Cara Mencegah Infeksi Leptospirosis

Oleh : Kiven Timisela | Rabu, 18 Maret 2020 | 08:44 WIB



Wartakesehatan .com-Leptospirosis biasanya menyebar melalui urine dari hewan yang telah terinfeksi. Urine ini dapat mengontaminasi air maupun tanah. Bila air atau tanah yang terkontaminasi kontak dengan mata, mulut, hidung, atau luka terbuka pada manusia, maka akan menyebabkan infeksi. Tertelan air yang terkontaminasi maupun gigitan hewan (misalnya tikus) juga dapat menyebabkan infeksi leptospira pada manusia.

Kelompok hewan yang kerap menularkan leptospirosis adalah babi, anjing, sapi, dan sebagian jenis tikus. Oleh karena itu, orang yang paling berisiko untuk terinfeksi leptosipra adalah mereka yang sering bersentuhan dengan hewan-hewan tersebut. Begitu juga dengan seseorang yang suka melakukan olahraga air dan sering berada di sungai atau danau.

Di Indonesia, leptospirosis juga kerap terjadi saat banjir,karena genangan air tersebut bisa membawa urine hewan yang terinfeksi. Terlebih lagi, penyakit ini lebih umum terjadi di daerah subtropis dan tropis, seperti di Indonesia.

Hewan yang terinfeksi bakteri leptospirosis dapat menunjukkan gejala-gejala seperti tidak mau makan, diare, demam, muntah, tubuh kaku, dan lemas. Jika binatang peliharaan Anda mengalami kondisi-kondisi semacam ini, segera periksakan ke dokter hewan. Jika tidak segera ditangani, hewan ini dapat menularkan bakteri yang dapat menginfeksi hingga berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun kemudian.

Cara Mencegah Infeksi Leptospirosis

Berikut adalah cara-cara untuk menangani dan mencegah risiko terjangkit leptospirosis yang bisa membahayakan nyawa, baik pada hewan peliharaan maupun manusia:

  • Selalu cuci tanggan setelah bersentuhan dengan hewan.
  • Jangan biarkan hewan peliharaan Anda mengejar atau makan tikus liar yang mungkin berkeliaran di sekitar rumah. Tikus dan hewan pengerat lainnya bisa membawa penyakit leptospirosis.
  • Meski tidak melindungi hingga 100%, tapi tetap berikan vaksin antileptospirosis pada hewan sebagai langkah pencegahan.
  • Saat hewan terlihat sakit, hindari bersentuhan dengan urine atau darah hewan sebelum Anda memeriksanya ke dokter hewan. Kenakan sarung tangan saat Anda akan membawa atau memindahkannya.
  • Setelah diperiksa, pastikan hewan Anda mengonsumsi semua obat yang diberikan dokter hingga habis.
  • Gunakan produk pembersih antibakteri saat membersihkan permukaan benda atau lantai yang mungkin terinfeksi urine hewan yang terdiagnosis leptospirosis.
  • Hindari berkubang apalagi berenang dalam danau atau sungai yang kemungkinan terkontaminasi urine hewan yang terinfeksi leptospirosis.
  • Kenakan alas kaki tertutup saat berjalan di atas tanah atau melintasi genangan air yang Anda tidak yakin kebersihannya.
  • Pakai perlengkapan pelindung saat menyentuh binatang, seperti sarung tangan saat bersentuhan atau mengolah hewan. Hal ini juga berlaku saat Anda mengolah daging hewan. Segera bersihkan noda darah atau urine hewan yang mungkin melekat pada pakaian dan perlengkapan Anda.

Hal yang perlu diingat, hewan atau manusia tidak serta merta akan mengalami gejala tertentu setelah terinfeksi. Seseorang bisa saja baru merasakan gejala ini dalam dua hari hingga sebulan setelah infeksi terjadi. Umumnya penyakit ini dapat ditangani dengan antibiotik.Namun pada sebagian kasus, penderita leptospirosis perlu mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.




#Kesehatan #Leptospirosis
Kontak Informasi Wartakesehatan
PT. SIBER MEDIA ABADI

Redaksi: redaksi[at]wartakesehatan.com
Tlp/Fax: 021-86610709 / 021-86610709
Iklan: marketing[at]wartakesehatan.com

Komentar






Warta Sehat - 2 hari yang lalu

Pembagian Sembako untuk Kaum Dhuafa Bekasi oleh Ezy Pratama Foundation dan INTI

 Wartakesehatan.com.- Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) bersama yayasan ezy pratama foundation mengadakan bakti..
Alkes & Lab - 6 hari yang lalu

Confidence Persembahkan Adult Pants Gender untuk Pria dan Wanita

Jakarta, WartaKesehatan.com - Confidence, merek popok dewasa nomor 1 di Indonesia kembali meluncurkan produk terbarunya,..
Warta Sehat - 6 hari yang lalu

Donasi Dexa Group Agar Tenaga Medis Miliki Imun Kuat

Wartakesehatan.com - Derasnya dukungan penanganan Covid -19 dengan menyumbang Donasi 20.000 kapsul Stimuno Forte dan 50 goodie..
Warta Sehat - 1 minggu yang lalu

CFD Jangan jadi Cluster Baru, Konsisten Jaga Imun Tubuh

  Wartakesehatan.com, JAKARTA - Pelonggaran PSBB sudah dilakukan di beberapa daerah, namun sayangnya tidak semua..
Warta Sehat - 1 minggu yang lalu

Komnas Anak Tuding Gubernur DKI Hilangkan Hak Anak

Wartakesehatan.com - Hilangnya hak anak atas pendidikan di DKI Jakarta dan bahkan di Indonesia tahun ajaran baru 2020/2021..
Warta Sehat - 1 minggu yang lalu

Jadikan Sumatera Bebas Asap, Kapolda Sumsel dan Jambi Bangun Posko Karhutla Bersama

Wartakesehatan.com -  Guna mengantisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) pada masa kemarau tahun ini, Kepala..
Warta Sehat - 1 minggu yang lalu

Baksos Ezy Pratama Foundation dan Yayasan INTI ke Kaum Dhuafa Klender

Wartakesehatan.com - Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) bersama yayasan ezy pratama foundation mengadakan bakti sosial di..
Obat & Penyakit - 3 minggu yang lalu

New Normal: Menjaga Imunitas dengan Imunomodulator Herbal

JAKARTA - Kita tahu, wabah korona belum kunjung usai di dunia dan negara kita, Indonesia. Apalagi sampai saat ini vaksin untuk..
Warta Sehat - 3 minggu yang lalu

Hasanuddin Minta Pemerintah Daerah Tak Asal Terapkan New Normal

JAKARTA,- Pemerintah menerapkan kenormalan baru atau new normal di tengah pandemi covid-19. Langkah ini mendapat sorotan dari..
Obat & Penyakit - 4 minggu yang lalu

WFH Bikin Sakit Kepala Ini Obatnya

JAKARTA - Sejak bulan Maret 2020, sebagian besar kantor sudah menerapkan kebijakan kerja dari rumah (WFH) akibat penularan..

+Indeks