Ini Dia Dampak Perokok Pasif Bagi Tubuh

Oleh : nurul kinanti | Kamis, 20 Pebruari 2020 | 10:46 WIB



Wartakesehatan.com – Jika kita sering mendengar bahwa seorang perokok memiliki risiko buruk pada kesehatannya dan rentan terkena penyakit pada tubuhnya. Lalu bagaimana dengan perokok pasif? Perokok pasif adalah orang yang tidak merokok namun sering kali menghisap asap dari perokok sekelilingnya.

Jurnal Tobacco Control menunjukkan bahwa para perokok pasif mengalami gangguan pada telinga mereka.

Para peneliti yang melibatkan lebih dari 3.000 orang dalam penelitiannya tersebut percaya bahwa asap tembakau dapat mengganggu aliran darah di pembuluh kecil telinga. Asap tersebut membuat telinga kekurangan oksigen dan membangun sampah beracun yang menyebabkan kerusakan telinga. Kerusakan tersebut berbeda dengan kerusakan yang disebabkan oleh kebisingan atau dampak penuaan sederhana.

Dalam penelitian tersebut, para peneliti asal University of Miami dan Florida International University berfokus pada hasil pendengaran 3.307 relawan yang tidak merokok. Beberapa dari mereka adalah mantan perokok, dan beberapa lagi adalah mereka yang tidak pernah merokok sepanjang hidup mereka.

Sebuah penelitian di Amerika memperkuat fakta bahwa perokok pasif memiliki risiko terkena penyakit lebih tinggi dibandingkan dengan perokoknya sendiri. Penelitian tersebut menunjukkan hasil bahwa kematian akibat asap rokok pada orang yang tinggal dengan perokok lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang tidak merokok. Dengan menjadi seorang perokok pasif, beberapa bahaya mengintai kapan saja. Infeksi paru, gangguan pertumbuhan paru, bahkan kanker paru.

Survey Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia tahun 2007 menyebutkan setiap jam sekitar 46 orang meninggal dunia karena penyakit yang berhubungan dengan merokok di Indonesia.”Rokok merupakan salah satu penyebab kematian utama di dunia dan merupakan satu-satunya produk legal yang membunuh seperti hingga setengah penggunannya.”

Penelitian juga dilakukan oleh para ilmuwan dari Anhui Medical University di China dan King College London, melibatkan hampir 6.000 orang berusia di atas 60 tahun dari lima provinsi di China. Hasilnya menunjukkan bahwa 10 persen dari peserta – yang dikenali sebagai perokok pasif – menderita sindrom demensia yang parah.

“Dengan menghindari lingkungan yang berpolusi asap rokok, kita dapat mengurangi risiko sindrom demensia yang berat,” kata pemimpin studi, Dr Ruoling Chen, dari King College, seperti dilansir Daily Mail.

Data terbaru menunjukkan bahwa prevalensi perokok pasif masih sangat tinggi, dengan lebih dari setengah orang terpapar asap rokok setiap hari. China juga memiliki jumlah tertinggi penderita demensia di dunia, dengan peningkatan kasus baru setiap tahun.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hampir 80 persen dari lebih dari satu miliar perokok di seluruh dunia hidup di negara berpenghasilan rendah dan menengah, di mana tingkat kematian akibat rokok sangat tinggi.

 




#Perokok #Pasif
Kontak Informasi Wartakesehatan
PT. SIBER MEDIA ABADI

Redaksi: redaksi[at]wartakesehatan.com
Tlp/Fax: 021-86610709 / 021-86610709
Iklan: marketing[at]wartakesehatan.com

Komentar






Warta Sehat - 2 hari yang lalu

Pembagian Sembako untuk Kaum Dhuafa Bekasi oleh Ezy Pratama Foundation dan INTI

 Wartakesehatan.com.- Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) bersama yayasan ezy pratama foundation mengadakan bakti..
Alkes & Lab - 6 hari yang lalu

Confidence Persembahkan Adult Pants Gender untuk Pria dan Wanita

Jakarta, WartaKesehatan.com - Confidence, merek popok dewasa nomor 1 di Indonesia kembali meluncurkan produk terbarunya,..
Warta Sehat - 6 hari yang lalu

Donasi Dexa Group Agar Tenaga Medis Miliki Imun Kuat

Wartakesehatan.com - Derasnya dukungan penanganan Covid -19 dengan menyumbang Donasi 20.000 kapsul Stimuno Forte dan 50 goodie..
Warta Sehat - 1 minggu yang lalu

CFD Jangan jadi Cluster Baru, Konsisten Jaga Imun Tubuh

  Wartakesehatan.com, JAKARTA - Pelonggaran PSBB sudah dilakukan di beberapa daerah, namun sayangnya tidak semua..
Warta Sehat - 1 minggu yang lalu

Komnas Anak Tuding Gubernur DKI Hilangkan Hak Anak

Wartakesehatan.com - Hilangnya hak anak atas pendidikan di DKI Jakarta dan bahkan di Indonesia tahun ajaran baru 2020/2021..
Warta Sehat - 1 minggu yang lalu

Jadikan Sumatera Bebas Asap, Kapolda Sumsel dan Jambi Bangun Posko Karhutla Bersama

Wartakesehatan.com -  Guna mengantisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) pada masa kemarau tahun ini, Kepala..
Warta Sehat - 1 minggu yang lalu

Baksos Ezy Pratama Foundation dan Yayasan INTI ke Kaum Dhuafa Klender

Wartakesehatan.com - Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) bersama yayasan ezy pratama foundation mengadakan bakti sosial di..
Obat & Penyakit - 3 minggu yang lalu

New Normal: Menjaga Imunitas dengan Imunomodulator Herbal

JAKARTA - Kita tahu, wabah korona belum kunjung usai di dunia dan negara kita, Indonesia. Apalagi sampai saat ini vaksin untuk..
Warta Sehat - 3 minggu yang lalu

Hasanuddin Minta Pemerintah Daerah Tak Asal Terapkan New Normal

JAKARTA,- Pemerintah menerapkan kenormalan baru atau new normal di tengah pandemi covid-19. Langkah ini mendapat sorotan dari..
Obat & Penyakit - 4 minggu yang lalu

WFH Bikin Sakit Kepala Ini Obatnya

JAKARTA - Sejak bulan Maret 2020, sebagian besar kantor sudah menerapkan kebijakan kerja dari rumah (WFH) akibat penularan..

+Indeks