Stres Berat Bisa Sebabkan Gangguan Jiwa

Oleh : Kiven Timisela | Selasa, 10 Maret 2020 | 14:05 WIB



Wartakesehatan.com-Pada dasarnya, stress merupakan cara tubuh melindungi diri dari bahaya sehingga membuat kita tetap fokus, aktif, dan selalu waspada. Meski begitu, respon perlindungan diri ini tidak mudah untuk dikendalikan oleh otak dan bisa menyebabkan tekanan mental dalam jangka panjang. Stres berat tidak hanya diketahui sebagai penyebab berbagai penyakit degeneratif, tetapi juga memengaruhi bagaimana seseorang berpikir dan berperilaku — bahkan hingga memicu gangguan jiwa.

Apa akibat dari stres berat pada fungsi otak?

Stres berat dapat memengaruhi susunan otak yang berpotensi memicu ketidakseimbangan materi otak. Hal ini ditemukan oleh suatu studi pada otak penderita post-traumatic stress disorder (PTSAD) yang menunjukan adanya perubahan rasio porsi materi putih (white matter) dengan materi abu-abu (gray matter) otak. Kedua materi tersebut diduga berasal dari sel yang sama namun memiliki “tugas” dan peran yang berbeda.

Materi putih tersusun dari selubung saraf myelin yang berguna untuk penyampaian informasi, sedangkan materi abu-abu terdiri neuron dan glia yang berguna dalam memproses dan menyimpan informasi. PTSD adalah kondisi di mana individu penderitanya mengalami stres berat akibat trauma di masa lalu. Dari penelitian, pasien PTSD memiliki materi putih otak yang lebih banyak daripada materi abu-abunya.

Sedikitnya jumlah neuron saat otak mengalami stres berat menyebabkan penurunan kemampuan memproses informasi sehingga komunikasi antar sel otak menjadi terganggu dan tidak efektif. Di sisi lain, otak saat sedang stress juga merespon ketakutan lebih cepat dari biasanya dan menyebabkan mekanisme pada otak untuk menenangkan diri menjadi terganggu.

Hal yang paling berbahaya dari stres berat adalah saat kita sudah sangat terbiasa berhadapan dengan stres. Ini menyebabkan kondisi emosi, pikiran dan perilaku kita berubah tanpa kita sadari. Mengenali stres berdasarkan gejala awalnya sangat penting agar kita dapat mengatasinya sedini mungkin.

Apa saja gangguan jiwa yang dapat dipicu oleh stres berat?

Pelepasan hormon stress kortisol dalam waktu lama juga dapat berdampak langsung pada kerja kendali hormon di otak dan dapat memicu beberapa gangguan kesehatan mental. Misalnya:

Depresi

Depresi dapat dipicu oleh produk sisa dari hormon kortisol yang dapat membuat seseorang menjadi lemas atau tenang. Penumpukan berlebih dari produk sisa tersebut terjadi akibat stres berat yang tidak kunjung tertangani dan akhirnya memicu depresi. Depresi adalah kondisi perubahan mood kelam yang terjadi berkelanjutan dalam jangka waktu panjang, beda dengan rasa bersedih atau berduka yang terjadi biasa sesekali dan bisa hilang seiring waktu. Depresi mengisolasi penderitanya dari kehidupan dan interaksi sosial, dan cenderung membuatnya berpikiran untuk mengakhiri hidup.

Gangguan bipolar

Gangguan bipolar ditandai dengan siklus perubahan mood dari fase mania (amat sangat bahagia) dan depresi (amat sangat sedih) yang kerap berganti-ganti dalam hitungan hari, minggu, atau bulan. Perubahan tersebut dapat diperburuk jika penderita mengalami stres berat semakin lama atau makin parah. Saat fase depresi, penderita merasakan kesedihan dan keterpurukan, tetapi pada fase mania terjadi peningkatan mood drastis di mana penderitanya merasa super bahagia, hiperaktif, dan energetik. Fase mania justru lebih berbahaya karena penderita bipolar cenderung jadi impulsif, ditambah dengan kemampuan pengambilan keputusan yang buruk. Gejala fase mania menyebabkan penderitanya cenderung bertindak impulsif — melakukan hal berbahaya tanpa berpikir panjang tentang akibat yang ditimbulkan.

Gangguan kecemasan

Gangguan dapat dikenali dengan ada perbedaan cemas berlebihan seperti, tidak bisa diam, dan berkeringat deras. Gangguan dapat juga dapat menyebabkan seseorang yang memperbaiki tantangan yang tidak beralasan untuk melakukan berbagai hal. Tanpa penanganan yang baik, stres berat yang Anda alami dapat berubah menjadi depresi dan memperbaiki gejala PTSD.




#Gangguan Kesehatan #Stres #Depresii
Kontak Informasi Wartakesehatan
PT. SIBER MEDIA ABADI

Redaksi: redaksi[at]wartakesehatan.com
Tlp/Fax: 021-86610709 / 021-86610709
Iklan: marketing[at]wartakesehatan.com

Komentar






Warta Sehat - 1 hari yang lalu

Gubernur Banten Perpanjang Masa Belajar dari Rumah sampai 1 Juni 2020

Wartakesehatan.com, Banten – Memperhatikan perkembangan kondisi objektif Covid-19 secara nasional dan daerah,..
Warta Sehat - 1 hari yang lalu

Rencana Pintar Memulihkan Tubuh Pasca Olahraga

Wartakesehatan.com - Terkadang olahraga juga bisa menimbulkan Berbagai masalah kalau tak dilakukan dengan benar. Contoh..
1 hari yang lalu

Tips Mengurangi Emosi Saat Kondisi Hamil

Wartakesehatan.com - Perubahan emosi ini bisa terjadi karena produksi hormon selama kehamilan. Para ibu memang menjadi..
Warta Sehat - 1 hari yang lalu

Buah Paling Sehat yang Harus Anda Konsumsi

Wartakesehatan.com - Mengonsumsi buah sama pentingnya dengan mengonsumsi sayur. Anda sebaiknya tidak melewatkan buah,..
Warta Sehat - 1 hari yang lalu

Tidur di Lantai Beri Manfaat Bagi Kesehatan Tubuh

Wartakesehatan.com - Tidur dilantai juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh kita. Berikut beberapa manfaat tidur..
Warta Sehat - 1 hari yang lalu

Tips Mencegah Tekanan Darah Tinggi

Wartakesehatan - Meningkatnya tekanan darah tinggi di sebabkan oleh beberapa faktor, seperti faktor keturunan atau pola..
Obat & Penyakit - 4 hari yang lalu

Suplemen Kontradiksi Covid-19 dan Faktanya

Wartakesehatan.com, Jakarta - Sebuah gambar berisis tulisan mengenai kontradiksi suplemen terhadap penderita covid-19 beredar..
Warta Sehat - 5 hari yang lalu

Pekerja Lepas Jakarta Lebih Takut Keluarga Mati Kelaparan Daripada Corona

Wartakesehatan.com, Jakarta - Kian hari suspect Corona kian meningkat, di tingkat nasional mencapai 686 kasus positif. Namun..
Warta Sehat - 6 hari yang lalu

Makanan Yang Kurang Baik Bagi Si Kecil

Wartakesehatan.com - Tahukah Anda bahwa ada makanan lain yang kurang baik bagi Si Kecil, terutama karena kandungan gulanya..
Warta Sehat - 6 hari yang lalu

Jangan Anggap Remeh Nyeri Sendi

Wartakeseehatan.com-Waspadailah dan cek ke dokter bila teras nyeri sendi atau perut kembung.Bisa jadi ini tanda-tanda penyakit..

+Indeks