan sebagai penyebab utama, namun parasit dan bakteri penyebab penyakit dapat menempel pada bulu kucing saat hewan tersebut bermain di lingkungan yang kotor. Beberapa kelompok orang, seperti ibu hamil dan orang yang menderita penyakit autoimun,lebih berisiko terhadap efek bulu kucing.

Di balik penampilan bulu kucing yang indah, tersimpan potensi jenis penyakit yang dapat merugikan kesehatan, seperti:

  • Penyakit Cakar Kucing (cat scratch disease).

Pada kucing, penyakit yang disebabkan oleh bakteri Bartonella henselae ini tidak menimbulkan gejala-gejala tertentu. Umumnya bakteri tersebut berpindah pada manusia melalui cakaran atau gigitan, namun tidak tertutup kemungkinan bakteri juga ditularkan ketika Anda mengelus bulunya kemudian menyeka bagian mata Anda menggunakan tangan yang sudah terkontaminasi bakteri.

Pada lokasi cakaran atau gigitan, muncul benjolan kecil dalam jangka waktu 10 hari. Benjolan tersebut diikuti dengan gejala-gejala mual, muntah, demam, menggigil, lelah, peradangan, dan rasa nyeri pada bagian kelenjar getah bening. Bagi orang yang memiliki daya tahan tubuh yang baik, penyakit cakar kucing ini tidak akan memberi akibat serius.

Namun orang yang mengalami gangguan daya tahan tubuh, misalnya HIV/AIDS atau sedang dalam pengobatan kemoterapi akibat kanker, bakteri ini dapat mengakibatkan kondisi yang lebih serius.

  • Kurap.

Kurap merupakan suatu jenis infeksi jamur pada kulit yang salah satunya dapat ditularkan oleh kucing. Penularannya bisa terjadi saat seseorang membelai kucing.

  • Toksoplasmosis.

Toksoplasmosis disebabkan parasit yang disebut Toxoplasma gondii yang terdapat pada feses (kotoran) kucing yang sudah terinfeksi. Sekitar 2-3 minggu setelah terinfeksi, kucing akan mengeluarkan parasit pada kotorannya. Saat kucing menjilati bulunya, kemungkinan parasit akan tertinggal pada bulu kucing yang kemudian dapat berpindah pada manusia ketika membelainya.

  • Reaksi Alergi.

Sebenarnya bukan bulu hewan yang secara langsung memicu reaksi alergi,melainkan serpihan kulit, air ludah, dan urine hewan tersebut. Namun, ketika kucing menjilat dirinya, bulunya pun akan ikut terkena air ludah tersebut.

Reaksi alergi biasanya dapat menimbulkan rinitis alergi yang tampak seperti gejala flu. Beberapa reaksi tersebut antara lain mata gatal,bersin, pilek, dan peradangan pada sinus. Selain itu, bulu kucing dapat memicu serangan asma akibat reaksi alergi.

Meminimalisasi Risiko

Penting untuk menjaga kondisi kesehatan hewan peliharaan dan juga kebersihan diri Anda setelah melakukan kontak dengan hewan. Selalu cuci tangan dengan sabun antibakteri setelah menyentuh kucing kesayangan, terutama sebelum menyiapkan makanan. Ajarkan juga hal tersebut pada anak Anda. Sebagai tindakan pencegahan lain, hindari lokasi bermain anak-anak yang mungkin terkontaminasi feses kucing.

Selalu periksakan kondisi kesehatan kucing Anda. Infeksi dapat dideteksi dengan kunjungan rutin ke dokter hewan. Jika Anda atau anggota keluarga memiliki alergi terhadap bulu kucing, tapi tetap ingin memeliharanya, Anda disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis alergi dan imunologi.

Terakhir, upayakan agar kucing Anda selalu bersih, termasuk bulu dan cakarnya. Kucing senang menggali tanah dengan cakarnya. Saat itu terjadi, bersihkan kukunya dengan menggunakan sampo khusus.

Memelihara kucing sangat menyenangkan bagi penggemarnya, namun harus tetap memperhatikan risiko kesehatan yang mengancam. Pertimbangan lebih lanjut diperlukan terutama jika Anda atau anggota keluarga memiliki kondisi kesehatan tertentu. 

 




#Kesehatan #Asma #Alergi #Bulu kucing
Kontak Informasi Wartakesehatan
PT. SIBER MEDIA ABADI

Redaksi: redaksi[at]wartakesehatan.com
Tlp/Fax: 021-86610709 / 021-86610709
Iklan: marketing[at]wartakesehatan.com

Komentar






Warta Sehat - 1 hari yang lalu

Ganti Kopimu dengan Minuman Sehat Ini

Wartakesehatan.com - Kopi selalu menjadi pilihan setiap orang untuk di nikmati sebelum melakukansktifitas. Hal ini memang..
Warta Sehat - 1 hari yang lalu

Tomat Toner Kulit Alami untuk Membunuh Sel Mati

Wartakesehatan - Memiliki wajah yang segar, sehat, bersih dan bersinar adalah impian setiap orang, khususnya wanita...
Warta Sehat - 1 hari yang lalu

Gula Dapat Meningkatan Energi Secara Instan

Wartakesehatan.com - Manfaat utama dari gula adalah memberikan rasa manis pada manakan atau minuman. Namun disamping itu..
Warta Sehat - 1 hari yang lalu

Makanan yang Enak Belum Tentu Baik untuk Kesehatan

Wartakesehatan.com - Banyak orang yang masih belum menerapkan pola makan yang sehat. Mengkonsumsi makanan cepat saji..
Warta Sehat - 1 hari yang lalu

Tidur Siang Dapat Melindungi Terhadap Efek Kesehatan

Wartakesehatan.com - Sebuah studi baru yang diterbitkan baru-baru ini menunjukkan bahwa tidur siang singkat dapat..
Warta Sehat - 1 hari yang lalu

Korset Tidak Akan Menghilangkan Lemak pada Pinggang

Wartakesehatan.com – Korset merupakan salah satu cara mudah agar tubuh terlihat ramping namun terlihat ramping bukan..
Warta Sehat - 1 hari yang lalu

Menonton TV Dapat Meningkatan Risiko Diabetes Tipe 2

Wartakesehatan.com - Hampir sebagian besar orang tentu menyukai menonton TV dalam kehidupannya. TV memang menawarkan..
Warta Sehat - 2 hari yang lalu

Benarkah Makanan Sisa Kemarin Baik untuk Kesehatan ?

Wartakesehatan.com - Sayang rasanya jika kita harus membuang makanan yang belum habis saat makan malam. Apalagi makanan..
Warta Sehat - 2 hari yang lalu

Biji Selasih Dapat Membantu Program Diet Anda

Wartakesehatan.com - Biji selasih biasa dimanfaatkan sebagai campuran es atau puding. Meskipun terlihat kecil, ternyata di..
Warta Sehat - 2 hari yang lalu

Jus Cranberry Membantu Ibu Hamil Untuk Menjaga Janin

Wartakesehatan.com - Buah cranberry adalah buah yang berwarna merah yang biasanya digunakan sebagai makanan dan..

+Indeks